• Latest
  • Trending
  • All
Sang Kaisar Aleksander dan Bajak Laut: Tentang Ketimpangan dan Standar Ganda Sosial

Sang Kaisar Aleksander dan Bajak Laut: Tentang Ketimpangan dan Standar Ganda Sosial

Mei 22, 2025
PNM Akan Dikelola Kementerian Keuangan, GMNI : PNM Harus Tetap Dengan Wajah Aslinya

PNM Akan Dikelola Kementerian Keuangan, GMNI : PNM Harus Tetap Dengan Wajah Aslinya

April 30, 2026

Gandeng Pemprov Bali, PT Aksara Cristy Legal Siap Luncurkan Mesin Olah Sampah Tanpa Asap

April 30, 2026

Atasi Krisis Sampah, PT Aksara Cristy Legal Siapkan Mesin Pirolisis Tanpa Pembakaran

April 30, 2026

Kuasa Hukum Dr. Togar Situmorang Sebut Vonis Tendensius, Ungkap DM ‘Siap Dipenjara’ Sebelum Palu Diketuk

April 30, 2026

“Perpustakaan Merah Putih Nawaripi Dapat Perhatian, Dinas Perpustakaan Mimika Lakukan Peninjauan”

April 30, 2026

“Akar Kegagalan Jakarta di Papua: Mengapa Aktivis Cipayung, BEM, dan KNPI Mulai Suarakan Papua Merdeka?”

April 29, 2026

YLBH Papua Tengah Desak Presiden Prabowo Minta Maaf Kepada Pihak Keuskupan Timika

April 29, 2026

DAD dan Korem 173/PVB Perkuat Ketahanan Pangan di Papua Tengah, Dorong Pangan Lokal dalam Program MBG

April 29, 2026

Salah satu Bakal Calon Ketua KNPI MIMIKA buka suara terkait Aksi agresif yang menghantui pemuka agama di mimika

April 29, 2026

TK/PAUD Merah Putih Nawaripi Terima Bantuan Printer dan ATK dari Pemerintah Kampung

April 29, 2026

PERNYATAAN SIKAP ATAS TINDAKAN OKNUM APARAT YANG MEMASUKI PASTORAN KATEDRAL TIGA RAJA MIMIKA TANPA IZIN DAN ETIKA

April 28, 2026

DPP GMNI MENDESAK KEMENTERIAN KEHUTANAN MENINJAU KEMBALI STATUS TAMAN NASIONAL MUTIS TIMAU

April 28, 2026
  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, Mei 1, 2026
  • Login
Siasat
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya
No Result
View All Result
Siasat
No Result
View All Result
Home Opini

Sang Kaisar Aleksander dan Bajak Laut: Tentang Ketimpangan dan Standar Ganda Sosial

in Opini, Sosial
0
Sang Kaisar Aleksander dan Bajak Laut: Tentang Ketimpangan dan Standar Ganda Sosial
28
SHARES
314
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Oleh : Tegar KKWP

Dalam “City of God,” Santo Agustinus menceritakan kisah seorang bajak laut yang ditangkap oleh Alexander Agung. Kaisar dengan marah bertanya kepadanya, “Beraninya kau mengganggu lautan?” Bajak laut itu menjawab, “Beraninya kau mengganggu seluruh dunia? Karena aku melakukannya dengan perahu kecil, aku disebut bajak laut dan pencuri. Kau, dengan angkatan laut yang besar dan mengganggu dunia disebut kaisar,” kutipan dari buku Pirates and Emperors: karya Norm Chomsky.

RelatedPosts

Perang dan Senjakala Kemanusiaan

Mudik dari Bali: ke Jawa, ke Lombok

Menanam Harapan di Jantung Jayawijaya: Aksi Naila M. Wenda Melawan Krisis Iklim

Cerita ini berasal dari pertemuan legendaris antara Aleksander Agung dan seorang bajak laut yang dia tangkap. Dalam percakapan tersebut, si perompak membalik logika kekuasaan: bahwa perbuatan yang sama bisa dinilai secara sangat berbeda, tergantung siapa yang melakukannya dan dalam konteks apa yang dia dilakukan.

Pernyataan itu menjadi tamparan keras terhadap standar ganda sosial yang begitu melekat dalam peradaban manusia. Mengapa masyarakat memuliakan sang kaisar dan memenjarakan sang perompak, padahal keduanya melakukan tindakan yang esensinya sama: merampas, menaklukkan, dan mengambil hak orang lain.

Manusia sering kali terjebak pada cover atau sampul. Apa yang terlihat indah, rapi, berwibawa, dan besar cenderung diterima lebih mudah sebagai benar dan sah. Maka dari itu, seorang kaisar dengan pakaian kebesaran, istana megah, dan pasukan yang teratur akan lebih mudah disebut sebagai “pemimpin adil” daripada perompak yang kumuh dan membawa pedang karatan.

Namun, apakah pengakuan moral bisa dibentuk hanya dari tampilan dan struktur?

Tidak jarang, sejarah memperlihatkan bahwa banyak penguasa yang secara sistematis menindas, merampok, dan menyebarkan kekerasan, tetapi tetap dikenang sebagai pahlawan hanya karena mereka menang dan membangun narasi yang bagus.

Fenomena ini mengungkap satu hal penting: bahwa sesungguhnya masyarakat masih banyak menilai moralitas berdasarkan bentuk, bukan esensi. Inilah mengapa keindahan sering dikira kebaikan, dan kekuatan sering dikira kebenaran.

Padahal seperti kantung semar yang memikat serangga dengan aroma manis untuk kemudian mencernanya perlahan-lahan, keindahan bisa menjadi jebakan paling mematikan jika tidak dikaji secara kritis. Dalam dunia modern pun, hal ini terus berulang: dari politikus yang manis di layar tapi bengis di belakang layar, hingga perusahaan besar yang melakukan eksploitasi namun disanjung karena CSR dan iklan mengharukan.

Jadi Siapa Sebenarnya penjahat di sini?

Pelajaran dari kisah Aleksander dan perompak bukan hanya tentang sejarah atau anekdot, tapi cermin yang mengajak kita mempertanyakan nilai-nilai yang selama ini kita anggap mutlak. Apakah kita benar-benar mengerti siapa yang jahat dan siapa yang benar, atau hanya ikut arus berdasarkan opini mayoritas dan citra yang dibangun?

Jika kita ingin membangun masyarakat yang adil, maka kita harus berani melampaui sampul dan menilai dari substansi. Mulai dari pertanyaan paling sederhana: apa yang mereka lakukan, bukan siapa mereka dan seberapa megah mereka tampil?


Sudah saatnya mari kita membuka mata terhadap ketimpangan logika dalam menilai kebaikan dan keburukan. Tak selamanya yang besar itu benar, dan yang kecil itu salah. Tak selamanya yang indah itu baik, dan yang kasar itu jahat. Dunia akan lebih adil jika kita mampu menilai dari dalam, bukan hanya dari luar…

Thanks for watching, apabila ada kata atau kalimat yang menyesatkan, janganlah ragu untuk mengkritik atau memberi saran, karena manusia adalah tempatnya salah dan lupa, “wajar manusia bukan nabi boy..”

Share11SendShare
Siasat ID

Siasat ID

surel: siasatindonesia [at] gmail.com

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Agustus 1, 2023
Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Agustus 26, 2022

PERNYATAAN SIKAP ATAS TINDAKAN OKNUM APARAT YANG MEMASUKI PASTORAN KATEDRAL TIGA RAJA MIMIKA TANPA IZIN DAN ETIKA

April 28, 2026
DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

1
Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

1
Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

1
PNM Akan Dikelola Kementerian Keuangan, GMNI : PNM Harus Tetap Dengan Wajah Aslinya

PNM Akan Dikelola Kementerian Keuangan, GMNI : PNM Harus Tetap Dengan Wajah Aslinya

April 30, 2026

Gandeng Pemprov Bali, PT Aksara Cristy Legal Siap Luncurkan Mesin Olah Sampah Tanpa Asap

April 30, 2026

Atasi Krisis Sampah, PT Aksara Cristy Legal Siapkan Mesin Pirolisis Tanpa Pembakaran

April 30, 2026
Siasat

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Navigate Site

  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In