• Latest
  • Trending
  • All

Tanah Papua Bukan Ruang Uji Kekuasaan: Ketua GMNI Mimika Kritisi Eskalasi Militer

Januari 20, 2026

“Akar Kegagalan Jakarta di Papua: Mengapa Aktivis Cipayung, BEM, dan KNPI Mulai Suarakan Papua Merdeka?”

April 29, 2026

YLBH Papua Tengah Desak Presiden Prabowo Minta Maaf Kepada Pihak Keuskupan Timika

April 29, 2026

DAD dan Korem 173/PVB Perkuat Ketahanan Pangan di Papua Tengah, Dorong Pangan Lokal dalam Program MBG

April 29, 2026

Salah satu Bakal Calon Ketua KNPI MIMIKA buka suara terkait Aksi agresif yang menghantui pemuka agama di mimika

April 29, 2026

TK/PAUD Merah Putih Nawaripi Terima Bantuan Printer dan ATK dari Pemerintah Kampung

April 29, 2026

PERNYATAAN SIKAP ATAS TINDAKAN OKNUM APARAT YANG MEMASUKI PASTORAN KATEDRAL TIGA RAJA MIMIKA TANPA IZIN DAN ETIKA

April 28, 2026

DPP GMNI MENDESAK KEMENTERIAN KEHUTANAN MENINJAU KEMBALI STATUS TAMAN NASIONAL MUTIS TIMAU

April 28, 2026

Darurat Sampah Bali, Made Hiroki Luncurkan Mesin “Solusi Aksara”: Olah 100 Ton Sehari Tanpa Asap Jadi Paving Block

April 28, 2026

Respons Aliansi Peduli Pengusaha Orang Asli Papua terhadap Sosialisasi Penguatan Peran PA, KPA, dan PPK di Mimika

April 28, 2026

“Otsus Papua Dinilai Mati, Arah Kebijakan Kini Ditentukan Investasi”

April 28, 2026

Soroti Oknum DPD RI, Made Hiroki Minta Tak Ada Intervensi Kasus Dugaan KDRT Rumah Tangganya

April 26, 2026

MENAGIH JANJI KEDEWASAAN; MENGAWAL MANDAT KONSTITUSIONAL CARETAKER KNPI MIMIKAOleh: Louis Fernando Afeanpah (Ketua Cabang GMKI Timika)

April 26, 2026
  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan
Kamis, April 30, 2026
  • Login
Siasat
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya
No Result
View All Result
Siasat
No Result
View All Result
Home Polhukam

Tanah Papua Bukan Ruang Uji Kekuasaan: Ketua GMNI Mimika Kritisi Eskalasi Militer

in Polhukam
0
38
SHARES
427
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

TIMIKA, 8 Januari 2026 — Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Mimika, Kristo Toffy, melontarkan kritik mendasar terhadap eskalasi militer di Tanah Papua yang dinilai tidak menyentuh akar persoalan, bahkan kian mempersempit ruang hidup masyarakat sipil. Dalam pandangannya, Papua tidak boleh diperlakukan sebagai ruang uji kekuasaan negara, melainkan sebagai rumah kehidupan manusia yang bermartabat.

Kristo Toffy secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap seruan Uskup Keuskupan Timika yang mendorong penyelesaian persoalan Papua melalui dialog damai dan bermartabat, bukan pendekatan keamanan sepihak yang sarat kekerasan struktural. Pernyataan ini disampaikan melalui keterangan tertulis pada Selasa (8/1/2026), sebagai respons atas meningkatnya kehadiran aparat keamanan di sejumlah wilayah Papua, termasuk Kabupaten Mimika.

RelatedPosts

DPC GMNI Jayawijaya Minta Gubernur Papua Pegunungan Konsisten pada Hasil Seleksi DPR Otsus

DPP GMNI Desak Presiden dan DPR Segera Sahkan RUU PPRT

Komisi II DPRK Mimika Tinjau Fasilitas Peternakan, Adrian Andhika Thie Dorong Program Berbasis Dampak dan Kesejahteraan Peternak

Sikap GMNI Mimika ini menandai posisi kritis organisasi mahasiswa terhadap kebijakan negara yang selama ini lebih mengedepankan pendekatan militeristik ketimbang pendekatan kemanusiaan dan keadilan sosial.

Menurut Toffy, eskalasi militer yang masif telah membawa dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat adat Papua. Aktivitas dasar seperti berkebun, berburu, dan mobilitas antar-kampung kini dijalani dalam bayang-bayang rasa takut akibat operasi pengamanan yang intens dan berlarut.

“Perubahan sistem seperti ini membatasi ruang gerak masyarakat sipil dan membunuh kehidupan secara perlahan,” tegas Toffy. Ia mempertanyakan rasionalitas penambahan pasukan militer yang terus dilakukan. “Jika alasan utamanya untuk menangkap TPNPB, mengapa persoalan tidak kunjung selesai? Yang justru tampak adalah penderitaan warga sipil,” ujarnya.

Lebih jauh, Ketua GMNI Mimika menyoroti dugaan kepentingan ekonomi di balik penguatan kehadiran militer di Papua. Ia menilai konflik bersenjata kerap dijadikan pembenaran struktural untuk membuka ruang eksploitasi sumber daya alam (SDA), yang pada akhirnya mengorbankan masyarakat adat.

“Isu TPNPB dijadikan batu loncatan untuk memperluas eksploitasi sumber daya alam. Militer diturunkan, tetapi yang diuntungkan bukan rakyat, melainkan kepentingan ekonomi,” kata Toffy dengan lugas.

Sebagai jalan keluar, GMNI Mimika mendorong Presiden Republik Indonesia untuk mengambil langkah strategis melalui dialog inklusif dan bermartabat yang melibatkan seluruh elemen Papua—pemerintah pusat dan daerah, tokoh adat, gereja, pemuda, serta masyarakat sipil—guna membahas persoalan-persoalan mendasar, termasuk masalah keamanan dan keadilan sosial.
“Kami meminta Presiden RI segera membuka dialog yang jujur dan setara. Penyelesaian masalah Papua harus dicari bersama, bukan dengan cara sepihak dan koersif,” tegas Toffy.

Seruan Ketua GMNI Mimika ini menguat di tengah meningkatnya suara masyarakat sipil di Papua, termasuk gereja dan organisasi kemanusiaan, yang mendesak perubahan paradigma penyelesaian konflik. Dari Mimika hingga wilayah pegunungan dan pesisir, tuntutan yang sama terus bergema: mengakhiri pendekatan militeristik dan mengedepankan keadilan, kemanusiaan, serta kesejahteraan rakyat Papua.

Pernyataan GMNI Mimika menegaskan kembali peran mahasiswa sebagai kekuatan moral dan intelektual bangsa—bukan hanya sebagai pengkritik kekuasaan, tetapi juga sebagai penunjuk arah: dialog, penghormatan hak asasi manusia, dan pembangunan yang berpihak pada masyarakat adat Papua.

Tags: GMNI Mimika
Share15SendShare
Redaksi Papua

Redaksi Papua

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Agustus 1, 2023
Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Agustus 26, 2022

PERNYATAAN SIKAP ATAS TINDAKAN OKNUM APARAT YANG MEMASUKI PASTORAN KATEDRAL TIGA RAJA MIMIKA TANPA IZIN DAN ETIKA

April 28, 2026
DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

1
Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

1
Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

1

“Akar Kegagalan Jakarta di Papua: Mengapa Aktivis Cipayung, BEM, dan KNPI Mulai Suarakan Papua Merdeka?”

April 29, 2026

YLBH Papua Tengah Desak Presiden Prabowo Minta Maaf Kepada Pihak Keuskupan Timika

April 29, 2026

DAD dan Korem 173/PVB Perkuat Ketahanan Pangan di Papua Tengah, Dorong Pangan Lokal dalam Program MBG

April 29, 2026
Siasat

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Navigate Site

  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In