• Latest
  • Trending
  • All

Kurozhumi Orochi Pindah ke Raja Ampat?

Juni 18, 2025

Syamsul Hariyanto DPRD Tangsel Fraksi PDIP: RTRW Tangsel Harus Jadi Kontrak Sosial 20 Tahun untuk Warga

Mei 1, 2026

Amin Napitupulu Di Hari Buruh: Setiap Keringat Pekerja adalah Bagian dari Pembangunan Negeri

Mei 1, 2026
PNM Akan Dikelola Kementerian Keuangan, GMNI : PNM Harus Tetap Dengan Wajah Aslinya

PNM Akan Dikelola Kementerian Keuangan, GMNI : PNM Harus Tetap Dengan Wajah Aslinya

April 30, 2026

Gandeng Pemprov Bali, PT Aksara Cristy Legal Siap Luncurkan Mesin Olah Sampah Tanpa Asap

April 30, 2026

Atasi Krisis Sampah, PT Aksara Cristy Legal Siapkan Mesin Pirolisis Tanpa Pembakaran

April 30, 2026

Kuasa Hukum Dr. Togar Situmorang Sebut Vonis Tendensius, Ungkap DM ‘Siap Dipenjara’ Sebelum Palu Diketuk

April 30, 2026

“Perpustakaan Merah Putih Nawaripi Dapat Perhatian, Dinas Perpustakaan Mimika Lakukan Peninjauan”

April 30, 2026

“Akar Kegagalan Jakarta di Papua: Mengapa Aktivis Cipayung, BEM, dan KNPI Mulai Suarakan Papua Merdeka?”

April 29, 2026

YLBH Papua Tengah Desak Presiden Prabowo Minta Maaf Kepada Pihak Keuskupan Timika

April 29, 2026

DAD dan Korem 173/PVB Perkuat Ketahanan Pangan di Papua Tengah, Dorong Pangan Lokal dalam Program MBG

April 29, 2026

Salah satu Bakal Calon Ketua KNPI MIMIKA buka suara terkait Aksi agresif yang menghantui pemuka agama di mimika

April 29, 2026

TK/PAUD Merah Putih Nawaripi Terima Bantuan Printer dan ATK dari Pemerintah Kampung

April 29, 2026
  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, Mei 1, 2026
  • Login
Siasat
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya
No Result
View All Result
Siasat
No Result
View All Result
Home Budaya

Kurozhumi Orochi Pindah ke Raja Ampat?

in Budaya, Opini
0
31
SHARES
343
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Oleh: Moh. Rizki Nur Ripa’i

Akhir-akhir ini kita dikagetkan soal adanya aktivitas pertambangan di Raja Ampat, aktivis Greeen Peace menyadarkan kita semua. Kondisi kerusakan lingkungan di Raja Ampat yang sedang berlangsung saat ini. Bukanlah keniscayaan. Namun sesuatu yang masih bisa diselamatkan, walaupun sudah masuk kategori darurat. Kita, sedari dulu selalu disuguhkan keindahan alam Raja Ampat, dengan berbagai keanekaragaman hayati dan lanskap laut terbaik di dunia ini. Pada saat yang sama, kerusakan dan eksploitasi besar-besaran terjadi di pulau yang indah itu, semakin nyata dan masif.

RelatedPosts

Perang dan Senjakala Kemanusiaan

Mudik dari Bali: ke Jawa, ke Lombok

Membedah Paradoks Kwamki Narama, Antara Inersia Birokrasi dan Mandat Konstitusional Otsus

Membuat kita teringat salah satu karakter di One Piece. Yap, Kurozumi Orochi, sosok problematik yang sangat kejam dan menindas, serta menghamba pada kekuasaan Kaido. Kaido salah satu dari 4 kaisar lautan (Yonkou) atau yang kita kenal sebagai sosok penguasa yang merebut tanah Wano untuk menambang, merebut pulau Wano Kuni dibantu tiran lokal (Orochi). Kaido bekerja sama dengan Orochi untuk membunuh Kozuki Oden Daimyo dari Kuri Negeri Wano, dan memungkinkan Bajak Laut Binatang untuk mengubah Wano menjadi tanah kosong. Orochi, mendapatkan hampir lengkap dengan imbalan meminjam kekuatan dan perlindungan Kaido, mengabaikan negaranya sendiri dan orang yang mendukung kepentingannya sendiri.

Lebih dari ratusan tahun lalu, Wano dikenal sebagai negeri emas, negara ini terkenal dengan istilah isolasionisme yang secara harfiah dikenal sebagai “negera tertutup”, artinya, kontak dengan pihak luar, seperti bajak laut dan negara lain. Meski ada larangan kontak dengan pihak luar, aliansi Orochi dan Kaido (yang pada gilirannya memiliki banyak koneksi dari luar). Mereka, para eselon atas mulai mengabaikan peraturan mereka dan mulai berbisnis senjata dan mengeskploitasi alam wano kuni untuk dijadikan lokasi pertambangan.

Saat mulai penambangan, banyak persoalan mulai terjadi, kerusakan lingkungan, air dan udara mulai tercemar. Orochi tak peduli apapun, soal kerusakan yang dialami oleh masyarakat lokal Wano. Sebab, ia telah memperoleh berbagai fasilitas dan kekuasaan yang di terima dari Kaido. Masyarakat Wano sendiri dijadikan buruh kasar yang tak manusiawi oleh pemerintahan yang dikendalikan oleh Kaido. Selain itu, terjadi juga praktik-praktik nepotisme di dalamnya, pasalnya yang menduduki jabatan penting disitu, hanya mereka yang dekat dengan Kaido.

Mereka masyarakat dengan lapisan pekerja di bawah, hanya dijadikan budak dan mendapatkan upah yang tak layak. Situasi ini, mengingatkan penulis akan apa yang terjadi di Raja Ampat, Papua, yang dikenal dengan surga terakhir di planet bumi. Sangat disayangkan jika keindahan sekelas Raja Ampat dieksploitasi sumber daya alamnya tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal Papua.

Aktivitas penambangan di Raja Ampat telah merusak 500 hektare hutan vegetasi alam di pulau tersebut, pulau-pulau ini merupakan pulau kecil yang seharusnya tak boleh di tambang menurut Undang-undang nomor 1 Tahun 2014 tentang pengelolaan wilayah pesisir, dan pulau-pulau kecil. Atas dalih hilirisasi nikel yang digaungkan oleh pemerintah untuk mewujudkan transisi energi bersih, kini mulai menimbulkan banyak persoalan baru yang justru makin memperparah kerusakan bumi, sampai-sampai harus mengorbankan surga terakhir di bumi.

Jika terus dibiarkan begini. Apakah nantinya Raja Ampat hanya menjadi sebuah dongeng untuk generasi kedepan? Atau kita akan menunggu seseorang dari masa depan sebagai penyelamat. Mungkin saja, sosok seperti Mugiwara No Luffy atau yang menyerupainya. Tapi, akankah kita berharap pada entitas yang hanya ada di serial manga ini, guna menyelamatkan Raja Ampat? Seyogyanya kita bisa belajar lewat perjuangan Luffy dan kelompoknya dalam mengusir dan menghajar para penindas dan perusak alam itu dari bumi Raja Ampat.

Entahlah, tapi memang dalam serial One Piece, seringkali menggambarkan realitas yang ada di dunia nyata, termasuk isu isu kolonialisme, ketimpangan sosial, dan eksploitasi sumber daya alam.

Tags: Green PeaceOne PieceRaja Ampat
Share12SendShare
Siasat ID

Siasat ID

surel: siasatindonesia [at] gmail.com

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Agustus 1, 2023
Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Agustus 26, 2022

PERNYATAAN SIKAP ATAS TINDAKAN OKNUM APARAT YANG MEMASUKI PASTORAN KATEDRAL TIGA RAJA MIMIKA TANPA IZIN DAN ETIKA

April 28, 2026
DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

1
Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

1
Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

1

Syamsul Hariyanto DPRD Tangsel Fraksi PDIP: RTRW Tangsel Harus Jadi Kontrak Sosial 20 Tahun untuk Warga

Mei 1, 2026

Amin Napitupulu Di Hari Buruh: Setiap Keringat Pekerja adalah Bagian dari Pembangunan Negeri

Mei 1, 2026
PNM Akan Dikelola Kementerian Keuangan, GMNI : PNM Harus Tetap Dengan Wajah Aslinya

PNM Akan Dikelola Kementerian Keuangan, GMNI : PNM Harus Tetap Dengan Wajah Aslinya

April 30, 2026
Siasat

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Navigate Site

  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In