Lombok Utara, Siasat ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram Desa Malaka menggelar kegiatan penyuluhan kesehatan bertema“Mengenal dan Mencegah Stroke” pada Sabtu (24/1/2026) di Aula Posyandu Dusun Mentigi. Kegiatan ini menjadi bagian dari program edukasi masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini dan pencegahan penyakit tidak menular.
Acara dibuka dengan sambutan dari berbagai pihak, termasuk Ketua Kelompok KKN, Dosen Pembimbing Lapangan Dr. dr. Herpan Syafii Harahap, M.Biomed, Sp.S, dan Kepala Puskesmas Nipah, Handini Puspita Arum. Kepala Desa Malaka, H. Akmaludin Ichwan, S.A.P., M.M., secara resmi membuka kegiatan dan menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa dalam mendekatkan informasi kesehatan kepada masyarakat.
Penyuluhan dihadiri oleh sekitar 50 peserta yang terdiri dari Kader Posyandu, ibu-ibu PKK, dan Masyarakat Dusun Mentigi. Materi disampaikan oleh dua narasumber, yakni dr. Lalu Ahmad Gamal Arigi dan dr. Lalu Arista Suwaji, yang memaparkan secara bergantian mengenai definisi stroke, faktor risiko, gejala awal, serta langkah-langkah pencegahan.

Peserta diajak memahami bahwa stroke bukan hanya penyakit orang tua, melainkan juga bisa menyerang usia muda, terutama jika memiliki kebiasaan merokok atau tekanan darah tinggi. Narasumber juga membongkar berbagai mitos seputar stroke, seperti anggapan bahwa stroke bisa disembuhkan dengan pijat atau akan sembuh sendiri tanpa penanganan medis. Pesan-pesan lokal berbahasa Sasak turut disisipkan untuk memperkuat pemahaman, seperti “Stroke datangne ndeq nunggu izin” yang artinya ”stroke datangnya tidak menunggu izin”. Ungkapan ini menekankan bahwa stroke bisa menyerang kapan saja, tanpa tanda atau peringatan, baik pada orang tua maupun usia muda. Pesan sederhana namun kuat ini mengingatkan masyarakat untuk tidak menyepelekan gejala kecil seperti kesemutan atau mulut terasa berat, serta segera mencari pertolongan medis karena stroke adalah kondisi gawat darurat.
Selain stroke, peserta juga diperkenalkan pada penyakit penyelam (decompression sickness) yang kerap dialami nelayan tradisional. Penyakit ini terjadi akibat naik ke permukaan laut terlalu cepat saat menyelam, dan dapat menyebabkan kelumpuhan hingga kematian. Narasumber menekankan pentingnya pencegahan melalui teknik menyelam yang aman dan segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala.
Sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Salah satu peserta bertanya, “Kalau sering kesemutan di kaki dan tangan setelah nebang pohon, itu termasuk gejala stroke atau bukan? Termasuk kalau bagian mulut terasa berat juga?”
Pertanyaan ini mencerminkan kekhawatiran masyarakat terhadap gejala yang sering dianggap biasa, padahal bisa menjadi tanda awal stroke. Sesi ini menjadi ruang penting untuk memperkuat pemahaman bahwa stroke adalah kondisi gawat darurat yang perlu dikenali sejak dini.
Kegiatan ditutup dengan pembacaan doa dan sesi foto bersama. Mahasiswa KKN PMD UNRAM Desa Malaka berharap penyuluhan ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya hidup sehat di Desa Malaka. Dengan kolaborasi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, dan masyarakat, desa diharapkan mampu tumbuh sebagai komunitas yang sadar kesehatan dan tangguh menghadapi risiko penyakit.
(Tim KKN PMD Universitas Mataram Desa Malaka: Lagasiturangga, Diana, Syifa, Fendi, Putri, Zakia, Juliana, Silva, Rasyiq, Daffa)









