• Latest
  • Trending
  • All
Mendodos Pohon Sawit

Mendodos Pohon Sawit

Januari 22, 2025

Junk Fee: Ilusi Angka dan Remah Konsumsi Digital

Januari 18, 2026

Ibadah Syukur ke-89 Tahun Pekabaran Injil, Keluarga Besar A3 Mimika Teguhkan Iman dan Persaudaraan Lewat Ibadah Bersama

Januari 18, 2026

“YESUS – Sang Pencipta Impian” Karya Yulianus Mote Hadirkan Perspektif Rohani tentang Makna Impian

Januari 18, 2026

DPC GMNI Kabupaten Mimika dan Pemerintah Distrik Mimika Barat Jauh Perkuat Sinergi Pembangunan

Januari 18, 2026

MUSRENBANG KAMPUNG NAWARIPI TAHUN 2025 DESA MANDIRI NAWARIPI MENUJU DESA SWASEMBADA NAWARIPI

Januari 15, 2026
Tim Advokasi untuk Demokrasi Melawan Pembungkaman, Merawat Demokrasi: Aktivis dan Konten Kreator Laporkan Teror ke Polisi

Tim Advokasi untuk Demokrasi Melawan Pembungkaman, Merawat Demokrasi: Aktivis dan Konten Kreator Laporkan Teror ke Polisi

Januari 15, 2026

Ketua KNPI Jayawijaya Hengky Hilapok Temui Wapres Gibran, Dorong Pusat Konsolidasi Pemuda di Wamena

Januari 15, 2026

Dari Wamena, Pemuda Papua Pegunungan dan Wapres Gibran Satukan Harapan Pembangunan

Januari 14, 2026

Sinergi Pemerintah Pusat dan Desa, Bantuan Sembako Disalurkan ke Nawaripi Jaya

Januari 15, 2026

Gerbang Tertutup, Cita-Cita Tertahan: Aksi Pemalangan dan Darurat Pendidikan di Mimika

Januari 15, 2026

Musdus Nawaripi, Pemerintah Kampung Ingatkan Program Harus Berpihak ke Warga

Januari 15, 2026
Kedaulatan Rakyat Tak Bisa Diwakilkan: Menjaga Amanat Rakyat sebagai Fondasi Demokrasi yang Berdaulat

Kedaulatan Rakyat Tak Bisa Diwakilkan: Menjaga Amanat Rakyat sebagai Fondasi Demokrasi yang Berdaulat

Januari 11, 2026
  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan
Minggu, Januari 18, 2026
  • Login
Siasat
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya
No Result
View All Result
Siasat
No Result
View All Result
Home Budaya

Mendodos Pohon Sawit

in Budaya, Opini
0
Mendodos Pohon Sawit
25
SHARES
279
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Sebuah Kritik Pertunjukan Seni Tari Fenomena Mendodos Pohon Sawit Masyarakat Ujung Gading Pasaman Barat Koreografer Wilda Ayu

oleh Rivaldi Ihsan

RelatedPosts

Junk Fee: Ilusi Angka dan Remah Konsumsi Digital

“YESUS – Sang Pencipta Impian” Karya Yulianus Mote Hadirkan Perspektif Rohani tentang Makna Impian

Kedaulatan Rakyat Tak Bisa Diwakilkan: Menjaga Amanat Rakyat sebagai Fondasi Demokrasi yang Berdaulat

Minggu sore ini Kota Padangpanjang diguyur hujan tanpa henti-hentinya hingga pukul 19.30 malam. Serangakaian kegiatan ujian akhir semester ganjil di kampus ISI Padangpanjang telah dilaksanakan. Salah satunya ialah prodi seni tari sedang melaksanakan ujian akhir semester komposisi tari. Pertunjukan ujian di mulai dari tanggal 20-26 Desember 2018. Pada hari minggu malam ini berlangsung ujian komposisi tari di gedung Auditorium Boestanoel Arifin.

Peserta ujian komposisi prodi tari terdiri dari mahasiswa mahasiswi semester lima angkatan 2016. Ada pun pemahaman komposisi tari ialah sebuah karya tari yang bertema tentang fenomena sosial atau pengalaman empiris sang koreografer menjadi sebuah tema. Tentunya karya tari itu terdiri dari susunan-susunan gerak yang bercerita sesuai ide penciptaan sang koreografer dengan iringan musik tari sebagai pendukung atmosfer pertunjukan.

Ujian semester lima pertunjukan komposisi tari merupakan ujian mata kuliah wajib bagi mahasiswa dan mahasiswi tari sebagai tindaklanjut modal utama untuk menuju tugas akhir penciptaan seni tari atau pengkajian seni tari. Tepat pukul 20.00 malam pertunjukan dibuka oleh dua orang pembawa acara seorang pria dan seorang wanita. Pembawa acara itu mengucapkan terima kasih kepada dosen penguji, peserta ujian, dan penonton yang hadir pada malam ini.

Pembawa acara pun mempersilakan pertunjukan komposisi tari pertama yang berjudul Mendodos dengan koreografer Wilda AYU. Sinopsis ide penciptaan tari Wilda Ayu beranjak dari fenomena sosial masyarakat Ujung Gading Pasaman Barat. Di mana pengkarya tertarik dan terinspirasi dari kegiatan mendodos atau mengambil buah dari pohon sawit. Kebersamaan sesama petani terjalin dalam bekerja sehingga membuat pekerjaan cepat selesai semangat pun bertambah jika pekerjaan itu dilakukan secara bersama-sama sembari bersenda gurau sesekali.

Pada bagian pertama pertunjukan lampu dipadamkan sesaat terdengar suara ayam berkokok pertanda pagi. Bagi petani Ujung Gading pagi merupakan rutinitas untuk memulai memanen pohon sawit. Peristiwa pagi ini diawali dengan seorang penari pria memasukki arena pertunjukan membawa sebatang tongkat sembari bergerak perlahan-lahan dari tengah panggung. Kemudian ke sudut kanan dan sudut kiri panggung pertunjukan sembari mengamati pohon-pohon kelapa sawit mana yang layak untuk dipanen dan mana yang tidak layak dipanen. Saat penari pria mengamati buah pohon sawit itu disusul oleh dua orang penari pria untuk menari bersama.

Dua penari pria itu juga membawa dua tongkat untuk digunakan memanen buah sawit. Selama pertunjukan bagian awal ketiga pria itu bergerak secara bersama membentuk posisi horizontal, diagonal, dan lingkaran. Musik yang mengiringi ketiga penari ialah komposisi musik program yang terdengar melankolis nuansa alam. Sementara untuk mempertegas intensitas dan permainan dinamika menggunakan instrumen perkusi seperti gandang tambua dan wood block (kayu balok) sebagai penjaga tempo selama pertunjukan.

Pertunjukan selanjutnya tiga orang penari wanita berpakaian berwarna hijau memasukki arena pertunjukan. Pakaian wanita yang dikenakan penari serba berwarna hijau menghadirkan kesan sifat menyegarkan, membangkitkan energi diri, membawa ketenangan, menyeimbangkan emosi, dan suasana alam. Kesan dari pakaian warna hijau senantiasa menggambarkan bagaimana situasi perasaan petani pohon sawit yang sesungguhnya serba kekurangan dalam kehidupan kebutuhan keluarganya. Namun dihadapi dengan penuh energi semangat dan gembira dalam kehidupan ini.
Pada bagian kedua pertunjukan menggambarkan suasana rutinitas sehari-hari petani. Bagaimana penari pria dan penari wanita melakukan gerakan secara bersamaan secara teratur dengan pola lantai horizontal dan diagonal. Gerakan pertunjukan tari itu bercerita tentang kesepakatan di antara sesama penari. Gerakan itu menggambarkan tanya jawab komunikasi gerakan sesama penari untuk pembagian tugas. Penari pria mendodos mendodos pohon sawit sementara penari wanita mengambil hasil panen pohon sawit menggunakan ember hitam.

Pada bagian ketiga pertunjukan menggambarkan kebiasaan masyarakat petani Ujung Gading, yaitu mendodos sembari bersenda gurau disela-sela pekerjaan. Keenam penari bersenda gurau menggunakan bahasa mandailing. Tiga penari pria mendodos sawit sementara tiga wanita mengambil buah sawit yang telah jatuh dari pohonnya kemudian diletakkan di dalam ember masing-masing wanita. Senda gurau bagi petani berguna untuk menghilangkan rasa lelah setelah bekerja seharian penuh di kebun sawit.

Koreogfer Wilda Ayu mencoba menafsir ulang kembali perilaku-perilaku masyarakat petani pohon sawit di Ujung Gading. Ia mencoba menghadirkan perilaku-perilaku itu dengan gerakan-gerakan tari garapan baru di atas panggung pertunjukan. Namun ada beberapa yang perlu diperhatikan oleh koreografer. Terlihat beberapa penari berhati-hati dalam gerakan takut akan terjadinya kesalahan. Selain itu kurang kompaknya sesama penari terlihat sesekali pada bagian kedua dan ketiga gerakan.

Secara keseluruhan pertunjukan tari mendodos pada malam ini cukup memuaskan, pesan mendodos pohon sawit sampai pada penonton. Bagaimana peristiwa proses mendodos masyarakat Ujung Gading Pasaman dihadirkan kembali dengan bentuk garapan tari baru. Pengalaman empiris sang koreografer menggunakan metode eksplorasi gerak dan interpretasi dibalut dengan musik program sungguh menyajikan pertunjukan komposisi tari yang menarik perhatian penonton.

Tags: tari
Share10SendShare
Siasat ID

Siasat ID

surel: siasatindonesia [at] gmail.com

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Agustus 1, 2023
Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Agustus 26, 2022

PT. TAS. Gelar Pertemuan Lanjutan dengan Masyarakat Adat Mimika Barat Jauh, Bahas Operasional Perkebunan Kelapa Sawit

Desember 15, 2025
DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

1
Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

1
Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

1

Junk Fee: Ilusi Angka dan Remah Konsumsi Digital

Januari 18, 2026

Ibadah Syukur ke-89 Tahun Pekabaran Injil, Keluarga Besar A3 Mimika Teguhkan Iman dan Persaudaraan Lewat Ibadah Bersama

Januari 18, 2026

“YESUS – Sang Pencipta Impian” Karya Yulianus Mote Hadirkan Perspektif Rohani tentang Makna Impian

Januari 18, 2026
Siasat

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Navigate Site

  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In