• Latest
  • Trending
  • All

Tanah Papua Bukan Ruang Uji Kekuasaan: Ketua GMNI Mimika Kritisi Eskalasi Militer

Januari 8, 2026

Junk Fee: Ilusi Angka dan Remah Konsumsi Digital

Januari 18, 2026

Ibadah Syukur ke-89 Tahun Pekabaran Injil, Keluarga Besar A3 Mimika Teguhkan Iman dan Persaudaraan Lewat Ibadah Bersama

Januari 18, 2026

“YESUS – Sang Pencipta Impian” Karya Yulianus Mote Hadirkan Perspektif Rohani tentang Makna Impian

Januari 18, 2026

DPC GMNI Kabupaten Mimika dan Pemerintah Distrik Mimika Barat Jauh Perkuat Sinergi Pembangunan

Januari 18, 2026

MUSRENBANG KAMPUNG NAWARIPI TAHUN 2025 DESA MANDIRI NAWARIPI MENUJU DESA SWASEMBADA NAWARIPI

Januari 15, 2026
Tim Advokasi untuk Demokrasi Melawan Pembungkaman, Merawat Demokrasi: Aktivis dan Konten Kreator Laporkan Teror ke Polisi

Tim Advokasi untuk Demokrasi Melawan Pembungkaman, Merawat Demokrasi: Aktivis dan Konten Kreator Laporkan Teror ke Polisi

Januari 15, 2026

Ketua KNPI Jayawijaya Hengky Hilapok Temui Wapres Gibran, Dorong Pusat Konsolidasi Pemuda di Wamena

Januari 15, 2026

Dari Wamena, Pemuda Papua Pegunungan dan Wapres Gibran Satukan Harapan Pembangunan

Januari 14, 2026

Sinergi Pemerintah Pusat dan Desa, Bantuan Sembako Disalurkan ke Nawaripi Jaya

Januari 15, 2026

Gerbang Tertutup, Cita-Cita Tertahan: Aksi Pemalangan dan Darurat Pendidikan di Mimika

Januari 15, 2026

Musdus Nawaripi, Pemerintah Kampung Ingatkan Program Harus Berpihak ke Warga

Januari 15, 2026
Kedaulatan Rakyat Tak Bisa Diwakilkan: Menjaga Amanat Rakyat sebagai Fondasi Demokrasi yang Berdaulat

Kedaulatan Rakyat Tak Bisa Diwakilkan: Menjaga Amanat Rakyat sebagai Fondasi Demokrasi yang Berdaulat

Januari 11, 2026
  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan
Minggu, Januari 18, 2026
  • Login
Siasat
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya
No Result
View All Result
Siasat
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Tanah Papua Bukan Ruang Uji Kekuasaan: Ketua GMNI Mimika Kritisi Eskalasi Militer

in Uncategorized
0
37
SHARES
406
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

TIMIKA, 8 Januari 2026 — Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Mimika, Kristo Toffy, melontarkan kritik mendasar terhadap eskalasi militer di Tanah Papua yang dinilai tidak menyentuh akar persoalan, bahkan kian mempersempit ruang hidup masyarakat sipil. Dalam pandangannya, Papua tidak boleh diperlakukan sebagai ruang uji kekuasaan negara, melainkan sebagai rumah kehidupan manusia yang bermartabat.

Kristo Toffy secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap seruan Uskup Keuskupan Timika yang mendorong penyelesaian persoalan Papua melalui dialog damai dan bermartabat, bukan pendekatan keamanan sepihak yang sarat kekerasan struktural. Pernyataan ini disampaikan melalui keterangan tertulis pada Selasa (8/1/2026), sebagai respons atas meningkatnya kehadiran aparat keamanan di sejumlah wilayah Papua, termasuk Kabupaten Mimika.

RelatedPosts

MUSRENBANG KAMPUNG NAWARIPI TAHUN 2025 DESA MANDIRI NAWARIPI MENUJU DESA SWASEMBADA NAWARIPI

Dari Wamena, Pemuda Papua Pegunungan dan Wapres Gibran Satukan Harapan Pembangunan

Maraknya Kendaraan Plat Luar di Timika, Publik Pertanyakan Pengawasan dan Basis Data Samsat

Sikap GMNI Mimika ini menandai posisi kritis organisasi mahasiswa terhadap kebijakan negara yang selama ini lebih mengedepankan pendekatan militeristik ketimbang pendekatan kemanusiaan dan keadilan sosial.

Menurut Toffy, eskalasi militer yang masif telah membawa dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat adat Papua. Aktivitas dasar seperti berkebun, berburu, dan mobilitas antar-kampung kini dijalani dalam bayang-bayang rasa takut akibat operasi pengamanan yang intens dan berlarut.

“Perubahan sistem seperti ini membatasi ruang gerak masyarakat sipil dan membunuh kehidupan secara perlahan,” tegas Toffy. Ia mempertanyakan rasionalitas penambahan pasukan militer yang terus dilakukan. “Jika alasan utamanya untuk menangkap TPNPB, mengapa persoalan tidak kunjung selesai? Yang justru tampak adalah penderitaan warga sipil,” ujarnya.

Lebih jauh, Ketua GMNI Mimika menyoroti dugaan kepentingan ekonomi di balik penguatan kehadiran militer di Papua. Ia menilai konflik bersenjata kerap dijadikan pembenaran struktural untuk membuka ruang eksploitasi sumber daya alam (SDA), yang pada akhirnya mengorbankan masyarakat adat.

“Isu TPNPB dijadikan batu loncatan untuk memperluas eksploitasi sumber daya alam. Militer diturunkan, tetapi yang diuntungkan bukan rakyat, melainkan kepentingan ekonomi,” kata Toffy dengan lugas.

Sebagai jalan keluar, GMNI Mimika mendorong Presiden Republik Indonesia untuk mengambil langkah strategis melalui dialog inklusif dan bermartabat yang melibatkan seluruh elemen Papua—pemerintah pusat dan daerah, tokoh adat, gereja, pemuda, serta masyarakat sipil—guna membahas persoalan-persoalan mendasar, termasuk masalah keamanan dan keadilan sosial.
“Kami meminta Presiden RI segera membuka dialog yang jujur dan setara. Penyelesaian masalah Papua harus dicari bersama, bukan dengan cara sepihak dan koersif,” tegas Toffy.

Seruan Ketua GMNI Mimika ini menguat di tengah meningkatnya suara masyarakat sipil di Papua, termasuk gereja dan organisasi kemanusiaan, yang mendesak perubahan paradigma penyelesaian konflik. Dari Mimika hingga wilayah pegunungan dan pesisir, tuntutan yang sama terus bergema: mengakhiri pendekatan militeristik dan mengedepankan keadilan, kemanusiaan, serta kesejahteraan rakyat Papua.

Pernyataan GMNI Mimika menegaskan kembali peran mahasiswa sebagai kekuatan moral dan intelektual bangsa—bukan hanya sebagai pengkritik kekuasaan, tetapi juga sebagai penunjuk arah: dialog, penghormatan hak asasi manusia, dan pembangunan yang berpihak pada masyarakat adat Papua.

Share15SendShare
Redaksi Papua

Redaksi Papua

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Agustus 1, 2023
Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Agustus 26, 2022

PT. TAS. Gelar Pertemuan Lanjutan dengan Masyarakat Adat Mimika Barat Jauh, Bahas Operasional Perkebunan Kelapa Sawit

Desember 15, 2025
DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

1
Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

1
Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

1

Junk Fee: Ilusi Angka dan Remah Konsumsi Digital

Januari 18, 2026

Ibadah Syukur ke-89 Tahun Pekabaran Injil, Keluarga Besar A3 Mimika Teguhkan Iman dan Persaudaraan Lewat Ibadah Bersama

Januari 18, 2026

“YESUS – Sang Pencipta Impian” Karya Yulianus Mote Hadirkan Perspektif Rohani tentang Makna Impian

Januari 18, 2026
Siasat

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Navigate Site

  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In