• Latest
  • Trending
  • All

GMNI Mimika Desak Perdasus Oap Kepemimpinan Bupati Dan Walikota Harus Orang Asli Papua

Maret 11, 2026

“Akar Kegagalan Jakarta di Papua: Mengapa Aktivis Cipayung, BEM, dan KNPI Mulai Suarakan Papua Merdeka?”

April 29, 2026

YLBH Papua Tengah Desak Presiden Prabowo Minta Maaf Kepada Pihak Keuskupan Timika

April 29, 2026

DAD dan Korem 173/PVB Perkuat Ketahanan Pangan di Papua Tengah, Dorong Pangan Lokal dalam Program MBG

April 29, 2026

Salah satu Bakal Calon Ketua KNPI MIMIKA buka suara terkait Aksi agresif yang menghantui pemuka agama di mimika

April 29, 2026

TK/PAUD Merah Putih Nawaripi Terima Bantuan Printer dan ATK dari Pemerintah Kampung

April 29, 2026

PERNYATAAN SIKAP ATAS TINDAKAN OKNUM APARAT YANG MEMASUKI PASTORAN KATEDRAL TIGA RAJA MIMIKA TANPA IZIN DAN ETIKA

April 28, 2026

DPP GMNI MENDESAK KEMENTERIAN KEHUTANAN MENINJAU KEMBALI STATUS TAMAN NASIONAL MUTIS TIMAU

April 28, 2026

Darurat Sampah Bali, Made Hiroki Luncurkan Mesin “Solusi Aksara”: Olah 100 Ton Sehari Tanpa Asap Jadi Paving Block

April 28, 2026

Respons Aliansi Peduli Pengusaha Orang Asli Papua terhadap Sosialisasi Penguatan Peran PA, KPA, dan PPK di Mimika

April 28, 2026

“Otsus Papua Dinilai Mati, Arah Kebijakan Kini Ditentukan Investasi”

April 28, 2026

Soroti Oknum DPD RI, Made Hiroki Minta Tak Ada Intervensi Kasus Dugaan KDRT Rumah Tangganya

April 26, 2026

MENAGIH JANJI KEDEWASAAN; MENGAWAL MANDAT KONSTITUSIONAL CARETAKER KNPI MIMIKAOleh: Louis Fernando Afeanpah (Ketua Cabang GMKI Timika)

April 26, 2026
  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan
Kamis, April 30, 2026
  • Login
Siasat
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya
No Result
View All Result
Siasat
No Result
View All Result
Home Uncategorized

GMNI Mimika Desak Perdasus Oap Kepemimpinan Bupati Dan Walikota Harus Orang Asli Papua

in Uncategorized
0
46
SHARES
510
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

TIMIKA, 11 Maret 2026 – Kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Mimika, Bung Kafiar, meminta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Papua Tengah bersama Majelis Rakyat Papua (MRP) segera membentuk Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) yang mengatur secara tegas bahwa pencalonan kepala daerah di Tanah Papua harus berasal dari Orang Asli Papua (OAP).

Bung Kafiar, menyampaikan Berdasarkan Kritik terhadap kebijakan rolling jabatan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Mimika. Ia menilai kebijakan tersebut belum sepenuhnya memperhatikan hak-hak Orang Asli Papua (OAP), khususnya masyarakat adat Amungme, Kamoro, serta lima suku kerabat lainnya yang memiliki kedudukan historis di Kabupaten Mimika.

RelatedPosts

“Akar Kegagalan Jakarta di Papua: Mengapa Aktivis Cipayung, BEM, dan KNPI Mulai Suarakan Papua Merdeka?”

YLBH Papua Tengah Desak Presiden Prabowo Minta Maaf Kepada Pihak Keuskupan Timika

DAD dan Korem 173/PVB Perkuat Ketahanan Pangan di Papua Tengah, Dorong Pangan Lokal dalam Program MBG

Permintaan tersebut disampaikan Bung Kafiar, sebagai bagian dari dorongan agar implementasi Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus) Papua benar-benar berpihak pada masyarakat adat Papua, khususnya dalam bidang kepemimpinan daerah.

Menurut Bung Kafiar, hak kesulungan atau hak purba masyarakat adat Papua merupakan hak istimewa yang melekat pada Orang Asli Papua. Ia menilai hak tersebut tidak hanya berkaitan dengan faktor biologis, tetapi juga memiliki legitimasi historis dan kultural yang memberikan prioritas bagi OAP dalam kepemimpinan daerah, baik pada jabatan eksekutif seperti gubernur dan bupati maupun dalam pengisian perangkat daerah.

“Hak kesulungan masyarakat adat Papua adalah hak istimewa yang melekat pada Orang Asli Papua. Ini bukan sekadar warisan biologis, tetapi juga legitimasi historis dan kultural yang memberikan prioritas bagi OAP dalam kepemimpinan daerah,” ujar Bung Kafiar.

Ia menambahkan bahwa keberadaan Perdasus sangat penting untuk memberikan kepastian hukum terkait mekanisme pencalonan kepala daerah di Papua, sehingga semangat Otonomi Khusus dapat dijalankan secara konsisten.

Selain itu, Bung Kafiar juga mengingatkan para kepala daerah di Papua agar tidak mengabaikan peran masyarakat adat dalam struktur pemerintahan. Menurutnya, setelah jabatan kepala daerah dipercayakan kepada seorang pemimpin, maka pengisian perangkat daerah juga perlu memperhatikan keterlibatan masyarakat adat setempat.

“Ketika jabatan bupati sudah diberikan, maka dalam pengisian perangkat daerah juga perlu memperhatikan masyarakat adat. Jangan sampai pemimpin menjadi gelap mata terhadap masyarakat adat yang memiliki hak di tanah ini,” katanya.

Ia juga menilai bahwa kebijakan pemerintah daerah seharusnya tidak terlalu kaku dalam menerapkan sistem administrasi pemerintahan, termasuk dalam era digitalisasi birokrasi, apabila hal tersebut justru mengabaikan kekhususan yang telah diberikan negara melalui Otonomi Khusus Papua.

Menurut Bung Kafiar, Otonomi Khusus merupakan kebijakan negara yang bertujuan memberikan ruang dan perlindungan bagi Orang Asli Papua untuk berperan lebih besar dalam pemerintahan dan pembangunan daerah.

Karena itu, ia berharap DPRD Provinsi Papua Tengah bersama MRP dapat segera merumuskan dan menetapkan Perdasus yang mengatur secara jelas tentang syarat pencalonan kepala daerah bagi OAP.

“Kami berharap DPRD Papua Tengah dan MRP segera mengambil langkah konkret untuk membentuk Perdasus tersebut, sehingga hak politik Orang Asli Papua benar-benar terlindungi sesuai dengan semangat Otonomi Khusus,” ujarnya.

Bung Kafiar juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda Papua, untuk terus mengawal pelaksanaan Otonomi Khusus agar tetap berjalan sesuai tujuan awalnya, yakni meningkatkan kesejahteraan dan memperkuat posisi masyarakat adat Papua dalam sistem pemerintahan di daerah.

Share18SendShare
Redaksi Papua

Redaksi Papua

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Agustus 1, 2023
Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Agustus 26, 2022

PERNYATAAN SIKAP ATAS TINDAKAN OKNUM APARAT YANG MEMASUKI PASTORAN KATEDRAL TIGA RAJA MIMIKA TANPA IZIN DAN ETIKA

April 28, 2026
DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

1
Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

1
Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

1

“Akar Kegagalan Jakarta di Papua: Mengapa Aktivis Cipayung, BEM, dan KNPI Mulai Suarakan Papua Merdeka?”

April 29, 2026

YLBH Papua Tengah Desak Presiden Prabowo Minta Maaf Kepada Pihak Keuskupan Timika

April 29, 2026

DAD dan Korem 173/PVB Perkuat Ketahanan Pangan di Papua Tengah, Dorong Pangan Lokal dalam Program MBG

April 29, 2026
Siasat

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Navigate Site

  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In