• Latest
  • Trending
  • All

Meritokrasi ASN Mimika Dipertanyakan, Cipayung Terbelah: Aktivis Soroti Cacat Prosedur dan Krisis Integritas

Maret 20, 2026

“Kisruh KNPI Waropen, GMNI Warning Keras: Tolak Kepengurusan Tanpa SK Kemenkumham”

Maret 26, 2026

“GMNI Biak Numfor Tegaskan: MRP Harus Kembali ke Roh Perjuangan atau Kehilangan Legitimasinya”

Maret 26, 2026

“Hegemoni Pembangunan di Mimika: Antara Klaim Keberhasilan dan Realitas yang Tersembunyi”

Maret 26, 2026

Gereja Baptis West Papua Gelar Komperensi Pilih Pimpinan Wilayah Yang Baru

Maret 25, 2026

GMNI Desak Sanksi Tegas Selly Kareth: Ucapan Rasis Ganggu SARA dan Picu Konflik

Maret 25, 2026

“Gubernur di Persimpangan: Lindungi Rakyat atau Gusur Tanah Adat Demi Polda?”

Maret 25, 2026

PERAN PEREMPUAN DALAM DINAMIKA MODERN:Refleksi dan Gagasan Vinechya D. Munua pada Dies Natalis GMNI ke-72

Maret 23, 2026

Bupati Mimika Paparkan Mekanisme Rotasi ASN di Forum Alumni Cipayung

Maret 19, 2026

GMNI MERAUKE: PEMBANGUNAN HARUS BERPIHAK, BUKAN MENINGGALKAN RAKYAT

Maret 19, 2026

Personil Koramil 06 Agimuga dan Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXV Kodim 1710/Mimika Menggelar Aksi Berbagi Takjil.

Maret 18, 2026
Mudik dari Bali: ke Jawa, ke Lombok

Mudik dari Bali: ke Jawa, ke Lombok

Maret 18, 2026
Menanam Harapan di Jantung Jayawijaya: Aksi Naila M. Wenda Melawan Krisis Iklim

Menanam Harapan di Jantung Jayawijaya: Aksi Naila M. Wenda Melawan Krisis Iklim

Maret 18, 2026
  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, Maret 27, 2026
  • Login
Siasat
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya
No Result
View All Result
Siasat
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Meritokrasi ASN Mimika Dipertanyakan, Cipayung Terbelah: Aktivis Soroti Cacat Prosedur dan Krisis Integritas

in Uncategorized
0
32
SHARES
353
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Timika, Papua Tengah – Wacana meritokrasi dalam penataan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Mimika yang digaungkan pemerintah daerah kini menuai kritik tajam dari kalangan aktivis mahasiswa. Di tengah klaim reformasi birokrasi dan keterwakilan Orang Asli Papua (OAP), muncul polemik baru yang justru menyingkap persoalan serius di tubuh gerakan intelektual itu sendiri, yakni fragmentasi Forum Cipayung.

RelatedPosts

“Kisruh KNPI Waropen, GMNI Warning Keras: Tolak Kepengurusan Tanpa SK Kemenkumham”

“GMNI Biak Numfor Tegaskan: MRP Harus Kembali ke Roh Perjuangan atau Kehilangan Legitimasinya”

“Hegemoni Pembangunan di Mimika: Antara Klaim Keberhasilan dan Realitas yang Tersembunyi”

Ketua Cabang GMKI Timika periode 2024–2026, Louis Fernando Afeanpah, dalam sebuah opini kritisnya menilai bahwa langkah pemerintah dalam merestrukturisasi ratusan ASN memang terkesan progresif secara teknokratis. Namun, ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak dapat dilepaskan dari persoalan prosedural dan integritas yang lebih luas, baik di ranah pemerintah maupun organisasi mahasiswa.

Menurut Louis, narasi meritokrasi yang dibangun pemerintah daerah perlu diuji secara konkret. Ia mempertanyakan apakah kebijakan tersebut benar-benar berorientasi pada kompetensi dan keadilan, atau justru menjadi legitimasi politik di balik angka-angka statistik keterwakilan OAP.

“Meritokrasi tidak cukup berhenti pada retorika dan data. Yang harus diuji adalah dampaknya di lapangan—apakah mampu menyelesaikan persoalan riil masyarakat seperti sengketa lahan dan perlindungan hak administrasi OAP,” tegasnya.

Di sisi lain, kritik keras juga diarahkan ke internal Forum Cipayung di Mimika. Louis menilai forum alumni yang baru-baru ini digelar justru menunjukkan gejala eksklusivisme dan cacat prosedural karena tidak melibatkan seluruh unsur organisasi secara utuh.

Ia menyoroti bahwa forum tersebut hanya melibatkan sebagian organisasi seperti GMKI, HMI, dan GMNI, tanpa kehadiran PMKRI dan PMII. Kondisi ini dinilai sebagai bentuk “amputasi integritas” yang merusak esensi Cipayung sebagai rumah bersama gerakan mahasiswa lintas organisasi.

“Cipayung bukan milik segelintir kelompok. Ketika ada yang ditinggalkan, maka yang rusak bukan hanya forum, tapi marwah gerakan itu sendiri,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menilai pernyataan sikap yang dihasilkan forum tersebut sebagai bentuk insubordinasi terhadap kepemimpinan organisasi aktif. Menurutnya, langkah yang diambil tanpa koordinasi dengan pimpinan cabang merupakan pelanggaran etika organisasi yang serius.

“Kita tidak bisa menuntut pemerintah menjalankan sistem meritokrasi yang bersih jika di internal kita sendiri justru mengabaikan prosedur dan koordinasi,” katanya.

Situasi ini, lanjutnya, berpotensi melemahkan posisi tawar gerakan mahasiswa di hadapan pemerintah, sekaligus membuka ruang bagi praktik “divide et impera” atau politik pecah belah.

Sebagai solusi, Louis menyerukan tiga langkah strategis untuk mengembalikan marwah Cipayung di Mimika. Pertama, rekonsiliasi menyeluruh antar lima organisasi sebagai satu kesatuan utuh. Kedua, penegasan peran forum alumni sebagai mitra strategis, bukan aktor yang melangkahi struktur formal. Ketiga, mengarahkan fokus gerakan pada pengawalan kebijakan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa energi gerakan mahasiswa seharusnya tidak habis pada konflik internal, melainkan diarahkan untuk mengawal janji-janji pemerintah terkait reformasi birokrasi dan kesejahteraan rakyat.

Polemik ini menjadi pengingat bahwa krisis integritas tidak hanya terjadi di lingkar kekuasaan, tetapi juga dapat menjangkiti gerakan intelektual. Aktivis menilai, tanpa soliditas dan kepatuhan pada nilai-nilai dasar organisasi, perjuangan untuk keadilan sosial di Mimika akan kehilangan arah.

“Perjuangan untuk rakyat tidak akan pernah berhasil jika kita sendiri terpecah. Integritas adalah fondasi utama. Tanpa itu, semua narasi perubahan hanya akan menjadi slogan kosong,” tutupnya.

Share13SendShare
Redaksi Papua

Redaksi Papua

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Agustus 1, 2023
Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Agustus 26, 2022

Rolling Jabatan di Mimika Dipertanyakan, GMNI: Dimana Keterlibatan OAP Dimana Hak Kesulungan Amungme, Kamoro, dan 5 Suku Kerabat

Maret 11, 2026
DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

1
Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

1
Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

1

“Kisruh KNPI Waropen, GMNI Warning Keras: Tolak Kepengurusan Tanpa SK Kemenkumham”

Maret 26, 2026

“GMNI Biak Numfor Tegaskan: MRP Harus Kembali ke Roh Perjuangan atau Kehilangan Legitimasinya”

Maret 26, 2026

“Hegemoni Pembangunan di Mimika: Antara Klaim Keberhasilan dan Realitas yang Tersembunyi”

Maret 26, 2026
Siasat

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Navigate Site

  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In