• Latest
  • Trending
  • All
Kisah Desa Cempi Jaya Dalam Lipatan Memori

Kisah Desa Cempi Jaya Dalam Lipatan Memori

November 20, 2023
NGO Desak Kapolda NTB Perintahkan Penahanan Adik Mantan Gubernur

NGO Desak Kapolda NTB Perintahkan Penahanan Adik Mantan Gubernur

Juni 8, 2026

Haul Akbar Syeikh Yusuf dan Syeikh Samman Satukan Ulama dan Umara di Maros

Juni 8, 2026

Marhaenisme Bung Karno: Obat Rakyat Kecil Lawan Ketimpangan & Hoax di Era Digital

Juni 7, 2026

Soekarno: Titik Koordinat Bangsa yang, Menyatukan Seluruh Ideologi demi Satu Tujuan — Indonesia Merdeka

Juni 7, 2026

Rupiah Melemah, Dapur Desa Tertekan: Anatomi Krisis Pangan di Ujung Rantai Pasok

Juni 7, 2026

“Mantan Ketua Pokja Adat MRPB ingatkan UU Otsus Papua. Tiga Raperdasus inisiatif DPR Papua Barat Daya wajib dapat persetujuan Majelis Rakyat Papua Barat Daya sebelum disahkan”.

Juni 7, 2026

Senator asal Papua Barat Daya dorong Prabowo evaluasi kabinet ekonomi. Sri Mulyani disebut sebagai opsi pengganti Purbaya untuk menjaga stabilitas rupiah dan memperluas kerja sama global

Juni 7, 2026

DPP GMNI Kawal Perjuangan Guru Jawa Timur, Tuntut Pencairan Tambahan 100% TPG

Juni 7, 2026

Perpisahan PAUD Paruak Sejawa: Partisipasi Semesta Desa Baodesa

Juni 7, 2026
Torehkan Prestasi, INISIATOR Apresiasi Kejati Sumsel Berantas Korupsi

Torehkan Prestasi, INISIATOR Apresiasi Kejati Sumsel Berantas Korupsi

Juni 7, 2026

Gerakan Nyata di Hari Lingkungan Hidup Sedunia: Satu Langkah untuk Iklim, Ketahanan Pangan, dan Pencegahan Stunting

Juni 5, 2026

DAD MIMIKA: ASPIRASI KE FREEPORT BOLEH SAJA, NAMUN MASYARAKAT ORANG PAPUA ASLI ( OPA) JANGAN TERPENGARUH “PENUMPANG GELAP”

Juni 5, 2026
  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan
Senin, Juni 8, 2026
  • Login
Siasat
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya
No Result
View All Result
Siasat
No Result
View All Result
Home Budaya

Kisah Desa Cempi Jaya Dalam Lipatan Memori

in Budaya
0
Kisah Desa Cempi Jaya Dalam Lipatan Memori
28
SHARES
310
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Dompu, Siasat ID – Sebuah desa akan berlindan kisah dan meninggalkan jejak pada warganya seiring dengan berkembangnya zaman. Dinamika dan turbulensinya dengan waktu kadang tidak terhindarkan. Ada yang bisa dikenang, namun tidak sedikit terlupakan dalam lipatan ingatan warganya.

Sebagaimana kisah Desa Cempi Jaya yang pernah menjadi bagian dari Desa Adu belasan tahun silam. Salah satu desa yang menjadi bagian dari Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat ini dihuni oleh berbagai latar belakang warganya.

RelatedPosts

Haul Akbar Syeikh Yusuf dan Syeikh Samman Satukan Ulama dan Umara di Maros

Ritual Kebudayaan Samawa Lahir dari Nilai Luhur dan Agama

Tingkatkan Kualitas Narasi,Museum Bala Datu Ranga Studi Banding ke Yogyakarta

Warganya sangat heterogen dalam pengertian mereka yang mendiami desa ini berasal dari berbagai kampung, baik dari kampung yang berada di Kabupaten Dompu juga tidak sedikit berasal dari Kabupaten Bima. Desa ini mula-mula adalah dusun dari salah satu desa tertua di selatan Dompu yakni Desa Adu.

Setelah memenuhi syarat untuk mekar dan berdiri sendiri, akhirnya menjadi desa yang mandiri secara administrasi. Maka desa hasil pemekaran ini diberi kesempatan untuk mengatur kehidupan rumah tangganya sendiri.

Namun sebagaimana umumnya desa dari hasil pemekaran, tentu saja warganya berasal dari berbagai tempat. Sebut saja beberapa dusun yang merupakan asal muasal warganya seperti Dusun Teta, Dusun Wawo, Dusun Langgudi, Dusun Roi, Dusun Ngali dan Dusun Doro Toi. Terkecuali dusun yang terakhir yang disinyalir berasal dari nama kampung di Kabupaten Dompu, sementara lima dari dusunnya merupakan nama kampung yang berada di Kabupaten Bima. Walau begitu, masyarakatnya sudah membaur satu sama lain yang tidak sepenuhnya mengindentikkan nama kampung asalnya.

Ini menunjukkan masyarakatnya sangatlah ‘heterogen’ karena berasal dari berbagai tempat. Sehingga hal ini sangat mempengaruhi interaksi antar warga di dalamnya. Saling menghormati dan menghargai satu sama lain dalam menumbuhkan kesadaran sebagai warga masyarakat sangat terlihat di desa ini. Jadi tidak ada ungkapan warga asli dan warga pendatang sebagaimana umumnya terjadi wilayah lain.

“Walaupun masyarakatnya dari berbagai desa namun tetap harmonis dan aman. Tidak ada gesekan yang bisa memicu perkelahian massal. Kalau pun ada cekcok, itu cepat diselesaikan dengan cara kekeluargaan” ungkap Ahmad (35) yang berasal dari Kandai Dua Kabupaten Dompu.

Sebagaimana umumnya warga lain, Ahmad tidak lahir dan besar di Desa Cempi Jaya. Ia datang dan tinggal di desa ini karena menikah dengan perempuan yang kini menjadi istrinya yang berasal dari sebuah kampung di Kabupaten Bima.

“Apa yang saya rasakan, demikian pula yang dialami oleh mereka yang baru pertama kali tinggal di desa ini sebelum mereka benar-benar memilih menetap” ujarnya

Hal senada dikisahkan Ibrahim (32) yang orang tuanya berasal dari Desa Teta, Kecamatan Lambitu, Kabupaten Bima. Orang tuanya memilih menetap di Desa Cempi Jaya setelah memiliki tanah garapan di desa ini. Ini tidak mengherankan, karena lahan persawahan mengelilingi perkampungan dapat menarik perhatian banyak orang untuk memilih menetap dan beranak pinak di desa ini.

“Setelah melihat lahan pertanian yang cukup luas, orang tua saya akhirnya memilih tinggal dan menetap di sini” terangnya

Bagi Rante demikian dirinya disapa, merasa aman dan nyaman tinggal di desa yang tidak jauh dari pantai Ngampa ini. Menurutnya, kehidupan yang dijalaninya sebagai orang yang berasal dari wilayah lain, tidak lantas membuat dia dan keluarganya di pandang sebelah mata.

Bahkan nampak tidak ada perbedaan dan pandangan sinis dari pihak mana pun selama memilih menetap di desa ini. Terlebih desa yang didiaminya sekarang memiliki beberapa sumber kehidupan yang bisa digarap untuk menunjang ekonomi keluarga dan masyarakat.

“Di desa ini tidak hanya pertanian, peternakan dan perkebunan. Tetapi juga faktor kelautan dan wisatanya yang bisa dikelola sebagai sumber kehidupan warganya. Namun saya dan orang tua masih fokus pada sektor pertanian dan peternakan” ungkapnya (Raden’t)

Tags: Dompu
Share11SendShare
Siasat ID

Siasat ID

surel: siasatindonesia [at] gmail.com

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Agustus 1, 2023
Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Agustus 26, 2022

PERNYATAAN SIKAP ATAS TINDAKAN OKNUM APARAT YANG MEMASUKI PASTORAN KATEDRAL TIGA RAJA MIMIKA TANPA IZIN DAN ETIKA

April 28, 2026
DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

1
Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

1
Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

1
NGO Desak Kapolda NTB Perintahkan Penahanan Adik Mantan Gubernur

NGO Desak Kapolda NTB Perintahkan Penahanan Adik Mantan Gubernur

Juni 8, 2026

Haul Akbar Syeikh Yusuf dan Syeikh Samman Satukan Ulama dan Umara di Maros

Juni 8, 2026

Marhaenisme Bung Karno: Obat Rakyat Kecil Lawan Ketimpangan & Hoax di Era Digital

Juni 7, 2026
Siasat

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Navigate Site

  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In