• Latest
  • Trending
  • All

Jong: Permainan Rakyat Masyarakat Melayu Pesisir Mempererat Silaturahmi

Agustus 4, 2025
PNM Akan Dikelola Kementerian Keuangan, GMNI : PNM Harus Tetap Dengan Wajah Aslinya

PNM Akan Dikelola Kementerian Keuangan, GMNI : PNM Harus Tetap Dengan Wajah Aslinya

April 30, 2026

Gandeng Pemprov Bali, PT Aksara Cristy Legal Siap Luncurkan Mesin Olah Sampah Tanpa Asap

April 30, 2026

Atasi Krisis Sampah, PT Aksara Cristy Legal Siapkan Mesin Pirolisis Tanpa Pembakaran

April 30, 2026

Kuasa Hukum Dr. Togar Situmorang Sebut Vonis Tendensius, Ungkap DM ‘Siap Dipenjara’ Sebelum Palu Diketuk

April 30, 2026

“Perpustakaan Merah Putih Nawaripi Dapat Perhatian, Dinas Perpustakaan Mimika Lakukan Peninjauan”

April 30, 2026

“Akar Kegagalan Jakarta di Papua: Mengapa Aktivis Cipayung, BEM, dan KNPI Mulai Suarakan Papua Merdeka?”

April 29, 2026

YLBH Papua Tengah Desak Presiden Prabowo Minta Maaf Kepada Pihak Keuskupan Timika

April 29, 2026

DAD dan Korem 173/PVB Perkuat Ketahanan Pangan di Papua Tengah, Dorong Pangan Lokal dalam Program MBG

April 29, 2026

Salah satu Bakal Calon Ketua KNPI MIMIKA buka suara terkait Aksi agresif yang menghantui pemuka agama di mimika

April 29, 2026

TK/PAUD Merah Putih Nawaripi Terima Bantuan Printer dan ATK dari Pemerintah Kampung

April 29, 2026

PERNYATAAN SIKAP ATAS TINDAKAN OKNUM APARAT YANG MEMASUKI PASTORAN KATEDRAL TIGA RAJA MIMIKA TANPA IZIN DAN ETIKA

April 28, 2026

DPP GMNI MENDESAK KEMENTERIAN KEHUTANAN MENINJAU KEMBALI STATUS TAMAN NASIONAL MUTIS TIMAU

April 28, 2026
  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan
Kamis, April 30, 2026
  • Login
Siasat
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya
No Result
View All Result
Siasat
No Result
View All Result
Home Budaya

Jong: Permainan Rakyat Masyarakat Melayu Pesisir Mempererat Silaturahmi

in Budaya, Opini
0
27
SHARES
299
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

by Rivaldi Ihsan

Pada tanggal 13-15 maret 2019. Dispora Kota Batam mengadakan perlombaan perahu jong di Tanjung Mak Dara Pantai Melayu Kampung Melayu Batu Besar Nongsa. Saya mendengar kabar berita lalu bergegas menuju pantai Melayu. Setiba di Pantai Melayu diriku pun langsung bersilaturahmi ke rumah atuk Anjang warga setempat yang merupakan tokoh musik melayu. Beliau langsung bercerita panjang lebar tentang seni budaya Melayu sembari menikmati angin sepoi-sepoi yang ditemani secangkir kopi. Salah satu tema pembicaraan kami saat itu ialah permainan rakyat masyarakat Melayu Pesisir yaitu perahu jong.
Menurut masyarakat Melayu Pesisir asal usul jong berasal dari etnis Tionghoa yang pada zaman dahulu sering melakukan ritual memberikan sesaji ke tengah laut. Dalam sesaji tersebut terdapat berbagai macam kue salah satunya ialah kue jong kong yang dibawa oleh perahu kecil. Kemudian pandangan masyarakat Melayu Pesisir sangat tertarik pada perahu kecil yang membawa sesaji itu. Berawal dari perahu kecil yang membawa sesaji tadilah permainan perahu jong menjadi permainan rakyat masyarakat Melayu Pesisir.
Pada awalnya perahu jong digunakan oleh masyarakat Melayu Pesisir untuk menghibur diri pada saat tidak dapat melaut untuk mencari ikan disebabkan oleh angin utara yang dapat membahayakan keselamatan para nelayan. Namun, pada perkembangannya saat ini perahu jong menjadi suatu perlombaan yang difasilitasi Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Batam yang diadakan satu kali dalam setahun. Para peserta yang mengikuti perlombaan perahu jong itu bukan hanya masyarakat Melayu Pesisir Batam saja, tetapi terdiri dari berbagai kalangan masyarakat Melayu yang berada di Provinsi Kepulauan Riau untuk turut berpartisipasi dan apresiasi. Salah satunya menjadi peserta atau menjadi penonton yang meramaikan Pantai Melayu.
Adapun tata cara pelaksanaan perlombaan perahu jong biasanya di bibir pantai dengan memanfaatkan bantuan angin utara untuk melaju kencang di mana ombak lautan juga lumayan kuat sehingga dapat memberi kecepatan yang maksimal untuk si perahu. Perahu jong terbuat dari pohon Pulai dengan sekitar 1,5 meter hingga 2 meter menggunakan layar berwarna warni bisa kuning, hitam, merah, hijau, dan sebagainya. Pada zaman dahulu layar perahu jong menggunakan bahan terbuat dari kain atau berbahan plastik. Namun, pada perkembangannya saat ini layar perahu jong menggunakan bahan yang terbuat dari parasut.
Dan tidak lupa perahu jong juga menggunakan pemberat atau biasa disebut dengan kate. Kate biasanya diletakkan pada sisi kanan atau sisi kiri perahu tergantung arah angin. Selain itu, fungsi kate tadi sebagai penyeimbang perahu jong supaya tidak tumbang atau tenggelam saat melaju bersama angin kencang. Adapun penghubung perahu jong dengan kate biasa disebut dengan istilah batang kate. Dan untuk mengikat batang kate dan perahu jong ialah rumah kate yang terdiri dari dua lubang yang kecil dan yang besar, berfungsi sebagai untuk mengikat jong dan kate.
Pada bagian depan jong terdapat sauh yang berfungsi pemecah ombak air laut, serta untuk menahan hantaman dari batu karang agar perahu jong kecil tidak pecah. Pada bagian depan sauh terdapat gonjip yang terbuat dari kayu bulat panjang sebagai pengikat jip atau layar kecil yang diikat pada gonjip dan perahu jong. Layar jong itu terbagi menjadi dua bagian. Pertama layar kecil atau jip dan layar besar yang berfungsi untuk menerima angin serta memberi kecepatan pada perahu jong.
Permainan perahu jong membutuhkan dua orang awak kapal. Awak kapal pertama bertugas berada di garis start seorang pelepas perahu jong dengan cara memegang batang kate menunggu aba-aba dari panitia untuk melepas perahu jong. Kemudian awak kapal kedua berada di garis finish bertugas menyambut kedatangan perahu jong, serta menghentikan laju perahu itu dengan cara menangkap batang kate perahu jong. Adapun kecepatan perahu jong kurang lebih 40 km/jam.
Selama perlombaan perahu jong ada seorang wasit yang berpengalaman untuk melihat dan menentukan di garis finish siapa yang layak menjadi juara untuk pelombaan tahun ini.
Selain itu, setiap perahu jong memiliki nama-nama yang diperoleh dari sang pemiliknya. Nama-nama perahu jong itu berguna sebagai representasi setiap identitas perahu jong dari mana pemiliknya berasal. Dengan harapan pada saat pertandingan berlangsung di pantai Melayu agar dapat meraih kemenangan.
Pada awalnya perahu jong merupakan suatu permainan rakyat Melayu Pesisir yang berfungsi untuk menghibur diri ketika angin utara tidak bisa bersahabat untuk mencari ikan. Maka para nelayan itu bercocok tanam yaitu berkebun. Lalu para nelayan itu mencari kesibukan dengan menciptakan perahu jong sebagai pengisi waktu luang di pinggir pantai. Kemudian perkembangannya saat ini perahu jong menjadi suatu perlombaan yang diadakan oleh masyarakat Kampung Melayu Batu Besar Nongsa, lalu mendapat dukung oleh Dispora Kota Batam.
Selama saya memerhatikan dan mewawancarai para awak kapal perahu jong. Ternyata sebagian besar peserta perlombaan perahu jong adalah seorang nelayan, tentu pengalaman sebagai nelayan menjadi modal utama untuk ikut perlombaan dan memainkan perahu jong. Walaupun ada sebagian kecil yang bukan nelayan, setidaknya ia pasti akan berkonsultasi dalam hal membuat atau memainkan perahu jong tersebut dengan seorang nelayan Melayu Pesisir.
Pada perlombaan perahu jong juga terdapat nilai-nilai kekeluargaan jalinan silaturahmi sesama masyarakat Kepri dengan masyarakat Melayu Pesisir yang berada di Kampung Melayu Batu Besar Nongsa Batam. Momen ini merupakan momen langka, di mana selama tiga hari berturut perlombaan perahu jong. Banyak dari para peserta menginap di rumah masyarakat Kampung Melayu Batu Besar. Salah satunya ialah Atuk Anjang seorang nelayan, dan pimpinan OMPS Kampung Melayu.
Pada akhirnya, mereka pun bersilaturahmi, bernostalgia, berbaur menjadi satu kesatuan dengan warga Kampung Melayu di Pantai Melayu. Di mana para peserta yang berdatangan itu pun menginap di rumah saudara-saudari etnis Melayu yang berada di Kampung Melayu Batu Besar Nongsa Batam.

RelatedPosts

Perang dan Senjakala Kemanusiaan

Mudik dari Bali: ke Jawa, ke Lombok

Membedah Paradoks Kwamki Narama, Antara Inersia Birokrasi dan Mandat Konstitusional Otsus

Tags: BatamJong
Share11SendShare
Siasat ID

Siasat ID

surel: siasatindonesia [at] gmail.com

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Agustus 1, 2023
Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Agustus 26, 2022

PERNYATAAN SIKAP ATAS TINDAKAN OKNUM APARAT YANG MEMASUKI PASTORAN KATEDRAL TIGA RAJA MIMIKA TANPA IZIN DAN ETIKA

April 28, 2026
DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

1
Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

1
Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

1
PNM Akan Dikelola Kementerian Keuangan, GMNI : PNM Harus Tetap Dengan Wajah Aslinya

PNM Akan Dikelola Kementerian Keuangan, GMNI : PNM Harus Tetap Dengan Wajah Aslinya

April 30, 2026

Gandeng Pemprov Bali, PT Aksara Cristy Legal Siap Luncurkan Mesin Olah Sampah Tanpa Asap

April 30, 2026

Atasi Krisis Sampah, PT Aksara Cristy Legal Siapkan Mesin Pirolisis Tanpa Pembakaran

April 30, 2026
Siasat

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Navigate Site

  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In