Jakarta, Siasat ID – Di tengah dominasi gim digital dan olahraga modern, permainan rakyat kembali diangkat ke arena kampus. Upaya merevitalisasi olahraga tradisional Gobak Sodor atau Hadang dilakukan sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus penanaman nilai sportivitas, kerja sama, dan karakter positif bagi generasi muda. Semangat inilah yang melatarbelakangi rencana penyelenggaraan kompetisi Gobak Sodor oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta (FIP UMJ).
Kegiatan bertajuk Gobak Sodor Competition ini akan diselenggarakan oleh dan terbuka bagi mahasiswa. Kompetisi ini menjadi bagian dari komitmen mahasiswa Program Studi Pendidikan Olahraga Fakultas Ilmu Pendidikan dalam melestarikan olahraga tradisional Indonesia di lingkungan akademik. Selain aspek kompetisi, kegiatan ini juga dirancang sebagai ruang edukasi nilai-nilai sportivitas dan kebersamaan.
Gobak Sodor dikenal sebagai permainan tradisional yang menuntut strategi, ketangkasan, kecepatan, serta kekompakan tim. Nilai-nilai tersebut dinilai relevan untuk membentuk karakter mahasiswa di era digital yang cenderung individualistis. Melalui lomba ini, panitia berharap mahasiswa dapat kembali mengenang permainan masa lalu sekaligus memahami makna kebersamaan yang terkandung di dalamnya.
Ketua Umum HIMAPOR FIP UMJ, Daffa Nata Patibuwa, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, melainkan bagian dari gerakan pelestarian olahraga tradisional di lingkungan kampus.
“Bentuk keseriusan HIMAPOR FIP UMJ di dalam mengadakan acara Gobak Sodor ini, kami juga bekerja sama dengan PORTINA sebagai bentuk pelestarian olahraga tradisional dan menumbuhkan bibit atlet di olahraga tradisional. Kami berharap kegiatan ini mampu menjadi langkah awal dalam pembinaan olahraga tradisional di dunia kampus,” ujarnya, Senin (8/2/2026).
Kerja sama tersebut dilakukan bersama PORTINA organisasi yang selama ini aktif mendorong pengembangan dan pembinaan olahraga tradisional di Indonesia. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat kualitas penyelenggaraan kegiatan, sekaligus membuka peluang pembinaan atlet olahraga tradisional sejak usia mahasiswa.
Menurut panitia, lomba Gobak Sodor ini tidak hanya menekankan pada kemenangan, tetapi juga pada penerapan nilai-nilai fair play, disiplin, dan saling menghormati antar peserta. Setiap tim dituntut bermain jujur, mematuhi aturan, serta menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan berlangsung.
Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi budaya bagi mahasiswa yang tumbuh di era digital. Permainan tradisional seperti Gobak Sodor dinilai mampu menjadi media pembelajaran yang menyenangkan, sekaligus memperkuat identitas budaya bangsa di tengah arus globalisasi.
Dengan adanya kompetisi ini, HIMAPOR FIP UMJ berharap olahraga tradisional tidak hanya menjadi nostalgia masa lalu, tetapi juga dapat berkembang sebagai cabang olahraga yang diminati dan dibina secara berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi.
“Upaya ini sekaligus menjadi pengingat bahwa nilai-nilai luhur olahraga tradisional tetap relevan untuk membentuk generasi muda yang sehat, berkarakter, dan berjiwa sportif,” ungkap Daffa.










