• Latest
  • Trending
  • All
Kisah Desa Cempi Jaya Dalam Lipatan Memori

Kisah Desa Cempi Jaya Dalam Lipatan Memori

November 20, 2023

Senator PFM: Operasi 49 Alat Berat di Imeko Ilegal, Stop Sebelum Ada Izin

April 21, 2026

Dugaan Korupsi Keuangan MRP PBD, DAP Doberai: Temuan Pansus LKPJ Gubernur Pintu Masuk Periksa Seklis MRP

April 21, 2026

Kenapa Senator PFM Fokus Berantas Korupsi di PBD? Karena Uang Rakyat Di Curi ( Korupsi) oleh Oknum Pejabat di PBD

April 21, 2026

Senator PFM Minta Wapres Gibran Selesaikan 310 Rumah Jokowi yang Belum Selesai di Sorong

April 21, 2026

Momen Hari Kartini 2026, Monika Priska Wanma: Perempuan Asli Papua Harus Rebut Peluang di Industri, Tambang, dan Konstruksi

April 21, 2026

Di Hadapan Wapres, Sekjend Forum Alumni Pimpinan Cipayung Dorong Pemerintah Bangun BLK Secara Masif

April 21, 2026

Forum Alumni Pimpinan Cipayung Mimika, Apresiasi kedatangan Wapres Di Papua Tengah Mimika

April 21, 2026

ANATOMI OTSUS DI PAPUA TENGAH: ANTARA ILUSI ARITMATIKADAN PENYANDERAAN KEWENANGAN

April 21, 2026

GMNI DKI Jakarta: MDCP RI–AS Jangan Jadi Pintu Ketergantungan Pertahanan

April 20, 2026

Dana Jemaat Raib Rp28,8 M hingga Teror Pinjol, YPKIM Sebut Konsumen Keuangan Belum Terlindungi

April 20, 2026

Soroti Dana Kompensasi KLH Rp10 Miliar, Tokoh Intelektual Raja Ampat Minta MRP PBD Beberkan Rincian

April 20, 2026

Pemuda Adat Kamoro Apresiasi Kunjungan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dan Dorong Agenda Strategis Pembangunan Berbasis Adat

April 20, 2026
  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan
Selasa, April 21, 2026
  • Login
Siasat
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya
No Result
View All Result
Siasat
No Result
View All Result
Home Budaya

Kisah Desa Cempi Jaya Dalam Lipatan Memori

in Budaya
0
Kisah Desa Cempi Jaya Dalam Lipatan Memori
28
SHARES
310
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Dompu, Siasat ID – Sebuah desa akan berlindan kisah dan meninggalkan jejak pada warganya seiring dengan berkembangnya zaman. Dinamika dan turbulensinya dengan waktu kadang tidak terhindarkan. Ada yang bisa dikenang, namun tidak sedikit terlupakan dalam lipatan ingatan warganya.

Sebagaimana kisah Desa Cempi Jaya yang pernah menjadi bagian dari Desa Adu belasan tahun silam. Salah satu desa yang menjadi bagian dari Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat ini dihuni oleh berbagai latar belakang warganya.

RelatedPosts

Mudik dari Bali: ke Jawa, ke Lombok

Simfoni Hidup Kaum Rebahan

Kerukunan Kampung Maluku Tenggara di Mimika, Papua Tengah Gelar Acara Badendang Sebagai Wadah Silaturahmi

Warganya sangat heterogen dalam pengertian mereka yang mendiami desa ini berasal dari berbagai kampung, baik dari kampung yang berada di Kabupaten Dompu juga tidak sedikit berasal dari Kabupaten Bima. Desa ini mula-mula adalah dusun dari salah satu desa tertua di selatan Dompu yakni Desa Adu.

Setelah memenuhi syarat untuk mekar dan berdiri sendiri, akhirnya menjadi desa yang mandiri secara administrasi. Maka desa hasil pemekaran ini diberi kesempatan untuk mengatur kehidupan rumah tangganya sendiri.

Namun sebagaimana umumnya desa dari hasil pemekaran, tentu saja warganya berasal dari berbagai tempat. Sebut saja beberapa dusun yang merupakan asal muasal warganya seperti Dusun Teta, Dusun Wawo, Dusun Langgudi, Dusun Roi, Dusun Ngali dan Dusun Doro Toi. Terkecuali dusun yang terakhir yang disinyalir berasal dari nama kampung di Kabupaten Dompu, sementara lima dari dusunnya merupakan nama kampung yang berada di Kabupaten Bima. Walau begitu, masyarakatnya sudah membaur satu sama lain yang tidak sepenuhnya mengindentikkan nama kampung asalnya.

Ini menunjukkan masyarakatnya sangatlah ‘heterogen’ karena berasal dari berbagai tempat. Sehingga hal ini sangat mempengaruhi interaksi antar warga di dalamnya. Saling menghormati dan menghargai satu sama lain dalam menumbuhkan kesadaran sebagai warga masyarakat sangat terlihat di desa ini. Jadi tidak ada ungkapan warga asli dan warga pendatang sebagaimana umumnya terjadi wilayah lain.

“Walaupun masyarakatnya dari berbagai desa namun tetap harmonis dan aman. Tidak ada gesekan yang bisa memicu perkelahian massal. Kalau pun ada cekcok, itu cepat diselesaikan dengan cara kekeluargaan” ungkap Ahmad (35) yang berasal dari Kandai Dua Kabupaten Dompu.

Sebagaimana umumnya warga lain, Ahmad tidak lahir dan besar di Desa Cempi Jaya. Ia datang dan tinggal di desa ini karena menikah dengan perempuan yang kini menjadi istrinya yang berasal dari sebuah kampung di Kabupaten Bima.

“Apa yang saya rasakan, demikian pula yang dialami oleh mereka yang baru pertama kali tinggal di desa ini sebelum mereka benar-benar memilih menetap” ujarnya

Hal senada dikisahkan Ibrahim (32) yang orang tuanya berasal dari Desa Teta, Kecamatan Lambitu, Kabupaten Bima. Orang tuanya memilih menetap di Desa Cempi Jaya setelah memiliki tanah garapan di desa ini. Ini tidak mengherankan, karena lahan persawahan mengelilingi perkampungan dapat menarik perhatian banyak orang untuk memilih menetap dan beranak pinak di desa ini.

“Setelah melihat lahan pertanian yang cukup luas, orang tua saya akhirnya memilih tinggal dan menetap di sini” terangnya

Bagi Rante demikian dirinya disapa, merasa aman dan nyaman tinggal di desa yang tidak jauh dari pantai Ngampa ini. Menurutnya, kehidupan yang dijalaninya sebagai orang yang berasal dari wilayah lain, tidak lantas membuat dia dan keluarganya di pandang sebelah mata.

Bahkan nampak tidak ada perbedaan dan pandangan sinis dari pihak mana pun selama memilih menetap di desa ini. Terlebih desa yang didiaminya sekarang memiliki beberapa sumber kehidupan yang bisa digarap untuk menunjang ekonomi keluarga dan masyarakat.

“Di desa ini tidak hanya pertanian, peternakan dan perkebunan. Tetapi juga faktor kelautan dan wisatanya yang bisa dikelola sebagai sumber kehidupan warganya. Namun saya dan orang tua masih fokus pada sektor pertanian dan peternakan” ungkapnya (Raden’t)

Tags: Dompu
Share11SendShare
Siasat ID

Siasat ID

surel: siasatindonesia [at] gmail.com

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Agustus 1, 2023
Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Agustus 26, 2022

Rolling Jabatan di Mimika Dipertanyakan, GMNI: Dimana Keterlibatan OAP Dimana Hak Kesulungan Amungme, Kamoro, dan 5 Suku Kerabat

Maret 11, 2026
DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

1
Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

1
Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

1

Senator PFM: Operasi 49 Alat Berat di Imeko Ilegal, Stop Sebelum Ada Izin

April 21, 2026

Dugaan Korupsi Keuangan MRP PBD, DAP Doberai: Temuan Pansus LKPJ Gubernur Pintu Masuk Periksa Seklis MRP

April 21, 2026

Kenapa Senator PFM Fokus Berantas Korupsi di PBD? Karena Uang Rakyat Di Curi ( Korupsi) oleh Oknum Pejabat di PBD

April 21, 2026
Siasat

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Navigate Site

  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In