
TABANAN – Aktivis lingkungan sekaligus Direktur PT Aksara Cristy Legal, Made Hiroki, menggelar diskusi bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tabanan terkait pengelolaan lingkungan yang lebih efektif dan berkelanjutan, Kamis (1/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Made Hiroki juga mengumumkan secara resmi desain dan rancangan mesin pengolahan sampah berbasis teknologi pirolisis bernama “SOLUSI AKSARA”. Mesin berkapasitas besar 50–100 ton per 6 jam itu diklaim sebagai solusi nyata permasalahan sampah di Indonesia, khususnya Bali.
“Mesin ini dirancang sebagai solusi nyata, terukur, dan berkelanjutan dalam menjawab permasalahan sampah di Indonesia, khususnya di Bali,” ujar Made Hiroki.
Ia menjelaskan, SOLUSI AKSARA menggunakan sistem tanpa pembakaran dan tanpa asap. “Emisi hanya uap air. Ramah lingkungan, minim residu, dengan output bernilai guna berupa abu keramik untuk paving block,” kata Made Hiroki yang juga Owner PT Aksara Cristy Legal.

Dengan sistem pemanasan efisien hanya sekitar 40 menit dan teknologi pengolahan modern, mesin ini disebut menjadi langkah strategis menuju pengelolaan sampah yang lebih cepat, bersih, dan berkelanjutan.
“Proses perancangan dan pembangunan mesin akan dimulai pada akhir April 2026,” ungkapnya.
Made Hiroki menambahkan, melalui inovasi ini PT Aksara Cristy Legal ingin berkontribusi langsung mendukung program pemerintah. “Bali Bersih Sampah dan Indonesia Bebas Krisis Sampah,” tegasnya.
Diskusi dengan DLH Tabanan sendiri berfokus pada pengelolaan sampah, peningkatan sistem, dan kolaborasi nyata pemerintah-masyarakat. “Langkah kecil hari ini untuk perubahan besar ke depan. Kami berdiskusi, bertukar ide, dan menyusun arah solusi,” ujar Made Hiroki.
Ia berharap pertemuan ini melahirkan aksi berdampak langsung bagi warga dan lingkungan. DLH Tabanan sebelumnya mendorong pengurangan sampah dari sumber serta penguatan bank sampah desa.





