Lombok Timur, Siasat ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN PMD) Universitas Mataram menghadirkan teknologi insinerator minim asap sebagai solusi pengelolaan sampah residu di Desa Labuan Pandan (1/2/2026). Inovasi ini diperkenalkan melalui program bertema Zero Waste guna mengatasi persoalan penumpukan sampah dan dampak buruk pembakaran terbuka di lingkungan masyarakat.
Pengenalan alat ini dilatarbelakangi oleh masih maraknya praktik pembakaran sampah secara terbuka yang berisiko bagi kesehatan pernapasan dan lingkungan. Sebagai alternatif, insinerator yang dirancang mahasiswa ini memiliki keunggulan pada sistem ruang bakar tertutup dan mekanisme pembakaran terkontrol.
Secara teknis, teknologi ini mampu menghasilkan proses pembakaran yang lebih stabil dibandingkan metode konvensional. Asap yang dihasilkan dari alat ini diklaim jauh lebih tipis, tidak pekat, dan cepat terurai di udara, sehingga dapat menekan risiko gangguan pernapasan bagi warga sekitar.
Penerapan insinerator minim asap dinilai efektif untuk skala komunitas atau kawasan padat penduduk, khususnya dalam menangani sampah rumah tangga yang sulit terurai. Namun, keberhasilan teknologi ini tetap bergantung pada standar pengoperasian yang tepat.
Guna menjamin keberlanjutan program, masyarakat diimbau untuk memahami pemilahan jenis sampah yang boleh dibakar serta rutin melakukan pemeliharaan alat. Dukungan pemerintah desa dan pemangku kebijakan juga diharapkan agar inovasi ini dapat berfungsi optimal sebagai bagian dari sistem pengelolaan sampah yang bertanggung jawab di Desa Labuan Pandan.










