• Latest
  • Trending
  • All

Membaca Data Penduduk Miskin di NTB

Februari 21, 2021

“TANAH PAPUA BUKAN TANAH KOSONG: DEWAN ADAT PERTANYAKAN HASIL JOB FAIR 2023 DAN NASIB ANAK DAERAH”

Mei 13, 2026

NORMAN DITUBUN APRESIASI PENYERAHAN SK PERPANJANGAN MASA JABATAN 133 KEPALA KAMPUNG DI MIMIKA

Mei 13, 2026

Buku “Prabowo dan Tantangan Penyelesaian Konflik Papua” Tuai Reaksi: Dari “Tamparan” hingga Seruan Rekonsiliasi

Mei 13, 2026

Menulis di Tengah Bisu: Ketika Pena Menjadi Perlawanan di Papua

Mei 13, 2026
DPW IMORI NTB Soroti Kesiapan Porprov 2026: Evaluasi Sistem Pembinaan hingga Potensi PON 2028

DPW IMORI NTB Soroti Kesiapan Porprov 2026: Evaluasi Sistem Pembinaan hingga Potensi PON 2028

Mei 12, 2026
Jelang Aksi Demontrasi di Titik Strategis, Aliansi PPS Kab. Sumbawa Ajak Masyarakat Berjuang Bersama

Jelang Aksi Demontrasi di Titik Strategis, Aliansi PPS Kab. Sumbawa Ajak Masyarakat Berjuang Bersama

Mei 12, 2026

OTONOMI KHUSUS TIDAK TURUN DARI LANGIT & OTSUS BUKAN HADIAH PEMERINTAH INDONESIA: OTSUS 2001 LAHIR KARENA TUNTUTAN PAPUA BARAT MERDEKA

Mei 12, 2026

Bupati Berau Minta PT TRH Utamakan Penyelesaian Humanis atas Sengketa Lahan Warga

Mei 12, 2026

Kejagung Tetapkan Pemilik PT TSHI Tersangka Korupsi Tambang Nikel Sultra

Mei 12, 2026

PEREMPUAN BUKAN SASARAN: GMNI TUNTUT PENGUSUTAN TUNTAS PENEMBAKAN DI TEMBAGAPURA

Mei 12, 2026

Sambut Kenaikan Isa Almasih, Penggiat Demokrasi Tangerang: Rawat Kebinekaan Lewat Kebijakan, Bukan Slogan

Mei 12, 2026

Antara Inisiatif Distrik dan Kelumpuhan DLH: Menimbang Keadilan dalam Penanganan Sampah Mimika

Mei 12, 2026
  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan
Rabu, Mei 13, 2026
  • Login
Siasat
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya
No Result
View All Result
Siasat
No Result
View All Result
Home Opini

Membaca Data Penduduk Miskin di NTB

in Opini
0
24
SHARES
262
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

 

RelatedPosts

Anomali LPG di Timika: Antara Kelumpuhan Teknokratis dan Anarki Pasar

Perang dan Senjakala Kemanusiaan

Mudik dari Bali: ke Jawa, ke Lombok

Muhammad Mada Gandhi

(1)

Minggu akhir ini ada berita cukup viral secara lokal; yaitu bagaimana media membaca data yang dikeluarkan oleh BPS, tentang penduduk miskin di Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan judul jumlah penduduk miskin bertambah.

Menarik karena masing2 media berbeda cara melihat. Media pertama menulis dan lumayan viral serta “dikomentari” di media sosial. “Penduduk miskin di NTB bertambah”, itu pointnya. Bahkan dikaitkan dengan kinerja Gubernur Bang Zul Zulkieflimansyah – Rohmi. Ada pun media lain menulis “NTB Berhasil Menekan Laju Tingkat Kemiskinian”. Apa yang membedakannya? Adalah sudut pandang.

Judul pertama, hanya fokus pada jumlah penduduk miskin. Sesuai dengan judul BPS. Padahal judul itu sudah baku di BPS. Segelintir Media (lokal) mengutip mentah2  dan  pembaca tidak diberikan informasi dan referensi tentang kondisi tahun2 sebelumnya. Padahal data tidak berdiri sendiri. 

Judul; “Jumlah Penduduk Miskin di NTB Bertambah” akan memberikan implikasi secara politis dan seolah menunjukkan menurunnya kinerja pemerintahan daerah. Media yang memiliki kualifikasi standar profesionalisme, pasti tidak akan menaikkan dengan presepsi yang terlalu sempit, kecuali itu peritiwa, spot news. 

Angka2 itu hanya indikator. Adapun sebab akibat ada di belakang data. Seyogyanya wartawan juga memberikan informasi sebab akibat, memberikan prespektif kondisi sebelumnya. Sehingga masyarakat memiliki informasi yang utuh apa adanya. 

Judul kedua’ “NTB berhasil menekan laju tingkat kemiskinan”,  saya kira  adalah jawaban atas “miskinnya” prespektif berita dengan judul pertama tadi. “NTB Berhasil Menekan Laju Penduduk Miskin” menggambarkan kemiskinan bukanlah barang yang baru datang kemarin sore, tetapi telah berlangsung lama. Gambaran penurunan dan kenaikan serta sebab akibatnya akan memperkaya dan mengedukasi masyarakat untuk melihat secara obyektif.

Perlu diketahui, dalam berita publikasi Statistik sejak 2008 menggambarkan prosentase penduduk miskin mencapai, 21,55%, dari total jumlah penduduknya, secara konstan terus turun hingga 13,97% tahun 2020. Sampai peristiwa covid 19, di mana ekonomi Nasional tak terkecuali daerah lumpuh dengan pertumbuhan minus. 

Pertumbuhan negative ekonomi NTB jauh lebih baik dibandingkan sebagian besar provinsi lain di Indonesia, mengapa?, ada sejumlah indikator besar dan jika sedikit rajin media mencermati akan menemukan jawabannya. 

(2)

Penduduk miskin di NTB sudah berlangsung sejak puluhan tahun. Bukan baru datang kemarin sore. Apa yang menyebabkan tingginya penduduk miskin,  mengapa penurunan bisa terjadi secara konstan, apa pula yang menyebabkan kenaikan?  

Sejak 19 tahun lalu berdasar angka Biro Pusat Statistik (BPS) prosentase penduduk miskin mencapai 1.145 (satu juta 145 ribu) orang atau (27,75 %) dari total penduduk NTB. Secara konstan terus turun hingga Maret 2020 berada di 713.89 ribu orang (13,97%).  Tetapi September 2020 justru terjadi penambahan 746,04 ribu orang  (14,23%). Artinya dari Maret ke September ada penambahan sekitar 33 ribu orang miskin.

Apa yang menyebabkan, terjadi penambahan itu?  tentu pandemi Covid-19. NTB bukan satu-satunya provinsi yang mengalami penambahan. Ada 10  provinsi yang berdampak paling tinggi. Pada saat yang sama NTB justru masuk 9 besar yang berhasil menahan laju penduduk miskin.

Jika dicermari, laju penduduk miskinnya tinggi adalah provinsi yang salah satu andalan utama adalah pariwisata seperti Bali. Dunia pariwisata masa pandemi “babak belur”, kunjungan wisata anjlok. Hotel-hotel dan restaurant “menjerit”. Pendapatan Asli Daerah (PAD) terpuruk cukup dalam. P. Lombok pun sejak pariwisata menjadi andalan dan berdampak positif bagi kesejahteraan tak terkecuali ikut berdampak. Tetapi mengapa P Lombok/NTB justru masuk dalam wilayah terbaik menekan laju penduduk miskin?

Salah satunya adalah uang cash bansos yang dibiarkan berputar melalui centra produksi UMKM di tengah pandemi. Pemerintahan Bang Zul Zulkieflimansyah- Sitti Rohmi Djalilah, meminta pemerintah pusat mengirimkan uang kontan bukan barang,  lalu dibelanjakan kepada produk UMKM. Kendatipun beberapa item agak mahal dari pabrik besar tetapi multiflier effect justru sangat signifikan.  

Bukan saja uang cash, tetapi disertai Perda yang melindungi UMKM. Fasilitas kredit dari Bank Daerah dengan sejumlah kemudahan. UMKM NTB menggeliat. Uang beredar di regional, tidak langsung terbang dalam bentuk pembelian barang ke luar daerah. Uang Bansos adalah triger/pemicu. Tak heran presiden Jokowi minta daerah lain meniru apa yang dilakukan pemerintah daerah NTB.

Namun masalah terbesar NTB  Disparitas pembangunan sepanjang usia provinsi ini bukan soal sepele. Masa bakti 1 atau 2 periode kepemimpinan daerah tidaklah cukup untuk menekan angka kemiskinan dan mengatasi disparitas pembangunan P. Lombok dan P. Sumbawa yang telah berlangsung puluhan tahun. 

Share10SendShare
Siasat ID

Siasat ID

surel: siasatindonesia [at] gmail.com

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Agustus 1, 2023
Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Agustus 26, 2022

PERNYATAAN SIKAP ATAS TINDAKAN OKNUM APARAT YANG MEMASUKI PASTORAN KATEDRAL TIGA RAJA MIMIKA TANPA IZIN DAN ETIKA

April 28, 2026
DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

1
Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

1
Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

1

“TANAH PAPUA BUKAN TANAH KOSONG: DEWAN ADAT PERTANYAKAN HASIL JOB FAIR 2023 DAN NASIB ANAK DAERAH”

Mei 13, 2026

NORMAN DITUBUN APRESIASI PENYERAHAN SK PERPANJANGAN MASA JABATAN 133 KEPALA KAMPUNG DI MIMIKA

Mei 13, 2026

Buku “Prabowo dan Tantangan Penyelesaian Konflik Papua” Tuai Reaksi: Dari “Tamparan” hingga Seruan Rekonsiliasi

Mei 13, 2026
Siasat

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Navigate Site

  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In