• Latest
  • Trending
  • All
Sang Kaisar Aleksander dan Bajak Laut: Tentang Ketimpangan dan Standar Ganda Sosial

Sang Kaisar Aleksander dan Bajak Laut: Tentang Ketimpangan dan Standar Ganda Sosial

Mei 22, 2025

Senator PFM: Operasi 49 Alat Berat di Imeko Ilegal, Stop Sebelum Ada Izin

April 21, 2026

Dugaan Korupsi Keuangan MRP PBD, DAP Doberai: Temuan Pansus LKPJ Gubernur Pintu Masuk Periksa Seklis MRP

April 21, 2026

Kenapa Senator PFM Fokus Berantas Korupsi di PBD? Karena Uang Rakyat Di Curi ( Korupsi) oleh Oknum Pejabat di PBD

April 21, 2026

Senator PFM Minta Wapres Gibran Selesaikan 310 Rumah Jokowi yang Belum Selesai di Sorong

April 21, 2026

Momen Hari Kartini 2026, Monika Priska Wanma: Perempuan Asli Papua Harus Rebut Peluang di Industri, Tambang, dan Konstruksi

April 21, 2026

Di Hadapan Wapres, Sekjend Forum Alumni Pimpinan Cipayung Dorong Pemerintah Bangun BLK Secara Masif

April 21, 2026

Forum Alumni Pimpinan Cipayung Mimika, Apresiasi kedatangan Wapres Di Papua Tengah Mimika

April 21, 2026

ANATOMI OTSUS DI PAPUA TENGAH: ANTARA ILUSI ARITMATIKADAN PENYANDERAAN KEWENANGAN

April 21, 2026

GMNI DKI Jakarta: MDCP RI–AS Jangan Jadi Pintu Ketergantungan Pertahanan

April 20, 2026

Dana Jemaat Raib Rp28,8 M hingga Teror Pinjol, YPKIM Sebut Konsumen Keuangan Belum Terlindungi

April 20, 2026

Soroti Dana Kompensasi KLH Rp10 Miliar, Tokoh Intelektual Raja Ampat Minta MRP PBD Beberkan Rincian

April 20, 2026

Pemuda Adat Kamoro Apresiasi Kunjungan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dan Dorong Agenda Strategis Pembangunan Berbasis Adat

April 20, 2026
  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan
Selasa, April 21, 2026
  • Login
Siasat
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya
No Result
View All Result
Siasat
No Result
View All Result
Home Opini

Sang Kaisar Aleksander dan Bajak Laut: Tentang Ketimpangan dan Standar Ganda Sosial

in Opini, Sosial
0
Sang Kaisar Aleksander dan Bajak Laut: Tentang Ketimpangan dan Standar Ganda Sosial
28
SHARES
314
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Oleh : Tegar KKWP

Dalam “City of God,” Santo Agustinus menceritakan kisah seorang bajak laut yang ditangkap oleh Alexander Agung. Kaisar dengan marah bertanya kepadanya, “Beraninya kau mengganggu lautan?” Bajak laut itu menjawab, “Beraninya kau mengganggu seluruh dunia? Karena aku melakukannya dengan perahu kecil, aku disebut bajak laut dan pencuri. Kau, dengan angkatan laut yang besar dan mengganggu dunia disebut kaisar,” kutipan dari buku Pirates and Emperors: karya Norm Chomsky.

RelatedPosts

Perang dan Senjakala Kemanusiaan

Mudik dari Bali: ke Jawa, ke Lombok

Menanam Harapan di Jantung Jayawijaya: Aksi Naila M. Wenda Melawan Krisis Iklim

Cerita ini berasal dari pertemuan legendaris antara Aleksander Agung dan seorang bajak laut yang dia tangkap. Dalam percakapan tersebut, si perompak membalik logika kekuasaan: bahwa perbuatan yang sama bisa dinilai secara sangat berbeda, tergantung siapa yang melakukannya dan dalam konteks apa yang dia dilakukan.

Pernyataan itu menjadi tamparan keras terhadap standar ganda sosial yang begitu melekat dalam peradaban manusia. Mengapa masyarakat memuliakan sang kaisar dan memenjarakan sang perompak, padahal keduanya melakukan tindakan yang esensinya sama: merampas, menaklukkan, dan mengambil hak orang lain.

Manusia sering kali terjebak pada cover atau sampul. Apa yang terlihat indah, rapi, berwibawa, dan besar cenderung diterima lebih mudah sebagai benar dan sah. Maka dari itu, seorang kaisar dengan pakaian kebesaran, istana megah, dan pasukan yang teratur akan lebih mudah disebut sebagai “pemimpin adil” daripada perompak yang kumuh dan membawa pedang karatan.

Namun, apakah pengakuan moral bisa dibentuk hanya dari tampilan dan struktur?

Tidak jarang, sejarah memperlihatkan bahwa banyak penguasa yang secara sistematis menindas, merampok, dan menyebarkan kekerasan, tetapi tetap dikenang sebagai pahlawan hanya karena mereka menang dan membangun narasi yang bagus.

Fenomena ini mengungkap satu hal penting: bahwa sesungguhnya masyarakat masih banyak menilai moralitas berdasarkan bentuk, bukan esensi. Inilah mengapa keindahan sering dikira kebaikan, dan kekuatan sering dikira kebenaran.

Padahal seperti kantung semar yang memikat serangga dengan aroma manis untuk kemudian mencernanya perlahan-lahan, keindahan bisa menjadi jebakan paling mematikan jika tidak dikaji secara kritis. Dalam dunia modern pun, hal ini terus berulang: dari politikus yang manis di layar tapi bengis di belakang layar, hingga perusahaan besar yang melakukan eksploitasi namun disanjung karena CSR dan iklan mengharukan.

Jadi Siapa Sebenarnya penjahat di sini?

Pelajaran dari kisah Aleksander dan perompak bukan hanya tentang sejarah atau anekdot, tapi cermin yang mengajak kita mempertanyakan nilai-nilai yang selama ini kita anggap mutlak. Apakah kita benar-benar mengerti siapa yang jahat dan siapa yang benar, atau hanya ikut arus berdasarkan opini mayoritas dan citra yang dibangun?

Jika kita ingin membangun masyarakat yang adil, maka kita harus berani melampaui sampul dan menilai dari substansi. Mulai dari pertanyaan paling sederhana: apa yang mereka lakukan, bukan siapa mereka dan seberapa megah mereka tampil?


Sudah saatnya mari kita membuka mata terhadap ketimpangan logika dalam menilai kebaikan dan keburukan. Tak selamanya yang besar itu benar, dan yang kecil itu salah. Tak selamanya yang indah itu baik, dan yang kasar itu jahat. Dunia akan lebih adil jika kita mampu menilai dari dalam, bukan hanya dari luar…

Thanks for watching, apabila ada kata atau kalimat yang menyesatkan, janganlah ragu untuk mengkritik atau memberi saran, karena manusia adalah tempatnya salah dan lupa, “wajar manusia bukan nabi boy..”

Share11SendShare
Siasat ID

Siasat ID

surel: siasatindonesia [at] gmail.com

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Agustus 1, 2023
Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Agustus 26, 2022

Rolling Jabatan di Mimika Dipertanyakan, GMNI: Dimana Keterlibatan OAP Dimana Hak Kesulungan Amungme, Kamoro, dan 5 Suku Kerabat

Maret 11, 2026
DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

1
Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

1
Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

1

Senator PFM: Operasi 49 Alat Berat di Imeko Ilegal, Stop Sebelum Ada Izin

April 21, 2026

Dugaan Korupsi Keuangan MRP PBD, DAP Doberai: Temuan Pansus LKPJ Gubernur Pintu Masuk Periksa Seklis MRP

April 21, 2026

Kenapa Senator PFM Fokus Berantas Korupsi di PBD? Karena Uang Rakyat Di Curi ( Korupsi) oleh Oknum Pejabat di PBD

April 21, 2026
Siasat

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Navigate Site

  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In