
Salah satu bakal calon Ketua KNPI Mimika mulai angkat suara terkait meningkatnya aksi agresif yang dinilai telah menciptakan rasa tidak aman di kalangan pemuka agama di wilayah tersebut.
Arifin Letsoin, Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa situasi ini tidak boleh dianggap sepele, karena menyangkut stabilitas sosial dan kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Mimika. Ia menilai, tindakan-tindakan agresif yang terjadi belakangan ini berpotensi merusak harmoni yang selama ini terjaga dengan baik.
Menurutnya, pemuka agama memiliki peran sentral sebagai penjaga moral, penyejuk masyarakat, serta jembatan perdamaian di tengah berbagai dinamika sosial. Oleh karena itu, segala bentuk intimidasi, ancaman, maupun tindakan kekerasan terhadap mereka merupakan ancaman serius bagi kehidupan bermasyarakat.
Ia juga mendesak aparat keamanan untuk bertindak cepat dan tegas dalam menangani setiap kasus yang terjadi, serta memastikan perlindungan maksimal bagi tokoh-tokoh agama di Mimika. Selain itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak mudah terprovokasi dan tetap menjaga persatuan.
“Ini bukan hanya soal individu, tapi soal menjaga wajah Mimika sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan kebersamaan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mendorong seluruh elemen pemuda Mimika agar dapat mengambil peran aktif dalam meredam potensi konflik, melalui pendekatan dialog, edukasi, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.
Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa isu keamanan terhadap pemuka agama kini mulai mendapat perhatian serius, terutama dari kalangan pemuda. Tutur Arifin





