
MERAUKE, 10 April 2026 — Sejumlah organisasi mahasiswa, pemuda, dan elemen masyarakat di Merauke menyerukan aksi konsolidasi rakyat melalui kegiatan mimbar bebas dan diskusi akbar yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (11/4/2026) di Lingkaran Brawijaya (LIBRA).
Seruan tersebut ditujukan kepada berbagai elemen, mulai dari mahasiswa, organisasi kepemudaan (OKP), kelompok Cipayung Plus, hingga masyarakat umum, untuk terlibat dalam ruang dialog terbuka yang mengangkat sejumlah isu strategis di daerah.
Kegiatan yang dikemas dalam bentuk Konsolidasi II ini direncanakan berlangsung mulai pukul 12.00 WIT hingga selesai. Agenda utama meliputi penyampaian aspirasi publik, diskusi terbuka, serta konsolidasi gerakan masyarakat terkait persoalan pembangunan dan pelayanan publik.
Dalam seruan yang beredar, penyelenggara menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendorong partisipasi publik dalam mengawal kebijakan pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan dana Otonomi Khusus (Otsus) dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Merauke.
Adapun sejumlah tuntutan yang akan disuarakan dalam forum tersebut antara lain audit terbuka dana Otsus Papua Selatan, evaluasi menyeluruh terhadap distribusi BBM, serta pembukaan ruang dialog antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga kultural.
Penyelenggara menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat ruang demokrasi dan memastikan aspirasi masyarakat dapat tersampaikan secara terbuka dan konstruktif. Selain itu, forum ini juga diharapkan menjadi wadah konsolidasi lintas elemen dalam merumuskan langkah bersama menyikapi berbagai persoalan daerah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah terkait respons atas agenda konsolidasi tersebut. Namun, kegiatan ini diperkirakan akan menjadi salah satu momentum penting dalam mendorong dialog publik di Merauke.
Kegiatan mimbar bebas dan diskusi akbar ini terbuka untuk umum dengan harapan dapat diikuti secara luas oleh masyarakat sebagai bagian dari partisipasi dalam proses demokrasi dan pembangunan daerah.
Jurnalis: [BK]





