Kendal, Siasat ID — Universitas Muhammadiyah Kendal Batang (UMKABA) menyelenggarakan kegiatan Job Fair dalam rangka Milad ke-4 di Kampus Pusat UMKABA, Kabupaten Kendal. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dengan menghadirkan sejumlah perusahaan dari Kawasan Industri Kendal (KIK) dan wilayah sekitarnya.
Job fair ini dirancang untuk mempertemukan secara langsung pencari kerja dengan dunia industri, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap informasi dan peluang kerja yang relevan.
Wakil Rektor III UMKABA, Utomo, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang rekrutmen, tetapi juga sebagai strategi institusi dalam mengintegrasikan pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja.
“Melalui kegiatan ini, kami menghadirkan perusahaan ke lingkungan kampus agar proses rekrutmen lebih terbuka dan mudah diakses oleh masyarakat. Ini sekaligus menjawab tantangan akses pencari kerja di wilayah Kendal,” ujarnya (9/4).
Lebih lanjut, UMKABA mengembangkan pendekatan “kuliah sambil kerja” sebagai model pendidikan yang adaptif dan kontekstual bagi lulusan SMA/SMK.
“Kami memfasilitasi lulusan SMA/SMK untuk tidak harus memilih antara bekerja atau kuliah. Keduanya dapat dijalankan secara bersamaan. Bagi yang sudah bekerja, tetap dapat melanjutkan pendidikan di UMKABA melalui skema yang fleksibel,” tambahnya.
Untuk mendukung model tersebut, UMKABA menyediakan berbagai skema akademik, antara lain kelas karyawan dengan jadwal di luar jam kerja, pembelajaran hybrid (luring dan daring), serta pengakuan pengalaman kerja sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Dalam pelaksanaannya, peserta job fair dapat berinteraksi langsung dengan perusahaan sekaligus mengajukan lamaran melalui sistem digital yang telah disediakan oleh masing-masing perusahaan.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, dunia industri, dan masyarakat. Perusahaan memperoleh calon tenaga kerja yang sesuai kebutuhan, sementara masyarakat mendapatkan akses kerja sekaligus kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi.
Job fair ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan oleh UMKABA dan mendapatkan respons positif dari masyarakat. Tingginya antusiasme peserta menunjukkan besarnya kebutuhan terhadap model integrasi antara dunia kerja dan pendidikan.

Salah satu peserta, Rafli, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat membantu dalam memperoleh informasi lowongan pekerjaan secara langsung.
“Saya merasa terbantu karena bisa langsung mengetahui peluang kerja dan proses melamarnya. Harapannya kegiatan seperti ini dapat diadakan secara rutin,” ujarnya.
Presiden Mahasiswa BEM UMKABA, Shoim, turut mengapresiasi kegiatan tersebut sekaligus memberikan masukan untuk pengembangan ke depan.
“Kegiatan ini sangat positif karena memperlihatkan peran aktif kampus dalam masyarakat. Ke depan, perlu pengelolaan yang lebih fokus, misalnya dengan memisahkan panggung hiburan agar tidak mengganggu konsentrasi peserta,” ungkapnya.
Ke depan, UMKABA berkomitmen menjadikan job fair sebagai agenda rutin sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjembatani kebutuhan dunia kerja dan pendidikan tinggi secara berkelanjutan. (Aji S N/ Red)









