• Latest
  • Trending
  • All

Narasi Kedaulatan Pangan Dinilai Tak Sejalan dengan Realitas Lapangan

Mei 4, 2026

Vinsensius Apoka Koordinasikan Pembentukan Karang Taruna hingga 133 Kampung di Mimika

Mei 4, 2026

Ilusi Penghargaan di Tengah Defisit Keamanan: Menakar Kontradiksi Antara Apresiasi Administratif dan Realitas Kamtibmas di Mimika

Mei 4, 2026

Koordinasi Karang Taruna Mimika dan Dinas Perikanan Dukung Program Ternak Ikan Air Tawar

Mei 4, 2026

Made Hiroki Paparkan Hasil Kajian dan Solusi Penanganan Sampah di Tempat Pembuangan Akhir [TPA] Tabanan ke Pemerintah Kabupaten

Mei 4, 2026

Temui DLH Tabanan, Made Hiroki Umumkan Mesin Pirolisis Sampah Kapasitas 100 Ton

Mei 2, 2026

May Day 2026, Fraksi PDIP Bekasi: Buruh Sokoguru Ekonomi, Tolak Politik Upah Murah

Mei 2, 2026

Koordinasi Karang Taruna Mimika Matangkan Persiapan Presentasi Program Kerja di Dinas Sosial

Mei 2, 2026

Krisis Tersembunyi Dibalik Anggaran Besar, DPP GMNI Soroti Ketimpangan Sistem Pendidikan Nasional.

Mei 2, 2026

Kesejahteraan Pendidik Sebagai Fondasi Martabat Pendidikan Nasional

Mei 2, 2026

Syamsul Hariyanto DPRD Tangsel Fraksi PDIP: RTRW Tangsel Harus Jadi Kontrak Sosial 20 Tahun untuk Warga

Mei 1, 2026

Amin Napitupulu Di Hari Buruh: Setiap Keringat Pekerja adalah Bagian dari Pembangunan Negeri

Mei 1, 2026
PNM Akan Dikelola Kementerian Keuangan, GMNI : PNM Harus Tetap Dengan Wajah Aslinya

PNM Akan Dikelola Kementerian Keuangan, GMNI : PNM Harus Tetap Dengan Wajah Aslinya

April 30, 2026
  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan
Senin, Mei 4, 2026
  • Login
Siasat
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya
No Result
View All Result
Siasat
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Narasi Kedaulatan Pangan Dinilai Tak Sejalan dengan Realitas Lapangan

in Uncategorized
0
23
SHARES
260
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

JAKARTA, 3 Mei 2026 — Di tengah gencarnya narasi kedaulatan pangan, sejumlah kalangan menilai berbagai kebijakan justru memunculkan persoalan baru, mulai dari alih fungsi lahan hingga menyempitnya ruang berpikir kritis. Hal itu mengemuka dalam diskusi publik yang digelar Institut Marhaenisme 27 (IM27) bersama Algemene Studyclub bertajuk “Fatamorgana Lumbung Pangan: Menelan Lahan, Memenjarakan Pikiran”, Minggu (3/5/2026).

Sekretaris Jenderal PP Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA), Saiful Wathoni, menilai data pangan yang disampaikan pemerintah tidak konsisten dan sulit dijadikan acuan. Menurut dia, angka produksi dan ketersediaan pangan kerap berubah dan tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan.

RelatedPosts

Vinsensius Apoka Koordinasikan Pembentukan Karang Taruna hingga 133 Kampung di Mimika

Ilusi Penghargaan di Tengah Defisit Keamanan: Menakar Kontradiksi Antara Apresiasi Administratif dan Realitas Kamtibmas di Mimika

Koordinasi Karang Taruna Mimika dan Dinas Perikanan Dukung Program Ternak Ikan Air Tawar

Ia menyoroti penyempitan lahan pertanian rakyat yang seharusnya menjadi basis utama lumbung pangan. “Lahan semakin menyempit akibat monopoli dan perampasan tanah,” ujarnya.

Thoni juga menyinggung penyitaan lebih dari 5 juta hektar lahan melalui Satgas PKH pada era Prabowo Subianto. Ia menyebut lahan yang terdampak tidak hanya milik korporasi, tetapi juga mencakup tanah produktif milik rakyat.

Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945 tidak berjalan sebagaimana mestinya. Negara dinilai hanya menguasai sumber-sumber agraria tanpa memastikan pemanfaatannya untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Ia juga mengkritik skema hak pengelolaan lahan (HPL) yang dinilai memperluas kontrol negara hingga menyerupai kepemilikan.

“Berbagai instrumen seperti agrinas, Satgas PKH, dan bank tanah menunjukkan kecenderungan negara sebagai tuan tanah,” kata Thoni.

Sementara itu, Direktur Eksekutif IM27, Deodatus Sunda Se, menambahkan, terdapat ketimpangan antara klaim surplus pangan dengan realitas harga beras yang tetap tinggi. Ia mengutip pernyataan Feri Amsari yang mempertanyakan validitas data pemerintah di tengah menyusutnya lahan sawah.

“Jika produksi tinggi, mengapa harga beras tetap mahal,” ujarnya.

Dendy juga menilai pemerintah belum mampu menjelaskan perbedaan antara data dan kondisi lapangan, yang menurutnya dipengaruhi praktik mafia komoditas. Selain itu, ia menyoroti meningkatnya tekanan terhadap akademisi yang menyampaikan kritik, terutama sejak periode kedua pemerintahan Joko Widodo hingga masa pemerintahan Prabowo.

Ia menilai arah kebijakan agraria semakin menjauh dari semangat Undang-Undang Pokok Agraria Nomor 5 Tahun 1960. Distribusi tanah dinilai kian sulit di tengah menyusutnya lahan dan dominasi sektor industri serta perkebunan.

Lebih lanjut, Dendy mengingatkan potensi konflik vertikal dalam pengelolaan agraria yang melibatkan berbagai institusi, termasuk peran TNI, kementerian, dan skema korporasi seperti agrinas. Model tersebut dinilai berpotensi berbenturan dengan prinsip koperasi yang menekankan pengelolaan kolektif.

Diskusi ini menegaskan adanya kesenjangan antara narasi kedaulatan pangan dan realitas di lapangan, mulai dari persoalan data, penyempitan lahan, hingga arah kebijakan yang dinilai menjauh dari mandat konstitusi.

Share9SendShare
Redaksi Papua

Redaksi Papua

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Agustus 1, 2023
Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Agustus 26, 2022

PERNYATAAN SIKAP ATAS TINDAKAN OKNUM APARAT YANG MEMASUKI PASTORAN KATEDRAL TIGA RAJA MIMIKA TANPA IZIN DAN ETIKA

April 28, 2026
DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

1
Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

1
Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

1

Vinsensius Apoka Koordinasikan Pembentukan Karang Taruna hingga 133 Kampung di Mimika

Mei 4, 2026

Ilusi Penghargaan di Tengah Defisit Keamanan: Menakar Kontradiksi Antara Apresiasi Administratif dan Realitas Kamtibmas di Mimika

Mei 4, 2026

Koordinasi Karang Taruna Mimika dan Dinas Perikanan Dukung Program Ternak Ikan Air Tawar

Mei 4, 2026
Siasat

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Navigate Site

  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In