• Latest
  • Trending
  • All

ANATOMI OTSUS DI PAPUA TENGAH: ANTARA ILUSI ARITMATIKADAN PENYANDERAAN KEWENANGAN

April 21, 2026

Momen Hari Kartini 2026, Monika Priska Wanma: Perempuan Asli Papua Harus Rebut Peluang di Industri, Tambang, dan Konstruksi

April 21, 2026

Di Hadapan Wapres, Sekjend Forum Alumni Pimpinan Cipayung Dorong Pemerintah Bangun BLK Secara Masif

April 21, 2026

Forum Alumni Pimpinan Cipayung Mimika, Apresiasi kedatangan Wapres Di Papua Tengah Mimika

April 21, 2026

GMNI DKI Jakarta: MDCP RI–AS Jangan Jadi Pintu Ketergantungan Pertahanan

April 20, 2026

Dana Jemaat Raib Rp28,8 M hingga Teror Pinjol, YPKIM Sebut Konsumen Keuangan Belum Terlindungi

April 20, 2026

Soroti Dana Kompensasi KLH Rp10 Miliar, Tokoh Intelektual Raja Ampat Minta MRP PBD Beberkan Rincian

April 20, 2026

Pemuda Adat Kamoro Apresiasi Kunjungan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dan Dorong Agenda Strategis Pembangunan Berbasis Adat

April 20, 2026
Ketum DPP IMORI: Ketum PB IPSI Sugiono Sosok Tepat Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Ketum DPP IMORI: Ketum PB IPSI Sugiono Sosok Tepat Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

April 19, 2026

KNPI Desak Bupati Jayawijaya Segera Evaluasi Jabatan Direktur RSUD Wamena dan Kapus Asologaima.

April 18, 2026

OPINI: GUGATAN ETIS DARI PUNCAK; POTRET BURAM NEKROPOLITIK DI PAPUA TENGAH

April 18, 2026

PENGURUS DAERAH KARANG TARUNA MIMIKA Apresiasi Dukungan Dinas Sosial dan Koorwil Papua

April 17, 2026

GMNI Mimika Apresiasi Dinas Koperasi dan BRIDA, Dorong Kolaborasi Riset untuk UMKM

April 17, 2026
  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan
Selasa, April 21, 2026
  • Login
Siasat
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya
No Result
View All Result
Siasat
No Result
View All Result
Home Uncategorized

ANATOMI OTSUS DI PAPUA TENGAH: ANTARA ILUSI ARITMATIKADAN PENYANDERAAN KEWENANGAN

in Uncategorized
0
27
SHARES
296
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp


Oleh: Louis Fernando Afeanpah (Ketua Cabang GMKI Timika 2024–2026)
Kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke jantung Papua Tengah dari Nabire hingga
Timika menyisakan sebuah pertanyaan besar di balik riuh rendah seremoni: Apakah Otonomi
Khusus (Otsus) benar-benar telah menjadi “ruh” bagi pembangunan kita, atau sekadar menjadi
kosmetik administratif bagi sebuah provinsi baru? Jika kita membedah realitas di lapangan
melalui kacamata kebijakan yang jernih, kita akan menemukan bahwa Otsus di Papua Tengah
sedang terjebak dalam dua kegagalan struktural: Kegagalan Ikhtiar (Pendanaan) dan
Kegagalan Azas (Kewenangan).

RelatedPosts

Momen Hari Kartini 2026, Monika Priska Wanma: Perempuan Asli Papua Harus Rebut Peluang di Industri, Tambang, dan Konstruksi

Di Hadapan Wapres, Sekjend Forum Alumni Pimpinan Cipayung Dorong Pemerintah Bangun BLK Secara Masif

Forum Alumni Pimpinan Cipayung Mimika, Apresiasi kedatangan Wapres Di Papua Tengah Mimika


Jebakan Segregasi, Mengapa Anggaran Besar Terasa Kecil?
Pemerintah pusat seringkali membanggakan angka triliunan yang digelontorkan untuk Otsus.
Namun, di Papua Tengah, kita menyaksikan sebuah Paradoks Aritmatika. Ketika alokasi dana
Otsus masih menggunakan mekanisme segregasi (pembagian yang memecah-belah), dampak
nyata di akar rumput justru mengalami penyusutan sistematis.


Mari kita jujur secara intelektual: Jika alokasi dana yang tampak besar itu harus melewati proses
pembagian berlapis dari pusat ke provinsi baru, lalu dibagi lagi ke kabupaten-kabupaten di
bawahnya maka stimulasi pendanaan yang sampai ke sektor krusial menjadi sangat tipis. Negara
menuntut “percepatan” pembangunan di DOB, namun memberikan nutrisi pendanaan yang
sudah terfragmentasi dan habis terbagi untuk operasional birokrasi baru. Akibatnya,
kemanfaatan layanan publik menjadi tidak tuntas. Kita dipaksa untuk lari cepat, namun hanya
diberi asupan nutrisi yang minim.


Prioritas yang Terbalik, Hunian ASN vs Keselamatan Rakyat
Instruksi Wapres di Nabire untuk mempercepat pembangunan hunian ASN demi “efektivitas
pemerintahan” adalah potret nyata dari prioritas yang terbalik. Sangat ironis ketika negara begitu
cemas pada kenyamanan logistik para birokratnya, namun seolah kehilangan urgensi dalam
merespons tragedi kemanusiaan di Puncak yang menimpa warga sipil.
Efektivitas pemerintahan DOB tidak seharusnya diukur dari seberapa cepat rumah-rumah dinas
berdiri, melainkan dari seberapa efektif negara menjamin hak hidup masyarakatnya.
Pembangunan fisik yang dikejar tayang ini menunjukkan bahwa pemerintah pusat masih
terjebak dalam Berhala Teknokrasi: memuja gedung dan fasilitas, sembari abai pada luka
ontologis yang sedang menganga di pedalaman.


Sandera Kewenangan, Matinya Prinsip Lex Specialis
Secara azas, Otsus di Papua Tengah seharusnya tegak berdiri di atas prinsip Lex Specialis Legi
Derogat Lex Generali. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan hal yang sebaliknya.
Kewenangan daerah seolah-olah sedang “disandera” oleh ketidakpatuhan hukum yang kronis.
Sepanjang kewenangan Papua tetap dikooptasi oleh aturan-aturan sektoral dari pusat yang
bertentangan dengan UU Otsus, maka “kekhususan” kita hanyalah sekadar sebutan tanpa taji.
Kewenangan yang longgar ini membuat aturan lain bisa dipakai untuk bersanding dengan UU
Otsus, sehingga pemerintah daerah lumpuh dalam melindungi warga sipilnya sendiri dari
dampak kebijakan keamanan pusat. Tanpa pengetatan terhadap pelaksanaan azas ini, Otsus
hanyalah “macan kertas”.

Paradoks Alat Tulis di Tengah Krisis Kemanusiaan
Aksi Wapres Gibran yang mengajak anak-anak berbelanja buku di Mimika memang menyentuh
sisi humanis. Namun, secara dialektis, kita harus bertanya: Apa gunanya negara memastikan
anak-anak di pusat kota memiliki pensil baru, jika instrumen keamanan negara gagal menjamin
hak hidup anak-anak di Puncak? Kebaikan karitatif di kota tidak boleh menghapus dosa
struktural di pegunungan.


Aksi simbolik ini tidak boleh menjadi tabir asap bagi ketidakmampuan sistemik Otsus dalam
menyediakan layanan pendidikan dan kesehatan yang mandiri bagi lembaga seperti YPK/YPPK
yang kini melemah karena ketiadaan daya dukung finansial yang tuntas.
Menagih Kejujuran NegaraTransformasi Papua Tengah tidak akan pernah terwujud selama konfigurasi Otsus tidak
dikoreksi secara total.

Kita tidak butuh sekadar belanja buku atau percepatan hunian ASN. Kita
butuh Peninjauan Kembali (Review) terhadap mekanisme pembagian dana agar tidak lagi
tersegregasi, serta penegasan kewenangan agar UU Otsus benar-benar menjadi panglima.
Sebab, satu nyawa balita di pegunungan jauh lebih berharga daripada seribu hunian ASN di ibu
kota provinsi. Otsus akan diakui berdampak hanya apabila kewenangan dan uang terpenuhi
dalam maksud ikhtiar dan maksud azas yang jujur.


Ut Omnes Unum Sint!

Share11SendShare
Redaksi Papua

Redaksi Papua

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Agustus 1, 2023
Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Agustus 26, 2022

Rolling Jabatan di Mimika Dipertanyakan, GMNI: Dimana Keterlibatan OAP Dimana Hak Kesulungan Amungme, Kamoro, dan 5 Suku Kerabat

Maret 11, 2026
DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

1
Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

1
Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

1

Momen Hari Kartini 2026, Monika Priska Wanma: Perempuan Asli Papua Harus Rebut Peluang di Industri, Tambang, dan Konstruksi

April 21, 2026

Di Hadapan Wapres, Sekjend Forum Alumni Pimpinan Cipayung Dorong Pemerintah Bangun BLK Secara Masif

April 21, 2026

Forum Alumni Pimpinan Cipayung Mimika, Apresiasi kedatangan Wapres Di Papua Tengah Mimika

April 21, 2026
Siasat

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Navigate Site

  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In