Wamena, 17 Maret 2026 — Upaya mitigasi krisis iklim dilakukan secara mandiri oleh seorang penggerak lokal, Naila M. Wenda, melalui kegiatan pembibitan dan pembagian pohon kepada masyarakat di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan akar rumput dalam menjaga kelestarian lingkungan di wilayah pegunungan tengah Papua.
Aksi tersebut dilakukan sebagai respons terhadap perubahan iklim yang mulai dirasakan masyarakat di Lembah Baliem, seperti perubahan pola cuaca dan peningkatan suhu. Kondisi ini mendorong inisiatif lokal untuk menjaga keseimbangan ekosistem melalui penanaman pohon dan restorasi lahan.
Dalam pelaksanaannya, Naila menyediakan bibit pohon secara swadaya dengan fokus pada jenis tanaman bernilai ekologis tinggi. Bibit tersebut kemudian dibagikan kepada warga untuk ditanam di lingkungan masing-masing, sekaligus disertai edukasi tentang pentingnya vegetasi dalam menyerap emisi karbon dan menjaga kualitas lingkungan.
Salah satu penerima bibit, Yonas Marian, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif tersebut. Ia menilai aksi ini sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga hutan dan lingkungan hidup. Menurutnya, penanaman pohon merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam menghadapi ancaman krisis iklim.

Kegiatan ini juga memiliki manfaat jangka panjang, antara lain menjaga stabilitas tanah guna mencegah longsor dan banjir, meningkatkan ketahanan pangan melalui tanaman produktif, serta memperkuat ekonomi masyarakat berbasis sumber daya lokal. Selain itu, aksi ini menjadi sarana edukasi ekologis bagi masyarakat untuk kembali memahami pentingnya hutan sebagai penopang kehidupan.
Meski demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi, seperti keterbatasan akses pupuk organik, ketersediaan air pada musim kemarau, serta luasnya area yang membutuhkan reboisasi. Oleh karena itu, dukungan dari pemerintah daerah dan berbagai organisasi lingkungan dinilai penting untuk memperluas jangkauan program ini.
Melalui langkah sederhana ini, gerakan yang digagas Naila menunjukkan bahwa kontribusi terhadap penanganan krisis iklim dapat dimulai dari tingkat lokal. Penanaman pohon yang dilakukan masyarakat di Wamena diharapkan menjadi bagian dari upaya kolektif dalam menjaga keberlanjutan lingkungan, baik di Papua maupun secara global.







