• Latest
  • Trending
  • All

Kajian DRSM: Strategi “Divide et Impera” AS 2026 Ancam Ekonomi ASEAN, Serukan Kembali ke Semangat Bandung

April 23, 2026

Tanggapi Desakan Mahasiswa Paniai, Simon Petrus Balaigaize, Ketua Forum Masyarakat Malind Anim: Dana Pansus Harus Transparan dan Sesuai Prosedur

April 23, 2026

Siap Pimpin Gelombang Perubahan Mahasiswa Unmus

April 23, 2026

MIMIKA 2026: DISONANSI TEKNOKRASI DI BALIK BERHALA IPMOleh: Louis Fernando Afeanpah(Ketua Cabang GMKI Timika)

April 23, 2026
ATR/BPN Siapkan Lahan PSN untuk Perumahan, GMNI Ingatkan Risiko Konflik Agraria

ATR/BPN Siapkan Lahan PSN untuk Perumahan, GMNI Ingatkan Risiko Konflik Agraria

April 23, 2026

SPPG Oyehe Nabire 002 Tuai Pujian, Aliansi Pengusaha Papua Timika: MBG Harus Berdampak sampai ke Mama-Mama Papua

April 22, 2026

SEJARAH TELAH DITULIS! UU PPRT HADIR, KEADILAN UNTUK SAUDARA KITA PEKERJA RUMAH TANGGA

April 22, 2026

Tekan Pengangguran, 50 Pemuda Papua Ikut Pelatihan Alat Berat dan K3 di Jayapura

April 22, 2026

Dari Pemuda Untuk Negara , Pengurus Daerah Karang Taruna Kabupaten Mimika

April 22, 2026

Protokoler dan akumulasi kekecewaan pelayanan publik di Mimika ibarat BOM waktu yang meledak.

April 22, 2026

Kunjungi Raja Ampat, Senator PFM Minta Wapres Gibran Bangun 100 Rumah untuk Masyarakat Adat, Tanah 6 Hektare Sudah Disiapkan

April 22, 2026

Senator PFM: Operasi 49 Alat Berat di Imeko Ilegal, Stop Sebelum Ada Izin

April 21, 2026

Dugaan Korupsi Keuangan MRP PBD, DAP Doberai: Temuan Pansus LKPJ Gubernur Pintu Masuk Periksa Seklis MRP

April 21, 2026
  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, April 24, 2026
  • Login
Siasat
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya
No Result
View All Result
Siasat
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Kajian DRSM: Strategi “Divide et Impera” AS 2026 Ancam Ekonomi ASEAN, Serukan Kembali ke Semangat Bandung

in Uncategorized
0
25
SHARES
273
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

JAKARTA | Lembaga kajian Democracy Religion Society Market (DRSM) menyebut efektivitas strategi divide et impera Amerika Serikat pada 2026 menjadi ancaman eksistensial terhadap pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara yang dibangun puluhan tahun.

Dalam analisisnya, DRSM menilai dunia kembali menyaksikan kebangkitan taktik lama dalam kemasan teknologi tinggi, tujuh dekade setelah Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 di Bandung.

RelatedPosts

Tanggapi Desakan Mahasiswa Paniai, Simon Petrus Balaigaize, Ketua Forum Masyarakat Malind Anim: Dana Pansus Harus Transparan dan Sesuai Prosedur

Siap Pimpin Gelombang Perubahan Mahasiswa Unmus

MIMIKA 2026: DISONANSI TEKNOKRASI DI BALIK BERHALA IPMOleh: Louis Fernando Afeanpah(Ketua Cabang GMKI Timika)

“Jika pada 1955 para pemimpin Asia-Afrika berkumpul untuknya mengakhiri kolonialisme, maka pada 2026 kita melihat kemunculan strategi ‘Kepentingan MAGA’ yang secara sistematis menerapkan kembali prinsip pecah belah dan kuasai untuk mempertahankan hegemoni global,” tulis DRSM, Kamis (23/4/2026).

Hegemoni Lewat “Manajemen Konflik”
DRSM menyebut strategi nasional AS 2026 tidak lagi mengejar ketertiban internasional berbasis aturan, melainkan fokus pada Manajemen Konflik Regional yang sengaja dipelihara.

Dua instrumen utama disorot:

  1. Choke Point Control: Menguasai titik krusial seperti Selat Malaka, Selat Hormuz, dan Terusan Panama untuk mendikte perdagangan dan energi.
  2. Balance of Power: Mendorong sekutu seperti Jepang dan Australia membebani China, serta membiarkan ketegangan Iran-Israel membara agar Timur Tengah bergantung pada senjata dan pembiayaan Dolar AS.

“Strategi ini berlawanan dengan Poin ke-6 Dasasila Bandung, yang melarang penggunaan pertahanan kolektif untuk melayani kepentingan khusus negara besar,” tulis DRSM.

4 Dampak ke Stabilitas Ekonomi ASEAN
Sebagai kawasan yang mengapit Selat Malaka, DRSM memaparkan empat risiko bagi Asia Tenggara:

  1. Militerisasi Selat Malaka: Jalur 80% energi China ini berisiko alami lonjakan biaya logistik dan asuransi. Indonesia, Malaysia, Singapura disebut tertekan untuk memihak, mengganggu perdagangan intra-ASEAN.
  2. Tekanan Burden Sharing: Negara seperti Filipina, Vietnam, Indonesia didorong alihkan anggaran ke belanja militer untuk “menahan” China. Dana infrastruktur dan pendidikan berisiko terpangkas.
  3. Polarisasi Investasi: Strategi decoupling ekstrem AS picu keraguan investor. Kawasan berisiko jadi medan “perang atrisi” yang sebabkan pelarian modal ke “Fortress America”.
  4. Kerentanan Energi: Konflik di Iran yang menutup Selat Hormuz bisa pangkas pasokan minyak dunia sepertiganya. Negara pengimpor ASEAN terancam inflasi, sementara produsen ditekan memenuhi kebutuhan sekutu AS.

Efektivitas Dibatasi Nasionalisme
Meski AS unggul militer lewat Blue Water Navy, DRSM menilai efektivitas strategi 2026 dibatasi kebangkitan nasionalisme — “roh yang sama yang melahirkan KAA 1955”.

“Negara berkembang mulai sadar hanya dijadikan benteng pelindung kepentingan AS. Ini dorong mereka cari alternatif seperti BRICS atau aliansi regional mandiri untuk keluar dari jerat dolar,” tulis DRSM.

Lembaga itu juga menyoroti kerapuhan domestik AS. “Strategi 2026 butuh ‘Negara Polisi AI’ redam protes. Sejarah mencatat, semakin keras imperium menekan, semakin cepat pembusukan dari dalam akibat korupsi dan polarisasi.”

Seruan Kembali ke Semangat Bandung
DRSM menegaskan politik divide et impera AS 2026 mungkin efektif jangka pendek menghambat China atau Rusia, namun gagal memahami dunia pasca-1955 tak bisa dikelola dengan mentalitas kolonial.

“Selama Semangat Bandung tentang kemandirian dan kerja sama antar bangsa masih hidup, upaya menguasai dunia via pemeliharaan konflik hanya akan percepat keruntuhan hegemoni itu sendiri,” tulis DRSM.

Stabilitas disebut hanya terjaga jika ASEAN teguh pada Dasasila Bandung: selesaikan sengketa damai dan tolak jadi instrumen negara besar. “Tanpa netralitas aktif, Asia Tenggara berisiko jadi ladang pertempuran ekonomi yang hanya untungkan produsen senjata dan energi di barat.”

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Kedutaan Besar AS di Jakarta terkait analisis tersebut.


Catatan Redaksi:
Berita ini merangkum analisis DRSM | Democracy Religion Society Market. Data dan klaim dalam kajian belum diverifikasi secara independen oleh redaksi.

Share10SendShare
Redaksi Papua

Redaksi Papua

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Agustus 1, 2023
Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Agustus 26, 2022

Rolling Jabatan di Mimika Dipertanyakan, GMNI: Dimana Keterlibatan OAP Dimana Hak Kesulungan Amungme, Kamoro, dan 5 Suku Kerabat

Maret 11, 2026
DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

1
Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

1
Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

1

Tanggapi Desakan Mahasiswa Paniai, Simon Petrus Balaigaize, Ketua Forum Masyarakat Malind Anim: Dana Pansus Harus Transparan dan Sesuai Prosedur

April 23, 2026

Siap Pimpin Gelombang Perubahan Mahasiswa Unmus

April 23, 2026

MIMIKA 2026: DISONANSI TEKNOKRASI DI BALIK BERHALA IPMOleh: Louis Fernando Afeanpah(Ketua Cabang GMKI Timika)

April 23, 2026
Siasat

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Navigate Site

  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In