• Latest
  • Trending
  • All

Membaca Data Penduduk Miskin di NTB

Februari 21, 2021

Junk Fee: Ilusi Angka dan Remah Konsumsi Digital

Januari 18, 2026

Ibadah Syukur ke-89 Tahun Pekabaran Injil, Keluarga Besar A3 Mimika Teguhkan Iman dan Persaudaraan Lewat Ibadah Bersama

Januari 18, 2026

“YESUS – Sang Pencipta Impian” Karya Yulianus Mote Hadirkan Perspektif Rohani tentang Makna Impian

Januari 18, 2026

DPC GMNI Kabupaten Mimika dan Pemerintah Distrik Mimika Barat Jauh Perkuat Sinergi Pembangunan

Januari 18, 2026

MUSRENBANG KAMPUNG NAWARIPI TAHUN 2025 DESA MANDIRI NAWARIPI MENUJU DESA SWASEMBADA NAWARIPI

Januari 15, 2026
Tim Advokasi untuk Demokrasi Melawan Pembungkaman, Merawat Demokrasi: Aktivis dan Konten Kreator Laporkan Teror ke Polisi

Tim Advokasi untuk Demokrasi Melawan Pembungkaman, Merawat Demokrasi: Aktivis dan Konten Kreator Laporkan Teror ke Polisi

Januari 15, 2026

Ketua KNPI Jayawijaya Hengky Hilapok Temui Wapres Gibran, Dorong Pusat Konsolidasi Pemuda di Wamena

Januari 15, 2026

Dari Wamena, Pemuda Papua Pegunungan dan Wapres Gibran Satukan Harapan Pembangunan

Januari 14, 2026

Sinergi Pemerintah Pusat dan Desa, Bantuan Sembako Disalurkan ke Nawaripi Jaya

Januari 15, 2026

Gerbang Tertutup, Cita-Cita Tertahan: Aksi Pemalangan dan Darurat Pendidikan di Mimika

Januari 15, 2026

Musdus Nawaripi, Pemerintah Kampung Ingatkan Program Harus Berpihak ke Warga

Januari 15, 2026
Kedaulatan Rakyat Tak Bisa Diwakilkan: Menjaga Amanat Rakyat sebagai Fondasi Demokrasi yang Berdaulat

Kedaulatan Rakyat Tak Bisa Diwakilkan: Menjaga Amanat Rakyat sebagai Fondasi Demokrasi yang Berdaulat

Januari 11, 2026
  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan
Minggu, Januari 18, 2026
  • Login
Siasat
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya
No Result
View All Result
Siasat
No Result
View All Result
Home Opini

Membaca Data Penduduk Miskin di NTB

in Opini
0
23
SHARES
261
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

 

RelatedPosts

Junk Fee: Ilusi Angka dan Remah Konsumsi Digital

Kedaulatan Rakyat Tak Bisa Diwakilkan: Menjaga Amanat Rakyat sebagai Fondasi Demokrasi yang Berdaulat

Hantu Lebih Rasional dari Bulldozer

Muhammad Mada Gandhi

(1)

Minggu akhir ini ada berita cukup viral secara lokal; yaitu bagaimana media membaca data yang dikeluarkan oleh BPS, tentang penduduk miskin di Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan judul jumlah penduduk miskin bertambah.

Menarik karena masing2 media berbeda cara melihat. Media pertama menulis dan lumayan viral serta “dikomentari” di media sosial. “Penduduk miskin di NTB bertambah”, itu pointnya. Bahkan dikaitkan dengan kinerja Gubernur Bang Zul Zulkieflimansyah – Rohmi. Ada pun media lain menulis “NTB Berhasil Menekan Laju Tingkat Kemiskinian”. Apa yang membedakannya? Adalah sudut pandang.

Judul pertama, hanya fokus pada jumlah penduduk miskin. Sesuai dengan judul BPS. Padahal judul itu sudah baku di BPS. Segelintir Media (lokal) mengutip mentah2  dan  pembaca tidak diberikan informasi dan referensi tentang kondisi tahun2 sebelumnya. Padahal data tidak berdiri sendiri. 

Judul; “Jumlah Penduduk Miskin di NTB Bertambah” akan memberikan implikasi secara politis dan seolah menunjukkan menurunnya kinerja pemerintahan daerah. Media yang memiliki kualifikasi standar profesionalisme, pasti tidak akan menaikkan dengan presepsi yang terlalu sempit, kecuali itu peritiwa, spot news. 

Angka2 itu hanya indikator. Adapun sebab akibat ada di belakang data. Seyogyanya wartawan juga memberikan informasi sebab akibat, memberikan prespektif kondisi sebelumnya. Sehingga masyarakat memiliki informasi yang utuh apa adanya. 

Judul kedua’ “NTB berhasil menekan laju tingkat kemiskinan”,  saya kira  adalah jawaban atas “miskinnya” prespektif berita dengan judul pertama tadi. “NTB Berhasil Menekan Laju Penduduk Miskin” menggambarkan kemiskinan bukanlah barang yang baru datang kemarin sore, tetapi telah berlangsung lama. Gambaran penurunan dan kenaikan serta sebab akibatnya akan memperkaya dan mengedukasi masyarakat untuk melihat secara obyektif.

Perlu diketahui, dalam berita publikasi Statistik sejak 2008 menggambarkan prosentase penduduk miskin mencapai, 21,55%, dari total jumlah penduduknya, secara konstan terus turun hingga 13,97% tahun 2020. Sampai peristiwa covid 19, di mana ekonomi Nasional tak terkecuali daerah lumpuh dengan pertumbuhan minus. 

Pertumbuhan negative ekonomi NTB jauh lebih baik dibandingkan sebagian besar provinsi lain di Indonesia, mengapa?, ada sejumlah indikator besar dan jika sedikit rajin media mencermati akan menemukan jawabannya. 

(2)

Penduduk miskin di NTB sudah berlangsung sejak puluhan tahun. Bukan baru datang kemarin sore. Apa yang menyebabkan tingginya penduduk miskin,  mengapa penurunan bisa terjadi secara konstan, apa pula yang menyebabkan kenaikan?  

Sejak 19 tahun lalu berdasar angka Biro Pusat Statistik (BPS) prosentase penduduk miskin mencapai 1.145 (satu juta 145 ribu) orang atau (27,75 %) dari total penduduk NTB. Secara konstan terus turun hingga Maret 2020 berada di 713.89 ribu orang (13,97%).  Tetapi September 2020 justru terjadi penambahan 746,04 ribu orang  (14,23%). Artinya dari Maret ke September ada penambahan sekitar 33 ribu orang miskin.

Apa yang menyebabkan, terjadi penambahan itu?  tentu pandemi Covid-19. NTB bukan satu-satunya provinsi yang mengalami penambahan. Ada 10  provinsi yang berdampak paling tinggi. Pada saat yang sama NTB justru masuk 9 besar yang berhasil menahan laju penduduk miskin.

Jika dicermari, laju penduduk miskinnya tinggi adalah provinsi yang salah satu andalan utama adalah pariwisata seperti Bali. Dunia pariwisata masa pandemi “babak belur”, kunjungan wisata anjlok. Hotel-hotel dan restaurant “menjerit”. Pendapatan Asli Daerah (PAD) terpuruk cukup dalam. P. Lombok pun sejak pariwisata menjadi andalan dan berdampak positif bagi kesejahteraan tak terkecuali ikut berdampak. Tetapi mengapa P Lombok/NTB justru masuk dalam wilayah terbaik menekan laju penduduk miskin?

Salah satunya adalah uang cash bansos yang dibiarkan berputar melalui centra produksi UMKM di tengah pandemi. Pemerintahan Bang Zul Zulkieflimansyah- Sitti Rohmi Djalilah, meminta pemerintah pusat mengirimkan uang kontan bukan barang,  lalu dibelanjakan kepada produk UMKM. Kendatipun beberapa item agak mahal dari pabrik besar tetapi multiflier effect justru sangat signifikan.  

Bukan saja uang cash, tetapi disertai Perda yang melindungi UMKM. Fasilitas kredit dari Bank Daerah dengan sejumlah kemudahan. UMKM NTB menggeliat. Uang beredar di regional, tidak langsung terbang dalam bentuk pembelian barang ke luar daerah. Uang Bansos adalah triger/pemicu. Tak heran presiden Jokowi minta daerah lain meniru apa yang dilakukan pemerintah daerah NTB.

Namun masalah terbesar NTB  Disparitas pembangunan sepanjang usia provinsi ini bukan soal sepele. Masa bakti 1 atau 2 periode kepemimpinan daerah tidaklah cukup untuk menekan angka kemiskinan dan mengatasi disparitas pembangunan P. Lombok dan P. Sumbawa yang telah berlangsung puluhan tahun. 

Share9SendShare
Siasat ID

Siasat ID

surel: siasatindonesia [at] gmail.com

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Agustus 1, 2023
Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Agustus 26, 2022

PT. TAS. Gelar Pertemuan Lanjutan dengan Masyarakat Adat Mimika Barat Jauh, Bahas Operasional Perkebunan Kelapa Sawit

Desember 15, 2025
DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

1
Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

1
Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

1

Junk Fee: Ilusi Angka dan Remah Konsumsi Digital

Januari 18, 2026

Ibadah Syukur ke-89 Tahun Pekabaran Injil, Keluarga Besar A3 Mimika Teguhkan Iman dan Persaudaraan Lewat Ibadah Bersama

Januari 18, 2026

“YESUS – Sang Pencipta Impian” Karya Yulianus Mote Hadirkan Perspektif Rohani tentang Makna Impian

Januari 18, 2026
Siasat

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Navigate Site

  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In