Mataram, Siasat ID — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Sandubaya bekerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Kamis (22/1/2026) bertempat di Aula Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Nusa Tenggara Barat (BGTK NTB) dan diikuti oleh 212 guru dari jenjang SD, SMP, dan SMA se-Kecamatan Sandubaya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Dr. Wirman Kasmayadi, S.Pd., M.Si Kepala BGTK NTB, Dra. Dwi Pratiwi, M.Pd. Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Imam Purwanto, S.Pd Ketua PGRI Kota Mataram dan Aries Setiarini, S.Pd Ketua PGRI Cabang Sandubaya.
Ketua panitia pelaksana, Hartanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi ketiga dalam dua tahun terakhir. Sebelumnya, UKBI dilaksanakan bersama SMPN 7 Mataram dan PGRI Cabang Cakranegara.
“Kami berharap kolaborasi yang ketiga ini hasilnya bisa lebih maksimal,” tuturnya
Hartanto menambahkan bahwa UKBI diharapkan memberi dampak nyata bagi para peserta. Hasil UKBI diharapkan dapat dimanfaatkan guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.
Ketua PGRI Cabang Sandubaya, Aries Setiarini menyampaikan bahwa pelaksanaan UKBI merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi kebahasaan guru dan kepala sekolah sebagai pendidik profesional. Menurutnya, kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar sangat berpengaruh terhadap kualitas pembelajaran di kelas.
“Melalui UKBI, guru dan kepala sekolah dapat mengetahui tingkat kemahiran berbahasa Indonesia secara objektif sehingga dapat terus meningkatkan kualitas komunikasi dan pembelajaran di sekolah,” ujarnya.
Ketua PGRI Kota Mataram Imam Purwanto, S.Pd dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan yang dilakukan PGRI Cabang Sandubaya dengan berkolaborasi dengan Balai Bahasa Provinsi NTB dan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) NTB.
“Ini merupakan niat yang luar biasa untuk meningkatkan kompetensi berbahasa Indonesia di depan anak-anak, Insyallah kegiatan UKBI ini sangat berguna untuk memperbaiki pengajaran, untuk membangun komunikasi yang baik dan untuk membangun profesionalitas bapak/ibu sebagai guru, atas nama PGRI Kota Mataram kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dari semua lembaga yang terkait dalam dalam mensukseskan UKBI ini semoga prosesnya berjalan dengan lancar dan mendapatkan hasil yang memuaskan” terangnya.
Kepala BGTK Provinsi NTB, Wirman Kasmayadi, menilai kolaborasi pengujian UKBI sebagai langkah efektif dalam meningkatkan kompetensi guru. Pengujian dipandang sebagai ujung dari rangkaian pengembangan kemampuan profesional.
“Bahasa merupakan alat utama dalam menyampaikan berbagai bidang ilmu,” ungkapnya.
Pengembangan kemampuan berbahasa dipandang sebagai kebutuhan mendasar dalam proses pembelajaran. Guru diharapkan terus mengasah keterampilan berbahasa agar penyampaian materi lebih efektif.
Sementara itu Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB Dwi Pratiwi dalam sambutannya menjelaskan bahwa capaian peguji dengan predikat sesuai jenjang masih berada di bawah target. Dari target 41 persen, realisasi capaian baru mencapai 34 persen.
“Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan hasil UKBI di NTB,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa guru memiliki peran strategis dalam memperbaiki capaian literasi daerah. Ketepatan penggunaan bahasa dalam pembelajaran dinilai sangat menentukan kualitas literasi peserta didik.
Setelah pembukaan, pengujian UKBI dilaksanakan dengan pembagian peserta ke dalam tiga ruangan. Pengaturan ini dilakukan untuk menjaga stabilitas jaringan internet dan kenyamanan ruang ujian.
Peserta mengerjakan soal UKBI dalam tiga seksi, yakni Mendengarkan, Merespons Kaidah, dan Membaca. Nilai hasil pengujian dapat diketahui peserta segera setelah seluruh sesi selesai.
Balai Bahasa Provinsi NTB juga memberikan apresiasi kepada lima guru dengan nilai baik berupa suvenir. Apresiasi ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kompetensi literasi berbahasa (Yp).
















