• Latest
  • Trending
  • All

Polemik Sepatu Sekolah Rakyat, Komisi VIII DPR Minta Kemensos Buka Data Pengadaan

Mei 6, 2026

Karang Taruna Mimika Matangkan Koordinasi Pembentukan di 18 Distrik, 19 Kelurahan, dan 133 Kampung

Mei 6, 2026

Aktifitas SPBU Nawaripi Terhenti Beberapa Jam, Disperindag Bertemu Puluhan Sopir Truk

Mei 6, 2026

Dinkes Mimika Turun ke THM: 69 Pekerja Diperiksa, Satu Kasus Sifilis Ditemukan

Mei 6, 2026

Kariyasa Adnyana: RUU Masyarakat Adat Jangan Jadi Simbolik, Adat Bali Harus Berdaulat

Mei 6, 2026

BEM PTAI Se Indonesia Bela Jenderal Dudung, Sayangkan Ucapan RS yang terkesan Provokatif

Mei 5, 2026

Arus Bawah PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Tuntut Pelunasan THR Pekerja Outsourcing Disdikpora Kota Yogyakarta dalam 2×24 Jam

Mei 5, 2026

Made Hiroki Klarifikasi Status Tanah Dalung Tuka, Imbau Masyarakat Waspada Terhadap Klaim Sepihak yang bernama I KETUT ALIT FRANSISKUS XAVERIUS

Mei 5, 2026

Badan Kehormatan DPRD Kota Cirebon Panggil Kuwu Kedungjaya, Dalami Dugaan Perzinaan Anggota Dewan

Mei 5, 2026

SPPG di Papua Tengah Didorong Bangun Kemitraan dengan Mama Papua dan Pedagang Lokal

Mei 5, 2026

Kuota Terbatas, Pemuda Mimika Dorong Pemerintah Tambah Jatah Haji

Mei 5, 2026

Vinsensius Apoka Koordinasikan Pembentukan Karang Taruna hingga 133 Kampung di Mimika

Mei 4, 2026

Ilusi Penghargaan di Tengah Defisit Keamanan: Menakar Kontradiksi Antara Apresiasi Administratif dan Realitas Kamtibmas di Mimika

Mei 4, 2026
  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan
Rabu, Mei 6, 2026
  • Login
Siasat
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya
No Result
View All Result
Siasat
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Polemik Sepatu Sekolah Rakyat, Komisi VIII DPR Minta Kemensos Buka Data Pengadaan

in Uncategorized
0
23
SHARES
259
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

JAKARTA,Polemik harga sepatu siswa Sekolah Rakyat yang ramai di media sosial harus dijawab dengan keterbukaan data, bukan saling tuding. Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, I Ketut Kariyasa Adnyana, menilai perhatian publik terhadap program pemerintah wajar, terlebih menyangkut anggaran negara untuk anak dari keluarga miskin.

Ketut menegaskan, setiap rupiah anggaran sosial harus dipertanggungjawabkan. Namun ia mengingatkan publik tidak buru-buru menyimpulkan ada penyimpangan sebelum seluruh fakta pengadaan dibuka utuh.

RelatedPosts

Karang Taruna Mimika Matangkan Koordinasi Pembentukan di 18 Distrik, 19 Kelurahan, dan 133 Kampung

Aktifitas SPBU Nawaripi Terhenti Beberapa Jam, Disperindag Bertemu Puluhan Sopir Truk

Dinkes Mimika Turun ke THM: 69 Pekerja Diperiksa, Satu Kasus Sifilis Ditemukan

“Polemik ini harus dijawab dengan transparansi. Kalau benar Rp700 ribu itu pagu, bukan harga realisasi, maka Kemensos harus menjelaskan rinci: spesifikasinya apa, mekanisme pengadaannya bagaimana, dan berapa harga akhirnya. Publik berhak tahu,” ujar Ketut, Rabu [6/5/2026].

Awasi, Bukan Buru-buru Vonis
Ia memastikan Komisi VIII DPR akan menjalankan fungsi pengawasan terhadap program mitra kerja, termasuk Kementerian Sosial. Menurutnya, penjelasan pemerintah harus terang agar tidak muncul kesalahpahaman.

“Jangan sampai program baik untuk anak-anak miskin justru rusak karena komunikasi yang tidak jelas. Tetapi sebaliknya, jangan pula kritik publik dianggap gangguan. Kritik itu bagian dari pengawasan rakyat,” tegasnya.

Ketut meminta Kemensos membuka informasi jenis sepatu yang diadakan, standar kualitas, Harga Perkiraan Sendiri, proses lelang, hingga realisasi anggaran. Dengan begitu, publik bisa menilai kewajaran harga dan kesesuaian kebutuhan.

“Ini bukan semata-mata soal mahal atau murah. Yang harus dilihat adalah kewajaran harga, kesesuaian spesifikasi, kualitas barang, serta apakah proses pengadaannya bersih dari intervensi dan permainan,” katanya.

Dukung Pengawasan KPK hingga BPK
Politikus PDI Perjuangan itu mendukung langkah lembaga pengawas, termasuk KPK, BPK, dan BPKP, untuk memastikan tidak ada potensi penyimpangan dalam pengadaan barang dan jasa Sekolah Rakyat.

“Kalau ada indikasi penyimpangan, harus diproses tegas. Tapi kalau tidak ada, pemerintah juga wajib menjelaskan dengan baik agar tidak berkembang menjadi fitnah atau disinformasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, Sekolah Rakyat menyasar anak dari keluarga miskin dan rentan. Karena itu, seluruh fasilitas yang diberikan, mulai dari seragam, sepatu, hingga kebutuhan belajar, harus benar-benar sampai ke penerima manfaat dengan kualitas layak.

“Anak-anak dari keluarga kurang mampu tidak boleh menerima barang asal-asalan. Mereka berhak mendapatkan fasilitas yang layak. Tetapi kelayakan itu harus tetap dibarengi akuntabilitas anggaran,” ucap Ketut.

Libatkan Produk Lokal, Jaga Kualitas
Ketut juga mendorong pengadaan kebutuhan siswa Sekolah Rakyat memberi ruang bagi produk dalam negeri dan pelaku usaha lokal sepanjang memenuhi standar mutu, harga wajar, dan proses terbuka.

“PDI Perjuangan berdiri pada kepentingan wong cilik. Maka program untuk rakyat kecil harus dijaga dari dua hal: jangan sampai kualitasnya rendah, dan jangan sampai anggarannya bocor,” pungkasnya.

Share9SendShare
Redaksi Papua

Redaksi Papua

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Agustus 1, 2023
Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Agustus 26, 2022

PERNYATAAN SIKAP ATAS TINDAKAN OKNUM APARAT YANG MEMASUKI PASTORAN KATEDRAL TIGA RAJA MIMIKA TANPA IZIN DAN ETIKA

April 28, 2026
DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

1
Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

1
Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

1

Karang Taruna Mimika Matangkan Koordinasi Pembentukan di 18 Distrik, 19 Kelurahan, dan 133 Kampung

Mei 6, 2026

Polemik Sepatu Sekolah Rakyat, Komisi VIII DPR Minta Kemensos Buka Data Pengadaan

Mei 6, 2026

Aktifitas SPBU Nawaripi Terhenti Beberapa Jam, Disperindag Bertemu Puluhan Sopir Truk

Mei 6, 2026
Siasat

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Navigate Site

  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In