• Latest
  • Trending
  • All

SEBAGIAN WILAYAH NTB MASUK KATEGORI RENTAN PANGAN

November 8, 2012

Junk Fee: Ilusi Angka dan Remah Konsumsi Digital

Januari 18, 2026

Ibadah Syukur ke-89 Tahun Pekabaran Injil, Keluarga Besar A3 Mimika Teguhkan Iman dan Persaudaraan Lewat Ibadah Bersama

Januari 18, 2026

“YESUS – Sang Pencipta Impian” Karya Yulianus Mote Hadirkan Perspektif Rohani tentang Makna Impian

Januari 18, 2026

DPC GMNI Kabupaten Mimika dan Pemerintah Distrik Mimika Barat Jauh Perkuat Sinergi Pembangunan

Januari 18, 2026

MUSRENBANG KAMPUNG NAWARIPI TAHUN 2025 DESA MANDIRI NAWARIPI MENUJU DESA SWASEMBADA NAWARIPI

Januari 15, 2026
Tim Advokasi untuk Demokrasi Melawan Pembungkaman, Merawat Demokrasi: Aktivis dan Konten Kreator Laporkan Teror ke Polisi

Tim Advokasi untuk Demokrasi Melawan Pembungkaman, Merawat Demokrasi: Aktivis dan Konten Kreator Laporkan Teror ke Polisi

Januari 15, 2026

Ketua KNPI Jayawijaya Hengky Hilapok Temui Wapres Gibran, Dorong Pusat Konsolidasi Pemuda di Wamena

Januari 15, 2026

Dari Wamena, Pemuda Papua Pegunungan dan Wapres Gibran Satukan Harapan Pembangunan

Januari 14, 2026

Sinergi Pemerintah Pusat dan Desa, Bantuan Sembako Disalurkan ke Nawaripi Jaya

Januari 15, 2026

Gerbang Tertutup, Cita-Cita Tertahan: Aksi Pemalangan dan Darurat Pendidikan di Mimika

Januari 15, 2026

Musdus Nawaripi, Pemerintah Kampung Ingatkan Program Harus Berpihak ke Warga

Januari 15, 2026
Kedaulatan Rakyat Tak Bisa Diwakilkan: Menjaga Amanat Rakyat sebagai Fondasi Demokrasi yang Berdaulat

Kedaulatan Rakyat Tak Bisa Diwakilkan: Menjaga Amanat Rakyat sebagai Fondasi Demokrasi yang Berdaulat

Januari 11, 2026
  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan
Minggu, Januari 18, 2026
  • Login
Siasat
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya
No Result
View All Result
Siasat
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

SEBAGIAN WILAYAH NTB MASUK KATEGORI RENTAN PANGAN

in Ekonomi Bisnis
0
24
SHARES
262
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

RelatedPosts

Junk Fee: Ilusi Angka dan Remah Konsumsi Digital

BPP Guluk-Guluk Adakan Panen Padi IP 300 Varietas Padi Hibrida

Gerakkan Ekonomi Desa, Keraton Langit Corporation dan UD Al Hikmah Gelar Bazar Pertanian

Mataram, Fokus NTB – Sebagian wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat masuk kategori rentan pangan karena belum terpenuhinya empat dari 11 unsur ketahanan pangan.
         “Kategorinya rentan pangan, bukan rawan pangan,” kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi NTB Hj Hunanidiaty Nurdin di Mataram, Selasa (6/11).
          Ia mengatakan, empat unsur tersebut adalah masih tingginya angka kemiskinan, belum semua masyarakat mendapat akses listrik, masih ada bayi lahir berat badannya tidak normal dan masih ada perempuan buta huruf.
         “Ini yang menjadi faktor penyebab sebagian wilayah masih rentan pangan. Dari 14 unsur ketahanan pangan, 10 telah terpenuhi, hanya empat unsur lainnya yang belum terpenuhi, sehingga sebagian wilayah NTB masuk kategori rentan pangan, tetapi bukan rawan pangan,” katanya.
          Dari 114 kecamatan di Provinsi NTB, menurut Husnanidiaty, lebih dari 40 persen masuk kategori rentan pangan, sementara 60 pesen kondisi ketahanan pangannya cukup baik.
         Ia mengatakan, NTB telah memiliki peta ketahanan pangan dan ini bisa dijadikan acuan oleh bupati/kota dalam menyusun peta ketahanan pangan. Dalam peta ketahanan dan kerentanan pangan sudah dicantumkan secara rinci.
         Menurut dia, peta tersebut diharapkan dapat digunakan dalam menyusun penanganan ketahanan pangan di masing-masing kabupaten/kota. Peta ketahanan dan kerentanan pangan sudah dibuat pada 2010, bahkan sampai tingkat kecamatan.
         Di beberapa kabupaten peta ketahanan dan kerentanan pangan tersebut sudah digunakan, seperti di Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Timur yang hasilnya cukup menggembirakan.
         Ia mengatakan, berbagai faktor yang menyebabkan kerentanan pangan itu sudah ditangani pemerintah, tinggal masalah listrik. Hampir semua desa di NTB telah mendapat pelayanan listrik PLN, namun belum semua rumah mendapat penerangan.
         “Ini yang sekarang ini sedang ditangani pemerintah, termasuk masalah penanganan kemiskinan, kita termasuk provinsi yang progresif dalam  penanganan kemiskinan karena relatif cepat, bahkan masuk urutan enam secara nasional,” kata Husnanidiaty.
         Mengenai perempuan buta huruf sebagai faktor penyebab rentan pangan, menurut dia, karena mereka yang buta huruf akan berdampak terhadap pola asuh anak yang kemudian menimbulkan kasus gizi buruk.
          Menurut dia, kalau pola asuh baik, para ibu bisa memberikan makanan yang memenuhi asupan gizi, maka tidak akan menyebabkan munculnya kasus gizi buruk.
         Salah satu indikator ketananan pangan itu adalah tidak adanya bayi di bawah lima tahun (balita) yang menderita gizi buruk.
         “Kita terus berikhtiar mengatasi wilayah yang masuk kategori rentan pangan di NTB agar tidak berkembang menjadi rawan pangan,” kata Husnanidiaty.

Share10SendShare
Siasat ID

Siasat ID

surel: siasatindonesia [at] gmail.com

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Agustus 1, 2023
Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Agustus 26, 2022

PT. TAS. Gelar Pertemuan Lanjutan dengan Masyarakat Adat Mimika Barat Jauh, Bahas Operasional Perkebunan Kelapa Sawit

Desember 15, 2025
DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

1
Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

1
Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

1

Junk Fee: Ilusi Angka dan Remah Konsumsi Digital

Januari 18, 2026

Ibadah Syukur ke-89 Tahun Pekabaran Injil, Keluarga Besar A3 Mimika Teguhkan Iman dan Persaudaraan Lewat Ibadah Bersama

Januari 18, 2026

“YESUS – Sang Pencipta Impian” Karya Yulianus Mote Hadirkan Perspektif Rohani tentang Makna Impian

Januari 18, 2026
Siasat

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Navigate Site

  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In