• Latest
  • Trending
  • All

API Kecam Penembakan 2 Perempuan di Puncak Papua, Minta Pemerintah Tarik Militer

Mei 10, 2026

Tragedi Kali Kabur, Tokoh Pemuda Kamoro Pertanyakan Arah Operasi Keamanan di Papua

Mei 10, 2026
DPP GMNI Dukung Langkah Ekspansi Danantara Terhadap Perusahaan Ojol, Siap Kawal Pelaksanaan Perpres No 27 Tahun 2026

DPP GMNI Dukung Langkah Ekspansi Danantara Terhadap Perusahaan Ojol, Siap Kawal Pelaksanaan Perpres No 27 Tahun 2026

Mei 10, 2026

DEWAN ADAT DAERAH (DAD) MIMIKA/PAPUA TENGAHTENTANG: PENOLAKAN TEGAS TERHADAP KLAIM SEPIHAK LENIS KOGOYA SOAL Besih Tua DI AREAL FREEPORT

Mei 10, 2026

KARIYASA ADNYANA : Soekarno Cup III Bali 2026, Kawah Candradimuka Pemuda Bali

Mei 10, 2026

Dinas Pemuda Olahraga Kabupaten Mimika Tinjau Sarana Olahraga Kampung Nawaripi di Mile 21

Mei 10, 2026

Kecam Kasus Daycare Little Aresha, Pengusaha Muda Bali Made Hiroki Desak Daerah Perketat Pengawasan Penitipan Anak

Mei 10, 2026

Solusi Darurat Sampah Bali, PT Aksara Cristy Legal Mulai Rakit Mesin Pirolisis Buatan Lokal

Mei 10, 2026

DARAH SIPIL KEMBALI TUMPAH DI TEMBAGAPURA

Mei 9, 2026

Diskusi Film Pesta Babi soal Papua Dibubarkan di Dua Kampus, Akademisi: Otoritarianisme Dibangun Ulang

Mei 8, 2026

Menagih Kejujuran Teknokrasi: Di Balik Retorika Sampah dan Banjir Mimika

Mei 8, 2026

Refleksi GMNI Mimika: Antara Industri, Keadilan Sosial, dan Masa Depan SDM Papua

Mei 8, 2026

Dinkes Mimika Perketat Screening HIV dan Sifilis di THM, WPS Positif HIV Akan Dipulangkan

Mei 8, 2026
  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan
Minggu, Mei 10, 2026
  • Login
Siasat
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya
No Result
View All Result
Siasat
No Result
View All Result
Home Uncategorized

API Kecam Penembakan 2 Perempuan di Puncak Papua, Minta Pemerintah Tarik Militer

in Uncategorized
0
24
SHARES
266
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

PAPUA — Aliansi Perempuan Indonesia (API) mengecam keras pembunuhan dua perempuan Papua di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, awal Mei 2026. API mendesak pemerintah menghentikan operasi militer dan menarik seluruh pasukan dari Tanah Papua.

Desakan itu disampaikan API dalam siaran pers, Kamis (8/5/2026). “Ruang penghidupan telah berubah menjadi zona pembunuhan,” tulis API.

RelatedPosts

Tragedi Kali Kabur, Tokoh Pemuda Kamoro Pertanyakan Arah Operasi Keamanan di Papua

DEWAN ADAT DAERAH (DAD) MIMIKA/PAPUA TENGAHTENTANG: PENOLAKAN TEGAS TERHADAP KLAIM SEPIHAK LENIS KOGOYA SOAL Besih Tua DI AREAL FREEPORT

KARIYASA ADNYANA : Soekarno Cup III Bali 2026, Kawah Candradimuka Pemuda Bali

Pada 2 dan 3 Mei 2026, Tarling Wanimbo (20) dan Naena Murib (31) ditemukan tewas di Distrik Omukia, Kabupaten Puncak. Keduanya diduga ditembak aparat keamanan saat berkebun.

Tragedi berlanjut 6 Mei 2026. Tujuh warga luka-luka akibat ledakan bom saat mengevakuasi jenazah Tarling Wanimbo. Bom diduga dipasang di tubuh korban.

Bagi perempuan Papua, kebun adalah sumber utama pangan keluarga. “Ketika perempuan tidak lagi dapat berkebun dengan aman, ketahanan pangan ribuan warga pengungsi ikut terancam,” kata API.

API menilai perempuan Papua menanggung beban berlapis. Mereka pengasuh keluarga, pencari pangan, sekaligus penyintas yang hidup dalam ketakutan. Perempuan hanya bisa berkebun dua hingga tiga jam di bawah ancaman operasi militer.

“Tubuh perempuan menjadi ruang paling sunyi dari konflik berkepanjangan ini,” tulis API.

Selain kekerasan, perempuan menghadapi kelaparan, pengungsian, minimnya layanan kesehatan, dan hilangnya tanah adat.

API menyoroti operasi militer di Papua yang berlangsung sejak 1961. Pengiriman pasukan, pembentukan komando baru, dan pembatasan informasi disebut memperburuk HAM. Kebijakan keamanan dari pusat berdampak langsung pada meningkatnya kekerasan terhadap warga sipil, terutama perempuan dan anak.

Laporan situasi HAM Papua 2023-2025 dari jaringan LBH Papua, LBH Merauke, LBH Sorong, dan kantor LBH lain mencatat hal itu. “Narasi ‘keamanan’ terus dipakai untuk membenarkan kekerasan, sementara akses informasi dibatasi dan kebebasan pers dibungkam,” ujar API.

Aliansi yang terdiri dari 93 organisasi masyarakat sipil itu menegaskan Papua tidak boleh jadi “zona pengecualian hukum”. “Pemulihan Papua hanya mungkin terwujud apabila negara hadir sebagai pelindung konstitusional, bukan sebagai sumber ancaman,” tegas API.

Tiga tuntutan API kepada Pemerintah Indonesia:

  1. Hentikan secara permanen pembunuhan dan kekerasan terhadap perempuan di Tanah Papua. Adili pelaku lewat mekanisme hukum sipil yang transparan.
  2. Tarik mundur seluruh pasukan militer, organik maupun non-organik, dari wilayah Papua. Kembalikan fungsi keamanan ke lembaga penegak hukum sipil.
  3. Buka koridor kemanusiaan. Salurkan bantuan pangan tanpa syarat, jamin evakuasi medis, dan pastikan pemulangan pengungsi secara sukarela.

API adalah ruang konsolidasi politik 93 organisasi: kelompok perempuan, jurnalis, disabilitas, pekerja rumah tangga, buruh, LGBTIQ+, mahasiswa, organisasi HAM, dan masyarakat adat.

Share10SendShare
Redaksi Papua

Redaksi Papua

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Agustus 1, 2023
Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Agustus 26, 2022

PERNYATAAN SIKAP ATAS TINDAKAN OKNUM APARAT YANG MEMASUKI PASTORAN KATEDRAL TIGA RAJA MIMIKA TANPA IZIN DAN ETIKA

April 28, 2026
DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

1
Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

1
Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

1

Tragedi Kali Kabur, Tokoh Pemuda Kamoro Pertanyakan Arah Operasi Keamanan di Papua

Mei 10, 2026
DPP GMNI Dukung Langkah Ekspansi Danantara Terhadap Perusahaan Ojol, Siap Kawal Pelaksanaan Perpres No 27 Tahun 2026

DPP GMNI Dukung Langkah Ekspansi Danantara Terhadap Perusahaan Ojol, Siap Kawal Pelaksanaan Perpres No 27 Tahun 2026

Mei 10, 2026

API Kecam Penembakan 2 Perempuan di Puncak Papua, Minta Pemerintah Tarik Militer

Mei 10, 2026
Siasat

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Navigate Site

  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In