• Latest
  • Trending
  • All
Kaleidoskop 2025: Tahun Fondasi, Bukan Tahun Seremonial

Kaleidoskop 2025: Tahun Fondasi, Bukan Tahun Seremonial

Desember 28, 2025
PNM Akan Dikelola Kementerian Keuangan, GMNI : PNM Harus Tetap Dengan Wajah Aslinya

PNM Akan Dikelola Kementerian Keuangan, GMNI : PNM Harus Tetap Dengan Wajah Aslinya

April 30, 2026

Gandeng Pemprov Bali, PT Aksara Cristy Legal Siap Luncurkan Mesin Olah Sampah Tanpa Asap

April 30, 2026

Atasi Krisis Sampah, PT Aksara Cristy Legal Siapkan Mesin Pirolisis Tanpa Pembakaran

April 30, 2026

Kuasa Hukum Dr. Togar Situmorang Sebut Vonis Tendensius, Ungkap DM ‘Siap Dipenjara’ Sebelum Palu Diketuk

April 30, 2026

“Perpustakaan Merah Putih Nawaripi Dapat Perhatian, Dinas Perpustakaan Mimika Lakukan Peninjauan”

April 30, 2026

“Akar Kegagalan Jakarta di Papua: Mengapa Aktivis Cipayung, BEM, dan KNPI Mulai Suarakan Papua Merdeka?”

April 29, 2026

YLBH Papua Tengah Desak Presiden Prabowo Minta Maaf Kepada Pihak Keuskupan Timika

April 29, 2026

DAD dan Korem 173/PVB Perkuat Ketahanan Pangan di Papua Tengah, Dorong Pangan Lokal dalam Program MBG

April 29, 2026

Salah satu Bakal Calon Ketua KNPI MIMIKA buka suara terkait Aksi agresif yang menghantui pemuka agama di mimika

April 29, 2026

TK/PAUD Merah Putih Nawaripi Terima Bantuan Printer dan ATK dari Pemerintah Kampung

April 29, 2026

PERNYATAAN SIKAP ATAS TINDAKAN OKNUM APARAT YANG MEMASUKI PASTORAN KATEDRAL TIGA RAJA MIMIKA TANPA IZIN DAN ETIKA

April 28, 2026

DPP GMNI MENDESAK KEMENTERIAN KEHUTANAN MENINJAU KEMBALI STATUS TAMAN NASIONAL MUTIS TIMAU

April 28, 2026
  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan
Kamis, April 30, 2026
  • Login
Siasat
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya
No Result
View All Result
Siasat
No Result
View All Result
Home Opini

Kaleidoskop 2025: Tahun Fondasi, Bukan Tahun Seremonial

in Opini
0
Kaleidoskop 2025: Tahun Fondasi, Bukan Tahun Seremonial
26
SHARES
294
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

TEGUH ANANTAWIKRAMA
Ketua Dewan Pembina Solidaritas Pemuda Desa

Tahun 2025 bukanlah tahun yang ditandai oleh gemerlap seremoni. Ia adalah tahun kerja—tahun ketika negara kembali menata fondasi. Di tengah dunia yang bergejolak oleh konflik geopolitik, ketidakpastian ekonomi, dan krisis kepercayaan publik, Indonesia justru memilih untuk memulai dari hal yang paling mendasar: memastikan rakyatnya makan dengan layak, sehat sejak dini, dan memiliki akses pendidikan yang relevan dengan masa depan.

RelatedPosts

Perang dan Senjakala Kemanusiaan

Mudik dari Bali: ke Jawa, ke Lombok

Membedah Paradoks Kwamki Narama, Antara Inersia Birokrasi dan Mandat Konstitusional Otsus

Dalam tahun pertama pemerintahan Prabowo Subianto, arah itu terlihat cukup jelas. Negara tidak menunggu keadaan menjadi ideal untuk bertindak. Ia bergerak sembari membenahi, mengeksekusi sambil mengoreksi.

Negara Kembali Hadir di Ruang Dasar Kehidupan

Peluncuran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Januari 2025 menjadi penanda penting. Kebijakan ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan pernyataan politik yang tegas: kualitas sumber daya manusia tidak bisa diserahkan sepenuhnya pada mekanisme pasar atau ditunda hingga pertumbuhan ekonomi “cukup”.

Dengan capaian lebih dari 50 juta penerima manfaat di akhir tahun, MBG menunjukkan skala keberanian fiskal dan administratif yang jarang dilakukan. Ia berjalan berdampingan dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta distribusi layar belajar interaktif ke ratusan ribu sekolah—membentuk satu garis kebijakan yang konsisten dari gizi, kesehatan, hingga pendidikan.

Di sinilah negara kembali memasuki ruang-ruang yang selama ini terlalu lama dianggap urusan privat, padahal dampaknya sangat publik—terutama bagi generasi muda yang akan menentukan arah Indonesia beberapa dekade ke depan.

Disiplin Tata Kelola sebagai Fondasi Kepercayaan

Tahun 2025 juga memperlihatkan perubahan pendekatan negara terhadap praktik ekonomi yang tampak kecil, tetapi sesungguhnya menggerogoti kepercayaan rakyat. Penindakan terhadap BBM oplosan, minyak goreng dengan isi dikurangi, serta ratusan merek beras premium oplosan menunjukkan bahwa ketertiban pasar bukan sekadar urusan efisiensi, melainkan keadilan.

Pesannya sederhana namun penting: negara tidak lagi permisif terhadap praktik yang merugikan konsumen, sekecil apa pun skalanya. Dalam jangka panjang, disiplin semacam ini justru menjadi fondasi bagi iklim usaha yang sehat—ruang di mana generasi muda dapat bertumbuh sebagai wirausahawan, inovator, dan profesional dengan rasa keadilan yang sama.

Pendirian Danantara, dengan konsolidasi aset BUMN sekitar Rp16.000 triliun, juga mencerminkan upaya membangun disiplin baru dalam pengelolaan kekayaan negara. Ini bukan semata soal sentralisasi, melainkan upaya mengakhiri fragmentasi dan ego sektoral yang selama ini melemahkan daya ungkit negara.

Pemuda sebagai Motor Penggerak Membangun Peradaban

Namun fondasi negara tidak akan bermakna tanpa aktor utama yang menggerakkannya. Di sinilah peran kaum muda menjadi penentu. Program magang berbayar untuk 100.000 peserta, Sekolah Rakyat, penguatan koperasi desa, hingga transformasi digital pendidikan bukan sekadar program sosial—melainkan investasi pada kepemimpinan masa depan.

Pemuda tidak lagi cukup diposisikan sebagai bonus demografi. Ia harus diperlakukan sebagai motor penggerak membangun peradaban—agen perubahan yang bukan hanya adaptif secara teknologi, tetapi juga matang secara etika, tangguh secara karakter, dan sadar akan tanggung jawab sosialnya.

Bangsa ini tidak hanya membutuhkan generasi yang cakap bekerja, tetapi generasi yang mampu memimpin dengan nilai. Tanpa keterlibatan aktif pemuda dalam ekonomi produktif, tata kelola publik, dan ruang-ruang pengambilan keputusan, fondasi kebijakan sekuat apa pun akan kehilangan daya dorongnya.

Politik Luar Negeri yang Jelas dan Berani

Di panggung global, Indonesia pada 2025 tidak lagi berbicara dengan nada ragu. Pidato Presiden Prabowo di parlemen Turki, di St. Petersburg International Economic Forum, hingga di Sidang Umum PBB menunjukkan politik luar negeri bebas aktif yang kembali menemukan keberanian moralnya.

Keputusan Indonesia memimpin pengakuan Palestina oleh 142 negara dan komitmen pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza menegaskan bahwa bebas aktif bukan berarti netral tanpa nilai. Ini adalah warisan diplomasi yang kelak akan diwariskan kepada generasi muda Indonesia: bahwa keberanian moral dan kepentingan nasional tidak harus dipertentangkan.

Pembangunan Tanpa Ilusi

Tentu, 2025 bukan tahun tanpa catatan. Insiden dalam pelaksanaan MBG, proyek-proyek yang masih berjalan, serta tantangan fiskal dan birokrasi ke depan adalah pengingat bahwa membangun negara tidak pernah linier. Fondasi tidak selalu terlihat indah, dan sering kali menuntut kesabaran.

Namun justru di situlah kejujuran 2025. Tidak ada klaim bahwa semua telah selesai. Yang ada adalah kesadaran bahwa arah harus ditetapkan sejak awal, meskipun jalannya panjang dan berliku.

Refleksi Akhir: Menjaga Arah, Menyiapkan Generasi

Jika 2024 adalah tahun transisi, maka 2025 adalah tahun penegasan arah. Ia belum menghasilkan panen besar, tetapi telah menyiapkan lahan—dan menanam benih.

Tantangan menuju 2026 bukan hanya soal percepatan program, melainkan memastikan bahwa generasi muda siap mengambil estafet peradaban. Negara boleh membangun sistem, tetapi pemuda yang akan menghidupkannya. Negara bisa menyediakan fondasi, tetapi pemuda yang akan menentukan tinggi bangunannya.

Bangsa ini tidak kekurangan gagasan, tetapi sering kehilangan konsistensi. Ia tidak kekurangan potensi muda, tetapi kerap gagal memberi ruang tumbuh yang adil dan bermakna. Karena itu, pekerjaan besar kita ke depan adalah menyatukan kebijakan negara dengan energi pemuda dalam satu arah sejarah.

Jika keberanian untuk mengoreksi diri tetap dijaga, partisipasi pemuda terus diperluas, dan kepentingan jangka panjang ditempatkan di atas godaan popularitas sesaat, maka 2025 akan dikenang sebagai tahun ketika fondasi negara ditegakkan—dan generasi penerusnya mulai disiapkan secara sadar.

Dari fondasi dan generasi itulah, 2026 layak menjadi tahun percepatan yang sesungguhnya.

Tags: Solidaritas Pemuda Desa
Share10SendShare
Redaksi

Redaksi

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Agustus 1, 2023
Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Agustus 26, 2022

PERNYATAAN SIKAP ATAS TINDAKAN OKNUM APARAT YANG MEMASUKI PASTORAN KATEDRAL TIGA RAJA MIMIKA TANPA IZIN DAN ETIKA

April 28, 2026
DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

1
Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

1
Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

1
PNM Akan Dikelola Kementerian Keuangan, GMNI : PNM Harus Tetap Dengan Wajah Aslinya

PNM Akan Dikelola Kementerian Keuangan, GMNI : PNM Harus Tetap Dengan Wajah Aslinya

April 30, 2026

Gandeng Pemprov Bali, PT Aksara Cristy Legal Siap Luncurkan Mesin Olah Sampah Tanpa Asap

April 30, 2026

Atasi Krisis Sampah, PT Aksara Cristy Legal Siapkan Mesin Pirolisis Tanpa Pembakaran

April 30, 2026
Siasat

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Navigate Site

  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In