• Latest
  • Trending
  • All
Pemanfaatan Pelet Ikan Koi Organik Berbahan Dasar Koi Afkir dalam Mewujudkan Bisnis Aquacultur Berkelanjutan

Pemanfaatan Pelet Ikan Koi Organik Berbahan Dasar Koi Afkir dalam Mewujudkan Bisnis Aquacultur Berkelanjutan

November 5, 2024

“Akar Kegagalan Jakarta di Papua: Mengapa Aktivis Cipayung, BEM, dan KNPI Mulai Suarakan Papua Merdeka?”

April 29, 2026

YLBH Papua Tengah Desak Presiden Prabowo Minta Maaf Kepada Pihak Keuskupan Timika

April 29, 2026

DAD dan Korem 173/PVB Perkuat Ketahanan Pangan di Papua Tengah, Dorong Pangan Lokal dalam Program MBG

April 29, 2026

Salah satu Bakal Calon Ketua KNPI MIMIKA buka suara terkait Aksi agresif yang menghantui pemuka agama di mimika

April 29, 2026

TK/PAUD Merah Putih Nawaripi Terima Bantuan Printer dan ATK dari Pemerintah Kampung

April 29, 2026

PERNYATAAN SIKAP ATAS TINDAKAN OKNUM APARAT YANG MEMASUKI PASTORAN KATEDRAL TIGA RAJA MIMIKA TANPA IZIN DAN ETIKA

April 28, 2026

DPP GMNI MENDESAK KEMENTERIAN KEHUTANAN MENINJAU KEMBALI STATUS TAMAN NASIONAL MUTIS TIMAU

April 28, 2026

Darurat Sampah Bali, Made Hiroki Luncurkan Mesin “Solusi Aksara”: Olah 100 Ton Sehari Tanpa Asap Jadi Paving Block

April 28, 2026

Respons Aliansi Peduli Pengusaha Orang Asli Papua terhadap Sosialisasi Penguatan Peran PA, KPA, dan PPK di Mimika

April 28, 2026

“Otsus Papua Dinilai Mati, Arah Kebijakan Kini Ditentukan Investasi”

April 28, 2026

Soroti Oknum DPD RI, Made Hiroki Minta Tak Ada Intervensi Kasus Dugaan KDRT Rumah Tangganya

April 26, 2026

MENAGIH JANJI KEDEWASAAN; MENGAWAL MANDAT KONSTITUSIONAL CARETAKER KNPI MIMIKAOleh: Louis Fernando Afeanpah (Ketua Cabang GMKI Timika)

April 26, 2026
  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan
Rabu, April 29, 2026
  • Login
Siasat
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya
No Result
View All Result
Siasat
No Result
View All Result
Home Edukasi

Pemanfaatan Pelet Ikan Koi Organik Berbahan Dasar Koi Afkir dalam Mewujudkan Bisnis Aquacultur Berkelanjutan

in Edukasi, Opini
0
Pemanfaatan Pelet Ikan Koi Organik Berbahan Dasar Koi Afkir dalam Mewujudkan Bisnis Aquacultur Berkelanjutan
25
SHARES
276
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Oleh: Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Negeri Malang Desa Sumberjo Kecamatan Sanan Kabupaten Blitar.

Pada tahun 2018 ikan koi dijadikan sebagai ikon kota blitar terdapat ekosistem yang sistematis dalam pembudidayaan ikan koi dalam bentuk komunitas, berbagai event telah dilaksanakan seperti piala presiden dan kegiatan lain yang menjadikan kota blitar sebagai rujukan pemeliharaan ikan Koi di Indonesia. Pembudidayaan ikan koi saat ini, telah merambah di desa-desa lain yang mengakibatkan terlalu banyak suplai ke pasar sehingga harga ikan koi mengalami penurunan yang signifikan.

RelatedPosts

GSNI Lumajang Kobarkan Semangat Nasionalisme Melalui Seminar “Rise of Young Patriots

UMKABA Gelar Job Fair, Perkuat Skema Kuliah Sambil Kerja bagi Lulusan SMA/SMK

Perang dan Senjakala Kemanusiaan

Berdasarkan hasil observasi awal riset menunjukkan bahwa Peternak Koi pada pertengahan tahun 2022 omset para pembudidaya turun hingga 40-50 persen. Namun, peningkatan industri ikan koi, tidak diimbangi dengan perencanaan yang baik dalam pengelolaan limbah koi yang gagal panen. Kegagalan dalam panen ikan koi dikarenakan perubahan iklim sekitar tiga ribu ikan koi mati akibat penyakit moncong putih dan jamur pada musim penghujan. Permasalahan limbah koi yang gagal panen belum terdapat solusi yang mampu menangani dengan tepat. Kebanyakan pembudidaya koi hanya membiarkan limbah koi yang gagal panen dengan cara membuang ke sungai.

Pembuangan limbah koi gagal panen ke sungai dapat menimbulkan berbagai masalah baru dengan mengeluarkan amonia, nitrit, dan nitrat sebagai hasil metabolisme. Ammonia yang dikeluarkan oleh ikan koi ketika dibuang ke sungai dapat menjadi pencemaran air yang menyebabkan kematian pada makhluk hidup yang ada di ekosistem air, perubahan warna pada air yang tercemar, serta tumbuhan tanaman air yang mengakibatkan kedangkalan air. Selain itu juga masalah yang ditemukan adalah masyarakat pembudidaya koi menganggap ikan koi gagal panen tidak memiliki harga dan jika dijual akan merusak harga pasaran. Pembudidaya koi mengungkap jika ikan koi yang gagal panen dijual maka akan merusak harga pasaran. Mereka lebih memilih membuang ikannya ke sungai dengan tidak melihat dampak yang ditimbulkan oleh ikan koi gagal panen seperti tercemarnya air sungai dan akan mengakibatkan ikan lainnya mati.

Permasalahan tersebut perlu mencari sebuah solusi untuk mengatasi permasalah pembuangan limbah ikan koi khususnya yang berkaitan dengan pembuatan pelet dengan tujuan mengurangi limbah ikan koi yang dibuang ke sungai sekaligus membantu perekonomian pembudidaya ikan koi yang berada di Blitar. Berdasarkan hal tersebut Tim Pengabdian Universitas Negeri Malang melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat diketuai oleh Muhammad Mujtaba Habibi, S.Pd., M.AP  bersama anggota yaitu Hanafi, M.Pd, Alfian Fawaidil Wafa, M.Pd, Abd. Mu’id Aris Shofa, S.Pd., Mifdal Zusron Alfaqi, S.Pd., M.Sc, M.Sc, . Selain itu juga melibatkan mahasiswa yaitu Rizal Budi Krisdianto, dan Falsafah Nur Aini.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan Pada Tanggal 21 September 2024 di Aula Balai Desa Sumberjo Kecamatan Sanan Kulon Kabupaten Blitar. Total peserta yang hadir 30 orang dengan 3 narasumber. Kegiatan pengabdian berupa pendampingan tersebut bertujuan untuk memberikan bekal kepada masyarakat tentang dampak pembuangan limbah ikan koi gagal panen dan manfaat lain terhadap limbah ikan koi gagal panen sebagai pelet yang nantinya bisa dijual untuk membantu meningkatkan perekonomian pembudidaya koi sekaligus dapat membantu warga sekitar untuk berinovasi di dunia perikanan. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini melalui pendampingan secara langsung. Penggunaan metode ini difokuskan untuk membangun partsipasi semua peternak KOI untuk pemanfaatan Pelet Ikan Koi Organik Berbahan Dasar Koi Afkir Dalam Mewujudkan Bisnis Aquacultur Berkelanjutan.

Tags: Tim Pengabdian MasyarakatUniversitas Negeri Malang
Share10SendShare
Redaksi

Redaksi

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Agustus 1, 2023
Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Agustus 26, 2022

PERNYATAAN SIKAP ATAS TINDAKAN OKNUM APARAT YANG MEMASUKI PASTORAN KATEDRAL TIGA RAJA MIMIKA TANPA IZIN DAN ETIKA

April 28, 2026
DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

1
Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

1
Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

1

“Akar Kegagalan Jakarta di Papua: Mengapa Aktivis Cipayung, BEM, dan KNPI Mulai Suarakan Papua Merdeka?”

April 29, 2026

YLBH Papua Tengah Desak Presiden Prabowo Minta Maaf Kepada Pihak Keuskupan Timika

April 29, 2026

DAD dan Korem 173/PVB Perkuat Ketahanan Pangan di Papua Tengah, Dorong Pangan Lokal dalam Program MBG

April 29, 2026
Siasat

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Navigate Site

  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In