
Timika, 17 Maret 2026 – Aliansi Pengusaha Orang Asli Papua (OAP) kembali menyuarakan desakan agar sagu, singkong, dan keladi resmi dimasukkan dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari pemanfaatan pangan lokal di Papua. Aspirasi tersebut dinilai penting bukan hanya untuk memperkuat ketahanan pangan daerah, tetapi juga untuk memberi ruang yang lebih besar bagi pelaku usaha dan petani lokal dalam rantai pasok program gizi nasional.
Di berbagai wilayah Papua, Badan Gizi Nasional (BGN) sendiri telah mengoptimalkan pemanfaatan pangan lokal dalam pelaksanaan MBG, termasuk petatas, keladi, dan kasbi, serta menyebut kebijakan itu sebagai arahan langsung BGN Pusat sejak 8 Januari 2026.
Desakan itu pun langsung mendapat tanggapan dari Bapak Hashim Djojohadikusumo melalui pesan WhatsApp. Dalam jawaban singkatnya, Hashim menyampaikan bahwa usulan tersebut telah disetujui oleh Badan Gizi Nasional.

Pernyataan itu sejalan dengan sikap pemerintah yang selama ini mendorong pemanfaatan pangan lokal dalam program MBG di Papua sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan dan mendorong perputaran belanja di tingkat petani serta UMKM lokal.
Di berbagai wilayah Papua, Badan Gizi Nasional (BGN) sendiri telah mengoptimalkan pemanfaatan pangan lokal dalam pelaksanaan MBG, termasuk petatas, keladi, dan kasbi, serta menyebut kebijakan itu sebagai arahan langsung BGN Pusat sejak 8 Januari 2026.
Desakan itu pun langsung mendapat tanggapan dari Bapak Hashim Djojohadikusumo melalui pesan WhatsApp. Dalam jawaban singkatnya, Hashim menyampaikan bahwa usulan tersebut telah disetujui oleh Badan Gizi Nasional.
Pernyataan itu sejalan dengan sikap pemerintah yang selama ini mendorong pemanfaatan pangan lokal dalam program MBG di Papua sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan dan mendorong perputaran belanja di tingkat petani serta UMKM lokal.





