• Latest
  • Trending
  • All

SEBAGIAN WILAYAH NTB MASUK KATEGORI RENTAN PANGAN

November 8, 2012

Penangguhan Pelantikan Kepala Kampung Reni Dinilai Langgar Asas Hukum Administrasi

Mei 16, 2026

Norman Ditubun Tegaskan Komitmen Bangun Kampung Nawaripi dan Desa Wisata Paieve Merah Putih Mil 21

Mei 16, 2026

ASPIRASI MASYARAKAT KAMPUNG RENI MENDESAK AGAR KEPALA KAMPUNG TERPILIH SEGERA DILANTIK

Mei 16, 2026

Antara Pembaharuan dan Jerat Kekuasaan: Ketika Reformasi Birokrasi Berhadapan dengan Mafia Sistem

Mei 16, 2026

Nation and Character Building ala Bung Karno: Menyelamatkan Arah Peradaban Indonesia

Mei 16, 2026

Ahli Waris Minta Komisi II Kawal Audit HGB Lahan Sengketa Bintaro Exchange

Mei 16, 2026

Rupiah Tembus Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah di Rp 17.597 per Dolar AS

Mei 16, 2026

INISIATOR Dorong Pemeritah Tingkatan Kesejahteraan Jaksa

Mei 16, 2026

Warga Kamoro Nawaripi Tuntut Hak Galian C dari PT Freeport Indonesia, Ini Landasan Hukumnya

Mei 16, 2026

DPC GMNI Jayawijaya Desak Pemerintah Fasilitasi Penghentian Perang Suku di Wamena

Mei 15, 2026

Malfungsi Negara di Tembagapura: Membedah Nekropolitik, Ekosida, dan Jerat Solusi PalsuOleh: Louis Fernando Afeanpah

Mei 15, 2026

Karateker KNPI Mimika Gelar Konsolidasi Bersama OKP Cipayung, Siap Mendukung  Pelaksanaan Rapimpurda Dan Musda KNPI Kabupaten Mimika

Mei 14, 2026
  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan
Sabtu, Mei 16, 2026
  • Login
Siasat
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya
No Result
View All Result
Siasat
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

SEBAGIAN WILAYAH NTB MASUK KATEGORI RENTAN PANGAN

in Ekonomi Bisnis
0
24
SHARES
265
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

RelatedPosts

Anomali LPG di Timika: Antara Kelumpuhan Teknokratis dan Anarki Pasar

Ahli Waris Girik C.428 Surati Komisi II DPR: Minta Kawal Audit HGB PT Jaya Real Property di Tangsel

Polemik Sepatu Sekolah Rakyat, Komisi VIII DPR Minta Kemensos Buka Data Pengadaan

Mataram, Fokus NTB – Sebagian wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat masuk kategori rentan pangan karena belum terpenuhinya empat dari 11 unsur ketahanan pangan.
         “Kategorinya rentan pangan, bukan rawan pangan,” kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi NTB Hj Hunanidiaty Nurdin di Mataram, Selasa (6/11).
          Ia mengatakan, empat unsur tersebut adalah masih tingginya angka kemiskinan, belum semua masyarakat mendapat akses listrik, masih ada bayi lahir berat badannya tidak normal dan masih ada perempuan buta huruf.
         “Ini yang menjadi faktor penyebab sebagian wilayah masih rentan pangan. Dari 14 unsur ketahanan pangan, 10 telah terpenuhi, hanya empat unsur lainnya yang belum terpenuhi, sehingga sebagian wilayah NTB masuk kategori rentan pangan, tetapi bukan rawan pangan,” katanya.
          Dari 114 kecamatan di Provinsi NTB, menurut Husnanidiaty, lebih dari 40 persen masuk kategori rentan pangan, sementara 60 pesen kondisi ketahanan pangannya cukup baik.
         Ia mengatakan, NTB telah memiliki peta ketahanan pangan dan ini bisa dijadikan acuan oleh bupati/kota dalam menyusun peta ketahanan pangan. Dalam peta ketahanan dan kerentanan pangan sudah dicantumkan secara rinci.
         Menurut dia, peta tersebut diharapkan dapat digunakan dalam menyusun penanganan ketahanan pangan di masing-masing kabupaten/kota. Peta ketahanan dan kerentanan pangan sudah dibuat pada 2010, bahkan sampai tingkat kecamatan.
         Di beberapa kabupaten peta ketahanan dan kerentanan pangan tersebut sudah digunakan, seperti di Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Timur yang hasilnya cukup menggembirakan.
         Ia mengatakan, berbagai faktor yang menyebabkan kerentanan pangan itu sudah ditangani pemerintah, tinggal masalah listrik. Hampir semua desa di NTB telah mendapat pelayanan listrik PLN, namun belum semua rumah mendapat penerangan.
         “Ini yang sekarang ini sedang ditangani pemerintah, termasuk masalah penanganan kemiskinan, kita termasuk provinsi yang progresif dalam  penanganan kemiskinan karena relatif cepat, bahkan masuk urutan enam secara nasional,” kata Husnanidiaty.
         Mengenai perempuan buta huruf sebagai faktor penyebab rentan pangan, menurut dia, karena mereka yang buta huruf akan berdampak terhadap pola asuh anak yang kemudian menimbulkan kasus gizi buruk.
          Menurut dia, kalau pola asuh baik, para ibu bisa memberikan makanan yang memenuhi asupan gizi, maka tidak akan menyebabkan munculnya kasus gizi buruk.
         Salah satu indikator ketananan pangan itu adalah tidak adanya bayi di bawah lima tahun (balita) yang menderita gizi buruk.
         “Kita terus berikhtiar mengatasi wilayah yang masuk kategori rentan pangan di NTB agar tidak berkembang menjadi rawan pangan,” kata Husnanidiaty.

Share10SendShare
Siasat ID

Siasat ID

surel: siasatindonesia [at] gmail.com

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Agustus 1, 2023
Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Agustus 26, 2022

PERNYATAAN SIKAP ATAS TINDAKAN OKNUM APARAT YANG MEMASUKI PASTORAN KATEDRAL TIGA RAJA MIMIKA TANPA IZIN DAN ETIKA

April 28, 2026
DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

1
Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

1
Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

1

Penangguhan Pelantikan Kepala Kampung Reni Dinilai Langgar Asas Hukum Administrasi

Mei 16, 2026

Norman Ditubun Tegaskan Komitmen Bangun Kampung Nawaripi dan Desa Wisata Paieve Merah Putih Mil 21

Mei 16, 2026

ASPIRASI MASYARAKAT KAMPUNG RENI MENDESAK AGAR KEPALA KAMPUNG TERPILIH SEGERA DILANTIK

Mei 16, 2026
Siasat

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Navigate Site

  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In