
TIMIKA – Bertepatan dengan momentum Hari Kartini 2026, Ketua Pengembangan SDM Orang Asli Papua (OAP) sekaligus Koordinator Antar Lembaga pada Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Idaman Karya Mandiri, Monika Priska Wanma, mengajak perempuan asli Papua untuk mengambil peluang di sektor industri, pertambangan, dan konstruksi.
“Habis Gelap Terbitlah Terang harus kita wujudkan dengan keberanian perempuan Papua masuk ke bidang-bidang yang selama ini didominasi laki-laki. Jangan takut ambil peluang di industri, tambang, dan konstruksi,” kata Monika dalam keterangan tertulis, Selasa (21/4/2026).
Kartini di Tanah Papua: Berani Ambil Keahlian Baru
Monika menegaskan semangat Kartini di era modern adalah keberanian melampaui batas. Bagi perempuan asli Papua, kata dia, itu berarti berani menguasai hard skill dan soft skill yang dibutuhkan dunia kerja profesional.
“Jika Raden Ajeng Kartini menyalakan terang dengan pena dan pikiran, maka hari ini perempuan Papua menyalakan terang dengan helm K3, dengan sertifikat kompetensi, dan dengan keberanian duduk sejajar di ruang-ruang teknis,” ujarnya.
Ia menyebut Kartini dan Sarinah Bung Karno adalah satu tarikan napas: perempuan sebagai penggerak peradaban. “Sarinah itu perempuan yang berani berjuang. Di Papua, Sarinah hadir dalam adik-adik saya yang mau ikut pelatihan, dapat sertifikat, dan bersaing mengisi posisi di industri maupun pemerintahan sesuai keahlian masing-masing,” tegas Monika.

Fokus LPK Idaman Karya Mandiri: Cetak SDM OAP Bersertifikat
LPK Idaman Karya Mandiri yang didirikan Idam Khalid, kata Monika, fokus pada pelatihan kompetensi di bidang industri, pertambangan, dan konstruksi. Sasaran utama adalah putra-putri OAP agar mampu bersaing dan mengisi posisi strategis.
“Tujuan kami jelas: memberikan pelatihan kerja dan keahlian hard skill dan soft skill, serta sertifikasi K3. Dengan sertifikat, anak-anak Papua punya daya tawar. Tidak lagi jadi penonton di tanah sendiri,” jelasnya.
Menurut Monika, tiga sektor tersebut masih minim keterlibatan perempuan asli Papua. Padahal peluang terbuka lebar, mulai dari operator alat berat bersertifikat, teknisi K3, pengawas konstruksi, hingga posisi administrasi teknik di perusahaan tambang dan BUMN.
Tiga Kerja Nyata untuk Perempuan Papua versi LPK Idaman Karya Mandiri
Sejalan dengan semangat Kartini dan Trisakti Bung Karno, Monika menyebut LPK Idaman Karya Mandiri menjalankan tiga kerja nyata:
- Berdaulat di Bidang Kompetensi: Mendorong perempuan OAP ikut pelatihan bersertifikat nasional agar tidak bergantung dan bisa memilih pekerjaan.
- Berdikari di Bidang Ekonomi: Membuka akses kerja di industri-tambang-konstruksi dengan bekal hard skill dan sertifikasi K3, bukan hanya UMKM.
- Berkepribadian dalam Kebudayaan: Tetap menjadi perempuan Papua yang berakar adat, tetapi cakap teknologi dan keselamatan kerja.
“Habis gelap, terbitlah terang—dan kami pastikan cahaya itu sampai ke asrama putri, ke kampung-kampung. Perempuan Papua adalah kekuatan, adalah harapan, dan adalah masa depan Tanah Papua,” ujar Monika.
Ajak Adik-Adik Perempuan Papua Daftar Pelatihan
Menutup pernyataannya, Monika mengajak seluruh perempuan asli Papua, khususnya generasi muda, memanfaatkan momentum Hari Kartini untuk mendaftar pelatihan.
“Untuk adik-adik saya perempuan asli Papua: lihat peluang ini. Dunia industri, tambang, konstruksi juga milik kita. Ambil sertifikat K3-mu. Kuasai keahlianmu. Kita harus berani mengisi posisi-posisi itu. Jangan takut, karena Kartini mengajarkan kita untuk berani,” pungkasnya.





