Barito Selatan, Siasat ID – Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kalimantan Tengah menyelenggarakan Training of Trainer (ToT) Kader Data Sosial yang diikuti oleh perwakilan dari lima Pengurus Daerah (PD), yakni PD AMAN Lamandau, Kotawaringin Timur, Barito Utara, Barito Timur, dan Barito Selatan.
Kegiatan ini dilaksanakan pada 24–27 November 2025 bertempat di Tumpuk Pamangka, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan. ToT ini diselenggarakan sebagai respons atas kondisi AMAN Kalimantan Tengah yang memiliki 343 komunitas anggota (masih dalam tahap verifikasi), namun masih lemah dalam pendokumentasian data sosial. Padahal, data sosial merupakan dasar penting dalam kegiatan pemetaan partisipatif wilayah adat yang saat ini terus digencarkan.
Melalui ToT ini, AMAN Kalteng berupaya menyiapkan kader-kader penggali data sosial yang andal, guna memperkuat dokumentasi komunitas adat sekaligus mendukung pengakuan wilayah adat. Kegiatan berlangsung lancar, baik di dalam kelas maupun saat praktik penggalian data sosial di lapangan, dengan antusiasme peserta yang tinggi dan disiplin waktu yang baik.
Adapun tiga tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas fasilitator dan kader adat dalam penggalian data sosial, memberikan pemahaman dasar tentang konsep data spasial dan urgensinya bagi pengakuan masyarakat dan wilayah adat, serta melatih peserta dalam teknik fasilitasi, pengumpulan, pengolahan, penulisan, dan presentasi data sosial kepada komunitas.
Fasilitator kegiatan, Rinting, menekankan pentingnya peserta mulai menuliskan kisah tentang diri dan komunitasnya sendiri. Ia mengingatkan bahwa peradaban Dayak saat ini berada di ambang keterpinggiran, sehingga penggalian data sosial bukan hanya kebutuhan organisasi, tetapi juga upaya menyelamatkan sisa-sisa peradaban yang masih dapat direkam. “Kita sedang dikejar oleh waktu,” tegasnya.
Salah satu peserta, Ira, menyampaikan bahwa kegiatan ini menumbuhkan rasa percaya diri, tanggung jawab, serta komitmen untuk melaksanakan rencana tindak lanjut baik secara pribadi maupun organisasi. Sementara itu, Milodi, peserta sekaligus tuan rumah, berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan di PD dan komunitas lain. Ia menilai metode pembelajaran yang digunakan sangat mudah dipahami karena disampaikan dengan bahasa sederhana dan pendekatan andragogi yang melibatkan peserta secara aktif.
Melalui kegiatan ini, AMAN Kalimantan Tengah berharap kader-kader data sosial mampu menjadi penggerak di komunitasnya masing-masing dalam memperkuat dokumentasi, menjaga pengetahuan leluhur, dan memperjuangkan pengakuan masyarakat adat secara berkelanjutan.












