• Latest
  • Trending
  • All
Berfilsafat di Zaman Sekarang, Masihkah Relevan ?

Berfilsafat di Zaman Sekarang, Masihkah Relevan ?

Mei 13, 2025

Syamsul Hariyanto DPRD Tangsel Fraksi PDIP: RTRW Tangsel Harus Jadi Kontrak Sosial 20 Tahun untuk Warga

Mei 1, 2026

Amin Napitupulu Di Hari Buruh: Setiap Keringat Pekerja adalah Bagian dari Pembangunan Negeri

Mei 1, 2026
PNM Akan Dikelola Kementerian Keuangan, GMNI : PNM Harus Tetap Dengan Wajah Aslinya

PNM Akan Dikelola Kementerian Keuangan, GMNI : PNM Harus Tetap Dengan Wajah Aslinya

April 30, 2026

Gandeng Pemprov Bali, PT Aksara Cristy Legal Siap Luncurkan Mesin Olah Sampah Tanpa Asap

April 30, 2026

Atasi Krisis Sampah, PT Aksara Cristy Legal Siapkan Mesin Pirolisis Tanpa Pembakaran

April 30, 2026

Kuasa Hukum Dr. Togar Situmorang Sebut Vonis Tendensius, Ungkap DM ‘Siap Dipenjara’ Sebelum Palu Diketuk

April 30, 2026

“Perpustakaan Merah Putih Nawaripi Dapat Perhatian, Dinas Perpustakaan Mimika Lakukan Peninjauan”

April 30, 2026

“Akar Kegagalan Jakarta di Papua: Mengapa Aktivis Cipayung, BEM, dan KNPI Mulai Suarakan Papua Merdeka?”

April 29, 2026

YLBH Papua Tengah Desak Presiden Prabowo Minta Maaf Kepada Pihak Keuskupan Timika

April 29, 2026

DAD dan Korem 173/PVB Perkuat Ketahanan Pangan di Papua Tengah, Dorong Pangan Lokal dalam Program MBG

April 29, 2026

Salah satu Bakal Calon Ketua KNPI MIMIKA buka suara terkait Aksi agresif yang menghantui pemuka agama di mimika

April 29, 2026

TK/PAUD Merah Putih Nawaripi Terima Bantuan Printer dan ATK dari Pemerintah Kampung

April 29, 2026
  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, Mei 1, 2026
  • Login
Siasat
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya
No Result
View All Result
Siasat
No Result
View All Result
Home Opini

Berfilsafat di Zaman Sekarang, Masihkah Relevan ?

in Opini
0
Berfilsafat di Zaman Sekarang, Masihkah Relevan ?
36
SHARES
399
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Oleh : Tegar KKWP

Di zaman modern yang bergerak cepat Kita di tuntut untuk multitasking, banyak orang mulai mengabaikan filsafat. Ilmu yang dianggap terlalu abstrak, terlalu rumit, dan katanya “nggak ada gunanya buat cari duit”. Bahkan muncul kalimat legendaris yang terdengar akrab oleh kita:

RelatedPosts

Perang dan Senjakala Kemanusiaan

Mudik dari Bali: ke Jawa, ke Lombok

Membedah Paradoks Kwamki Narama, Antara Inersia Birokrasi dan Mandat Konstitusional Otsus

“Jangan belajar filsafat, nanti gila.”

seakan kita benar-benar di tekan untuk tidak ber filsafat di zaman sekarang..

Namun, benarkah filsafat sudah tidak lagi relevan?
Ataukah kita hanya belum menyadari di mana letak eksistensi dari filsafat itu sendiri?

  1. Filsafat Bukan hanya Sekadar Ilmu Tapi juga Cara Hidup.

Filsafat lahir dari pertanyaan mendasar tentang eksistensi, nilai, kebenaran, dan tujuan. Orang yang bertanya “kenapa aku hidup?”, “apa arti keadilan?”, atau “apa itu kebenaran?” sejatinya sudah masuk ke dunia filsafat. Jadi, filsafat bukan eksklusif milik akademisi atau golongan tertentu. Siapa pun yang mencari makna, sejatinya sedang berfilsafat.

  1. Dunia Modern sangatlah butuh Critical Thinking, dan Itu adalah Akar dari Filsafat.

Kita hidup di era banyak banget hoaks, banjir informasi tapi minim literasi, yang mengakibatkan manipulasi media. Di sinilah filsafat menjadi penting: bukan untuk menjawab semua pertanyaan, tapi untuk mengajari kita cara bertanya yang tepat dan menyaring kebenaran dari ilusi.

Filsafat mengasah logika, menguatkan landasan moral, dan melatih kita supaya bisa berpikir sistematis. Tanpa semua itu, kita semua bisa tersesat dalam kompleksitas teknologi dan informasi yang kian berkembang.

  1. Bahasa Filsafat Itu memang Dalam, Tapi Bisa Di permudah.

Salah satu keluhan terbesar terhadap filsafat adalah bahasanya yang “berbelit-belit”. Tapi itu karena bahasa digunakan untuk menjelaskan sesuatu yang sangat abstrak dan mendalam. Sama seperti ilmu kedokteran atau fisika, ada istilah teknis yang memang perlu tapi bukan berarti tidak bisa disederhanakan.

Orang yang bijak tahu caranya menyampaikan kebenaran dengan cara yang bisa dipahami masyarakat umum tanpa kehilangan makna. Di sinilah kreativitas dan empati bertemu dengan logika: filsafat menjadi alat komunikasi makna, bukan lagi alat untuk pamer kecerdasan.

  1. Filsafat Bukanlah Untuk Semua, Tapi Berguna Untuk Siapa Saja.

Tak semua orang harus jadi filsuf. Tapi semua orang yang belajar filsafat akan mendapat manfaat dari berpikir lebih jernih, kritis, dan penuh makna. Bahkan satu pertanyaan sederhana seperti “Apa yang membuatku bahagia?” bisa jadi pintu masuk menuju kesadaran diri.

Dan filsafat juga mengajarkan satu hal penting:

“Kita bukan hanya hidup, kita menjalani kehidupan dengan sadar.”

Filsafat di Dunia Modern Itu Penting, Tapi juga Harus Manusiawi

Filsafat bukan tentang menjadi rumit, tapi tentang menjadi pemahaman yang utuh,
Bukan sekadar tahu cara dunia berputar, tapi mengerti kenapa kita harus peduli pada dunia.
Di dunia yang sibuk dan bising ini, filsafat adalah ruang sunyi yang membantu kita mendengar diri sendiri.

Dan kadang, cara ber filsafat terbaik bukan datang dari buku—tapi dari pertanyaan kecil yang kita bisikkan saat duduk bareng orang yang kita cintai…

Tags: filsafat
Share14SendShare
Siasat ID

Siasat ID

surel: siasatindonesia [at] gmail.com

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Agustus 1, 2023
Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Agustus 26, 2022

PERNYATAAN SIKAP ATAS TINDAKAN OKNUM APARAT YANG MEMASUKI PASTORAN KATEDRAL TIGA RAJA MIMIKA TANPA IZIN DAN ETIKA

April 28, 2026
DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

1
Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

1
Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

1

Syamsul Hariyanto DPRD Tangsel Fraksi PDIP: RTRW Tangsel Harus Jadi Kontrak Sosial 20 Tahun untuk Warga

Mei 1, 2026

Amin Napitupulu Di Hari Buruh: Setiap Keringat Pekerja adalah Bagian dari Pembangunan Negeri

Mei 1, 2026
PNM Akan Dikelola Kementerian Keuangan, GMNI : PNM Harus Tetap Dengan Wajah Aslinya

PNM Akan Dikelola Kementerian Keuangan, GMNI : PNM Harus Tetap Dengan Wajah Aslinya

April 30, 2026
Siasat

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Navigate Site

  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In