• Latest
  • Trending
  • All
Masyarakat Adat Pertanyakan Transparansi Proyek Tambang Elang

Masyarakat Adat Pertanyakan Transparansi Proyek Tambang Elang

Agustus 8, 2025

Koordinasi Karang Taruna Mimika dan Dinas Perikanan Dukung Program Ternak Ikan Air Tawar

Mei 4, 2026

Made Hiroki Paparkan Hasil Kajian dan Solusi Penanganan Sampah di Tempat Pembuangan Akhir [TPA] Tabanan ke Pemerintah Kabupaten

Mei 4, 2026

Narasi Kedaulatan Pangan Dinilai Tak Sejalan dengan Realitas Lapangan

Mei 4, 2026

Temui DLH Tabanan, Made Hiroki Umumkan Mesin Pirolisis Sampah Kapasitas 100 Ton

Mei 2, 2026

May Day 2026, Fraksi PDIP Bekasi: Buruh Sokoguru Ekonomi, Tolak Politik Upah Murah

Mei 2, 2026

Koordinasi Karang Taruna Mimika Matangkan Persiapan Presentasi Program Kerja di Dinas Sosial

Mei 2, 2026

Krisis Tersembunyi Dibalik Anggaran Besar, DPP GMNI Soroti Ketimpangan Sistem Pendidikan Nasional.

Mei 2, 2026

Kesejahteraan Pendidik Sebagai Fondasi Martabat Pendidikan Nasional

Mei 2, 2026

Syamsul Hariyanto DPRD Tangsel Fraksi PDIP: RTRW Tangsel Harus Jadi Kontrak Sosial 20 Tahun untuk Warga

Mei 1, 2026

Amin Napitupulu Di Hari Buruh: Setiap Keringat Pekerja adalah Bagian dari Pembangunan Negeri

Mei 1, 2026
PNM Akan Dikelola Kementerian Keuangan, GMNI : PNM Harus Tetap Dengan Wajah Aslinya

PNM Akan Dikelola Kementerian Keuangan, GMNI : PNM Harus Tetap Dengan Wajah Aslinya

April 30, 2026

Gandeng Pemprov Bali, PT Aksara Cristy Legal Siap Luncurkan Mesin Olah Sampah Tanpa Asap

April 30, 2026
  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan
Senin, Mei 4, 2026
  • Login
Siasat
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya
No Result
View All Result
Siasat
No Result
View All Result
Home Nusantara

Masyarakat Adat Pertanyakan Transparansi Proyek Tambang Elang

in Nusantara, Sosial
0
Masyarakat Adat Pertanyakan Transparansi Proyek Tambang Elang
29
SHARES
326
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Sumbawa, Siasat ID — Proyek pertambangan Elang di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, kembali menjadi sorotan kini sejumlah tokoh masyarakat adat mempertanyakan keterbukaan informasi dalam proses penyusunan Definitive Feasibility Study (DFS) oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). DFS merupakan dokumen penting yang menentukan kelayakan teknis, lingkungan, dan ekonomi proyek tambang yang disebut-sebut sebagai salah satu tambang tembaga terbesar di Asia Tenggara.

Tokoh masyarakat adat Cek Bocek/Selesek Reen Sury, Datu Sukanda, menyatakan bahwa hingga saat ini, komunitas adat yang wilayahnya berada di sekitar blok tambang Elang belum pernah diajak berdiskusi mengenai isi atau rencana dalam DFS.

RelatedPosts

Menanam Harapan di Jantung Jayawijaya: Aksi Naila M. Wenda Melawan Krisis Iklim

Faya Naa: Aliansi Pengusaha OAP Desak Sagu, Singkong, dan Keladi Masuk Program Makanan Bergizi, Hashim Djojohadikusumo Beri Respons Positif

Membedah Paradoks Kwamki Narama, Antara Inersia Birokrasi dan Mandat Konstitusional Otsus

“Kami tidak pernah tahu isi studinya seperti apa. Padahal tanah, air, dan gunung yang akan ditambang itu adalah bagian dari wilayah adat kami sejak turun-temurun,” ujar Sukanda di Sumbawa, Jum’at (8/8/2025).

Menurutnya, masyarakat adat meminta agar dokumen DFS dibuka untuk publik, terutama bagi komunitas yang akan terdampak langsung. Ia juga menekankan pentingnya pelibatan aktif masyarakat dalam proses penyusunan, sesuai prinsip Free, Prior and Informed Consent (FPIC) yang telah menjadi standar internasional dalam proyek yang menyentuh wilayah adat.

Kepala Desa Lawin: Perlu Musyawarah Terbuka

Kepala Desa Lawin, Ahdiat Kartamiharja, menyatakan bahwa desanya yang berada di sekitar wilayah proyek Elang hingga kini belum mendapat penjelasan menyeluruh dari pihak perusahaan mengenai isi maupun rencana lanjutan DFS.

“Desa Lawin adalah salah satu wilayah yang bersinggungan langsung dengan konsesi. Masyarakat kami berhak tahu apa dampak dan rencana ke depan. Jangan sampai ada kebijakan yang menimbulkan ketegangan sosial karena komunikasi yang buruk,” tegas Ahdiat.

Ia mendorong agar perusahaan maupun pemerintah daerah segera membuka ruang musyawarah bersama masyarakat adat dan pemerintah desa. Menurutnya, partisipasi aktif sejak tahap perencanaan akan menjadi pondasi penting untuk mencegah konflik sosial dan memperkuat legitimasi proyek.

Dukungan Organisasi Adat dan Pemuda

Ketua AMANDA Sumbawa, Febriyan Anindita, mengatakan bahwa pendekatan yang inklusif sangat penting demi mencegah konflik di masa depan.

“Transparansi adalah kunci. DFS seharusnya menjadi ruang dialog, bukan sekadar laporan teknis yang dikunci rapat,” ujar Febriyan.

Ia menambahkan bahwa ketertutupan informasi berpotensi melanggar prinsip-prinsip sertifikasi Copper Mark, yang telah diklaim AMNT sebagai bagian dari komitmen pertambangan berkelanjutan dan bertanggung jawab secara sosial.

Sementara itu, pemuda adat dari wilayah Cek Bocek, Aldiansyah, menyatakan kekhawatirannya terhadap potensi dampak lingkungan dan sosial jika masyarakat tidak dilibatkan sejak awal.

“Kami tidak anti tambang. Tapi tambang harus dibangun bersama masyarakat, bukan di atas ketidaktahuan kami,” katanya.

Regulasi dan Sertifikasi

Dalam standar Environmental, Social and Governance (ESG), perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah adat diwajibkan melaksanakan konsultasi bermakna serta membuka informasi penting kepada komunitas terdampak. Sertifikasi internasional seperti Copper Mark dan IFC Performance Standards juga mensyaratkan adanya partisipasi setara dan pelibatan awal sebelum proyek dimulai.

Pengamat kebijakan publik dan tata kelola sumber daya alam, Sendi Akramullah, menyebut bahwa proses DFS seharusnya dapat menjadi momentum koreksi awal agar proyek besar seperti Elang tidak mengulangi pola eksklusi sosial sebagaimana terjadi dalam konflik tambang di daerah lain.

Tags: Aliansi masyarakat adat nusantaraAMNTSumbawa
Share12SendShare
Redaksi NTB

Redaksi NTB

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Agustus 1, 2023
Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Agustus 26, 2022

PERNYATAAN SIKAP ATAS TINDAKAN OKNUM APARAT YANG MEMASUKI PASTORAN KATEDRAL TIGA RAJA MIMIKA TANPA IZIN DAN ETIKA

April 28, 2026
DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

1
Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

1
Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

1

Koordinasi Karang Taruna Mimika dan Dinas Perikanan Dukung Program Ternak Ikan Air Tawar

Mei 4, 2026

Made Hiroki Paparkan Hasil Kajian dan Solusi Penanganan Sampah di Tempat Pembuangan Akhir [TPA] Tabanan ke Pemerintah Kabupaten

Mei 4, 2026

Narasi Kedaulatan Pangan Dinilai Tak Sejalan dengan Realitas Lapangan

Mei 4, 2026
Siasat

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Navigate Site

  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In