
Merauke – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Merauke menyampaikan pernyataan sikap tegas terhadap Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GMNI Tanah Papua yang dinilai tidak mampu memberikan kejelasan serius terkait persiapan pelaksanaan Konferensi Daerah (Konferda) GMNI Tanah Papua.
Konferda GMNI Tanah Papua sebelumnya direncanakan akan digelar pada bulan Maret dengan DPC GMNI Mimika sebagai tuan rumah. Namun hingga saat ini, menurut DPC GMNI Merauke, belum ada langkah konkret maupun tanggapan resmi yang menjawab pertanyaan dan dorongan dari DPC GMNI se-Tanah Papua terkait kesiapan pelaksanaan agenda tersebut.
Ketua DPC GMNI Merauke dalam keterangannya menegaskan bahwa DPD GMNI Tanah Papua sudah seharusnya melaksanakan Konferda karena masa kepengurusan telah berakhir. Ia menilai, penundaan tanpa kejelasan justru berpotensi mencederai mekanisme organisasi dan prinsip demokrasi internal yang selama ini dijunjung tinggi oleh GMNI.
“Kami menegaskan bahwa DPD GMNI Tanah Papua wajib segera melakukan rekonsiliasi internal dan mempersiapkan pelaksanaan Konferda. Ini bukan hanya soal agenda rutin, tetapi menyangkut legitimasi kepemimpinan dan keberlanjutan roda organisasi,” tegasnya.
DPC GMNI Merauke juga menyampaikan bahwa komunikasi dan konsolidasi antar-cabang harus menjadi prioritas, mengingat Konferda merupakan forum tertinggi di tingkat daerah yang menentukan arah gerak organisasi ke depan.
Lebih lanjut, DPC GMNI Merauke meminta Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI untuk segera mengambil sikap tegas apabila DPD GMNI Tanah Papua tidak menunjukkan keseriusan dalam melaksanakan Konferda. Menurut mereka, DPP sebagai otoritas tertinggi organisasi memiliki tanggung jawab moral dan organisatoris untuk memastikan seluruh struktur berjalan sesuai aturan organisasi.
“Apabila DPP GMNI juga tidak mengambil langkah atau solusi atas persoalan ini, maka kami akan menilai bahwa DPP turut mendukung kelalaian DPD GMNI Tanah Papua dalam menjalankan kewajiban organisasi,” lanjut Ketua DPC GMNI Merauke.
Pernyataan sikap ini, menurut DPC GMNI Merauke, merupakan bentuk tanggung jawab moral dan politik organisasi dalam menjaga marwah GMNI di Tanah Papua. Mereka berharap dalam waktu dekat DPD GMNI Tanah Papua dapat memberikan kepastian resmi terkait waktu dan tahapan pelaksanaan Konferda, demi menjaga soliditas dan kepercayaan kader di seluruh cabang se-Tanah Papua.




