• Latest
  • Trending
  • All

GMNI DKI Jakarta: MDCP RI–AS Jangan Jadi Pintu Ketergantungan Pertahanan

April 20, 2026

Dana Jemaat Raib Rp28,8 M hingga Teror Pinjol, YPKIM Sebut Konsumen Keuangan Belum Terlindungi

April 20, 2026

Soroti Dana Kompensasi KLH Rp10 Miliar, Tokoh Intelektual Raja Ampat Minta MRP PBD Beberkan Rincian

April 20, 2026

Pemuda Adat Kamoro Apresiasi Kunjungan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dan Dorong Agenda Strategis Pembangunan Berbasis Adat

April 20, 2026
Ketum DPP IMORI: Ketum PB IPSI Sugiono Sosok Tepat Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Ketum DPP IMORI: Ketum PB IPSI Sugiono Sosok Tepat Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

April 19, 2026

KNPI Desak Bupati Jayawijaya Segera Evaluasi Jabatan Direktur RSUD Wamena dan Kapus Asologaima.

April 18, 2026

OPINI: GUGATAN ETIS DARI PUNCAK; POTRET BURAM NEKROPOLITIK DI PAPUA TENGAH

April 18, 2026

PENGURUS DAERAH KARANG TARUNA MIMIKA Apresiasi Dukungan Dinas Sosial dan Koorwil Papua

April 17, 2026

GMNI Mimika Apresiasi Dinas Koperasi dan BRIDA, Dorong Kolaborasi Riset untuk UMKM

April 17, 2026

GSNI Lumajang Kobarkan Semangat Nasionalisme Melalui Seminar “Rise of Young Patriots

April 16, 2026

“Terkuak! Dugaan ‘Permainan Kotor’ di Balik Proyek Jila, Nama OAP Diduga Dipakai!”

April 16, 2026

DEWAN ADAT DAERAH MIMIKA PAPUA TENGAH PERSIAPKAN KONFERENSI WILAYAH MEEPAGO TAHUN 2026

April 15, 2026

Menuju Lomba Dayung, Pembersihan Kolam Nawaripi Masuki Tahap Akhir

April 15, 2026
  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan
Senin, April 20, 2026
  • Login
Siasat
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya
No Result
View All Result
Siasat
No Result
View All Result
Home Uncategorized

GMNI DKI Jakarta: MDCP RI–AS Jangan Jadi Pintu Ketergantungan Pertahanan

in Uncategorized
0
23
SHARES
261
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

JAKARTA, – DPD Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) DKI Jakarta meminta pemerintah memastikan kerja sama Major Defense Cooperation Partnership (MDCP) Indonesia–Amerika Serikat tidak menimbulkan ketergantungan teknologi dan operasional yang menggerus kedaulatan.

Desakan itu disampaikan GMNI DKI menanggapi penandatanganan Joint Statement on Establishment of the U.S.–Indonesia Major Defense Cooperation Partnership pada 13 April 2026. Menurut GMNI, dokumen tersebut bukan sekadar simbol kerja sama bilateral, tetapi perluasan arsitektur keamanan regional yang berdampak jangka panjang.

RelatedPosts

Dana Jemaat Raib Rp28,8 M hingga Teror Pinjol, YPKIM Sebut Konsumen Keuangan Belum Terlindungi

Soroti Dana Kompensasi KLH Rp10 Miliar, Tokoh Intelektual Raja Ampat Minta MRP PBD Beberkan Rincian

Pemuda Adat Kamoro Apresiasi Kunjungan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dan Dorong Agenda Strategis Pembangunan Berbasis Adat

“MDCP tidak boleh direduksi hanya sebagai peningkatan kapasitas militer. Harus dianalisis kritis dalam perspektif kedaulatan negara, hukum internasional, dan kepentingan nasional strategis,” kata Ketua DPD GMNI DKI Jakarta, Deodatus Sunda Se, dalam keteranganya secara tertulis, Senin (20/4/2026).

Soroti Interoperabilitas dan Risiko Ketergantungan
GMNI menilai MDCP sebagai guiding framework yang mencakup modernisasi militer, pendidikan dan pelatihan, latihan bersama, hingga pengembangan teknologi pertahanan maritim, bawah laut, dan sistem otonom. Secara teknis, kata GMNI, kerja sama itu mengarah pada peningkatan interoperability dan integrasi sistem pertahanan.

“Secara normatif didasarkan pada mutual respect dan national sovereignty, dalam praktiknya terdapat potensi ketergantungan struktural yang dapat mengurangi kemandirian strategis nasional,” ujar Deodatus.

Ia juga menyoroti wacana turunan seperti akses lintas udara militer. Menurut GMNI, hal itu berpotensi menggeser kerja sama strategis menjadi ketergantungan operasional yang mengurangi kontrol penuh negara atas wilayah kedaulatan.

Rujuk Deklarasi Djuanda dan UNCLOS 1982
GMNI menegaskan, sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki kedaulatan penuh atas perairan kepulauan dan ruang udara di atasnya sebagaimana Deklarasi Djuanda 1957 dan UNCLOS 1982. Hak lintas Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) bersifat terbatas dan tidak dapat ditafsirkan sebagai kebebasan absolut untuk operasi militer tanpa persetujuan negara.

“Tidak terdapat konsep hak lintas militer otomatis dalam hukum internasional tanpa persetujuan eksplisit dari negara berdaulat,” tegas Deodatus.

Rekomendasi: Case-by-Case Approval, Tolak Blanket Access
GMNI DKI Jakarta menyampaikan 10 poin rekomendasi strategis. Beberapa di antaranya:

  1. Menegaskan4 kedaulatan penuh atas wilayah laut dan udara;
  2. Memastikan implementasi MDCP berbasis case-by-case approval, bukan akses otomatis;
  3. Mendorong transfer teknologi nyata tanpa pembatasan struktural;
  4. Memperkuat industri pertahanan nasional dan riset domestik;
  5. Diversifikasi kerja sama pertahanan untuk hindari ketergantungan;
  6. Menolak akses bebas atau blanket access militer asing;
  7. Tidak mengubah mekanisme persetujuan menjadi pemberitahuan;
  8. Tidak menjadikan Indonesia simpul operasi militer global;
  9. Menjaga politik luar negeri bebas aktif.

“Indonesia bukan sekadar jalur lintas global atau objek kepentingan militer internasional, melainkan negara berdaulat penuh,” kata Deodatus.

GMNI juga mengingatkan prinsip Trisakti Bung Karno: berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi termasuk industri pertahanan, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Menurutnya, ketergantungan pada sistem, teknologi, dan doktrin asing bertentangan dengan semangat kemandirian nasional.

Pemerintahan sebelumnya menyebut kerja sama pertahanan dengan AS saling menguntungkan, menghormati kedaulatan, dan sejalan dengan politik bebas aktif.

Share9SendShare
Redaksi Papua

Redaksi Papua

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Agustus 1, 2023
Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Agustus 26, 2022

Rolling Jabatan di Mimika Dipertanyakan, GMNI: Dimana Keterlibatan OAP Dimana Hak Kesulungan Amungme, Kamoro, dan 5 Suku Kerabat

Maret 11, 2026
DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

1
Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

1
Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

1

GMNI DKI Jakarta: MDCP RI–AS Jangan Jadi Pintu Ketergantungan Pertahanan

April 20, 2026

Dana Jemaat Raib Rp28,8 M hingga Teror Pinjol, YPKIM Sebut Konsumen Keuangan Belum Terlindungi

April 20, 2026

Soroti Dana Kompensasi KLH Rp10 Miliar, Tokoh Intelektual Raja Ampat Minta MRP PBD Beberkan Rincian

April 20, 2026
Siasat

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Navigate Site

  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In