• Latest
  • Trending
  • All
Cedo Oha, Jejak Peradaban Masyarakat Do Ompu

Cedo Oha, Jejak Peradaban Masyarakat Do Ompu

November 13, 2023

Penangguhan Pelantikan Kepala Kampung Reni Dinilai Langgar Asas Hukum Administrasi

Mei 16, 2026

Norman Ditubun Tegaskan Komitmen Bangun Kampung Nawaripi dan Desa Wisata Paieve Merah Putih Mil 21

Mei 16, 2026

ASPIRASI MASYARAKAT KAMPUNG RENI MENDESAK AGAR KEPALA KAMPUNG TERPILIH SEGERA DILANTIK

Mei 16, 2026

Antara Pembaharuan dan Jerat Kekuasaan: Ketika Reformasi Birokrasi Berhadapan dengan Mafia Sistem

Mei 16, 2026

Nation and Character Building ala Bung Karno: Menyelamatkan Arah Peradaban Indonesia

Mei 16, 2026

Ahli Waris Minta Komisi II Kawal Audit HGB Lahan Sengketa Bintaro Exchange

Mei 16, 2026

Rupiah Tembus Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah di Rp 17.597 per Dolar AS

Mei 16, 2026

INISIATOR Dorong Pemeritah Tingkatan Kesejahteraan Jaksa

Mei 16, 2026

Warga Kamoro Nawaripi Tuntut Hak Galian C dari PT Freeport Indonesia, Ini Landasan Hukumnya

Mei 16, 2026

DPC GMNI Jayawijaya Desak Pemerintah Fasilitasi Penghentian Perang Suku di Wamena

Mei 15, 2026

Malfungsi Negara di Tembagapura: Membedah Nekropolitik, Ekosida, dan Jerat Solusi PalsuOleh: Louis Fernando Afeanpah

Mei 15, 2026

Karateker KNPI Mimika Gelar Konsolidasi Bersama OKP Cipayung, Siap Mendukung  Pelaksanaan Rapimpurda Dan Musda KNPI Kabupaten Mimika

Mei 14, 2026
  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan
Sabtu, Mei 16, 2026
  • Login
Siasat
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya
No Result
View All Result
Siasat
No Result
View All Result
Home Budaya

Cedo Oha, Jejak Peradaban Masyarakat Do Ompu

in Budaya
0
Cedo Oha, Jejak Peradaban Masyarakat Do Ompu
25
SHARES
282
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Dompu, Siasat.Id – Cedo Oha (centong nasi) ini merupakan centong yang digunakan oleh masyarakat Bima – Dompu pada umumnya di masa lalu. Jadi sebelum masyarakat mengenal centong buatan pabrik seperti sekarang ini, maka centong inilah yang digunakan untuk mengambil nasi dalam roa (priuk).

Cedo ini terbuat dari batok kelapa yang kemudian dipasangkan kayu ditengahnya dengan pengait dari potongan kayu agar kuat dan tidak mudah copot. Batok kelapa ini dibuat sedemikian rupa dan disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya. Bahkan tidak semua orang bisa membuat Cedo ini dan dibutuhkan keahlian khusus dalam m
pembuatannya.

RelatedPosts

Tingkatkan Kualitas Narasi,Museum Bala Datu Ranga Studi Banding ke Yogyakarta

Mudik dari Bali: ke Jawa, ke Lombok

Simfoni Hidup Kaum Rebahan

Bahkan konon, jika menggunakan Cedo ini, nasi akan memberi rasa yang berbeda ketimbang menggunakan centong plastik. Karena diyakini batok kelapa sebagai bahan baku dalam pembuatan Cedo ini mengandung aroma yang khas jika digunakan untuk menanak nasi.

Namun sayang, penggunaan Cedo ini sudah jarang lagi digunakan oleh masyarakat. Entah apa alasannya, belum ada riset ilmiah yang mengungkapkan kurangnya minat masyarakat menggunakan lagi Cedo yang terbuat dari batok kelapa ini. Yang sebenarnya, Cedo ini bisa bertahan lama, bahkan puluhan tahun lamanya.

Bukan saja sudah jarang digunakan lagi, bahkan sebagian orang sudah tidak mengingat kapan terakhir mereka menggunakan Cedo ini saat menanak nasi. Karena banjirnya barang buatan pabrik yang masuk ke desa-desa nampaknya memberi dampak yang begitu signifikan terhadap bergesernya penggunaan peralatan kehidupan yang dinilai tradisional kemudian beralih ke peralatan buatan pabrik.

Maemunah (60) satu di antara masyarakat Do Ompu wilayah Dompu selatan yang masih sesekali menggunakan Cedo ini dalam kesehariannya di dapur. Karena selain sebagai alat mengambil nasi di dalam priuk, Cedo ini pun juga bisa digunakan untuk mengambil kuah.

“Cedo ini sudah lama sejak orang tua saya dulu, dan sesekali masih saya gunakan walau di dapur juga sudah ada beberapa Cedo plastik” ungkpanya, Sabtu, (11/11/23).

Diakuinya, Cedo tradisional memiliki beragam bentuk, tergantung keahlian pembuatnya. Namun demikian tetap menggunakan bahan baku dari batok kelapa. Menurutnya, bertahan lama dan tidaknya tergantung cara penggunaan dan batok kelapanya.

“Kan ada batok kelapa yang kropos dan biasanya hanya beberapa tahun saja digunakan sangat cepat rusak dan kayunya pun sebagai gagangnya juga harus bagus” terangnya.

Pada masyarakat sekarang, lanjutnya, memang sudah jarang menggunakan Cedo seperti ini. Mereka lebih memilih dan membeli Cedo yang dijual orang di kios-kios atau ada mobil yang menjual segala peralatan rumah tangga yang sering masuk ke gang-gang kampung.

“Mungkin lebih praktis ya kalau menggunakan Cedo plastik dan tidak berat jika di bawa ke sawah atau ladang” tutupnya

Tags: BimaDompu
Share10SendShare
Siasat ID

Siasat ID

surel: siasatindonesia [at] gmail.com

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Agustus 1, 2023
Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Agustus 26, 2022

PERNYATAAN SIKAP ATAS TINDAKAN OKNUM APARAT YANG MEMASUKI PASTORAN KATEDRAL TIGA RAJA MIMIKA TANPA IZIN DAN ETIKA

April 28, 2026
DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

1
Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

1
Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

1

Penangguhan Pelantikan Kepala Kampung Reni Dinilai Langgar Asas Hukum Administrasi

Mei 16, 2026

Norman Ditubun Tegaskan Komitmen Bangun Kampung Nawaripi dan Desa Wisata Paieve Merah Putih Mil 21

Mei 16, 2026

ASPIRASI MASYARAKAT KAMPUNG RENI MENDESAK AGAR KEPALA KAMPUNG TERPILIH SEGERA DILANTIK

Mei 16, 2026
Siasat

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Navigate Site

  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In