Mimika, Siasat ID — Masyarakat di wilayah Tapormai, Distrik Mimika Barat Jauh, Kabupaten Mimika, mengeluhkan tidak adanya tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas Tapormai sejak Januari hingga Februari 2026. Kondisi ini membuat warga kesulitan memperoleh pelayanan medis, terutama bagi masyarakat yang sedang sakit dan membutuhkan penanganan segera.
Menurut keterangan sejumlah warga, selama kurang lebih dua bulan terakhir fasilitas kesehatan tersebut tidak memiliki petugas medis yang berjaga. Akibatnya, masyarakat terpaksa mencari alternatif pengobatan tradisional atau menempuh perjalanan jauh ke distrik lain demi mendapatkan layanan kesehatan.
“Kami sangat kecewa. Puskesmas adalah harapan satu-satunya bagi masyarakat di sini. Tapi dari Januari sampai sekarang belum ada tenaga medis yang bertugas,” ungkap salah satu warga Tapormai.
Warga menilai situasi ini sangat memprihatinkan mengingat Tapormai merupakan wilayah yang cukup jauh dari pusat Kota Timika, dengan akses transportasi yang terbatas dan biaya perjalanan yang tidak sedikit. Ketidakhadiran tenaga kesehatan dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap hak dasar masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang layak.
Beberapa warga juga menyampaikan kekhawatiran akan dampak jangka panjang, khususnya bagi anak-anak, ibu hamil, dan lansia yang membutuhkan pemantauan kesehatan rutin.
Menanggapi keluhan tersebut, Ketua Bidang Otonomi Khusus DPC GMNI Kabupaten Mimika, Bung Markus Maita, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima banyak laporan dari masyarakat terkait persoalan ini.
Ia menegaskan bahwa kehadiran GMNI Mimika adalah untuk menyambungkan aspirasi rakyat yang merasa dirugikan akibat tidak berfungsinya layanan kesehatan di Tapormai.
“Kami dari GMNI Mimika menerima langsung keluhan masyarakat. Ini menyangkut hak hidup dan kesehatan warga. Pemerintah daerah harus segera mengambil langkah konkret,” tegas Markus Maita (18/2/2026).
Masyarakat juga meminta agar Kepala Puskesmas Tapormai dievaluasi secara menyeluruh. Jika terbukti lalai dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, warga mendesak agar dilakukan pergantian demi memastikan pelayanan publik kembali berjalan optimal.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Mimika melalui instansi terkait segera turun tangan untuk memastikan tenaga kesehatan kembali ditempatkan di Puskesmas Tapormai sehingga pelayanan medis dapat berjalan normal.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab tidak adanya tenaga medis di Puskesmas Tapormai selama dua bulan terakhir.
Masyarakat Mimika Barat Jauh kini menantikan klarifikasi serta solusi nyata dari pemerintah daerah demi menjamin pemerataan pelayanan kesehatan dan perlindungan hak dasar masyarakat di wilayah terpencil.