Lombok Tengah, Siasat ID – Stunting masih menjadi permasalahan serius di Indonesia, termasuk di kabupaten Lombok Tengah. Berdasarkan data yang diberikan oleh puskesmas Desa Ubung, Kabupaten Lombok Tengah tercatat memiliki 18.580 balita stunting. Menyikapi kondisi tersebut, kelompok KKN-PMD Universitas Mataram Desa Ubung Tahun 2025 – 2026 melaksanakan program sosialisasi beserta demonstrasi pengolahan pangan lokal pencegah stunting.
“Program sosialisasi dan demonstrasi pencegahan stunting kami laksanakan secara bersamaanSelain kegiatan utama tersebut, mahasiswa KKN Universitas Mataram Desa Ubung juga turut berpartisipasi aktif dengan terjun langsung mengikuti seluruh jadwal kegiatan posyandu di 14 dusun yang ada di Desa Ubung. Keterlibatan ini bertujuan untuk mendukung pemantauan tumbuh kembang balita serta memperkuat upaya pencegahan stunting melalui pendampingan dan edukasi gizi kepada masyarakat secara berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, kami berharap pemahaman masyarakat, khususnya ibu dan balita, mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang dapat semakin meningkat sebagai langkah pencegahan stunting sejak dini,” ujar Ketua KKN UNRAM Desa Ubung Tahun 2025–2026, Dimas Saputra.
TIM KKN-PMD UNRAM 2025-2026 melaksanakan kegiatan sosialisasi dan demonstrasi pada Selasa (22/1/2026) dengan tema sosialisasi dan demonstrasi pencegahan stunting dengan nugget temayu (tempe, ayam, dan sayur). Kegiatan sosialisasi diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian stunting, faktor penyebab, serta dampak jangka panjang terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Selanjutnya, mahasiswa KKN UNRAM melakukan demonstrasi pembuatan nugget temayu (tempe, ayam, dan sayur) sebagai contoh olahan pangan bergizi, mudah dibuat, dan terjangkau bagi masyarakat. Olahan ini memadukan sumber protein nabati dan hewani serta sayuran, sehingga diharapkan dapat menjadi alternatif menu sehat bagi anak-anak. Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari warga yang terlihat antusias mengikuti proses demonstrasi dan diskusi.

Kepala Desa Ubung, Mustaal mengapresiasi program yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UNRAM. Ia menilai program tersebut selaras dengan kebutuhan desa.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN Universitas Mataram yang telah mengadakan program sosialisasi dan demonstrasi pencegahan stunting di Desa Ubung. Program ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di desa kami dan sangat bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya gizi seimbang serta dapat terus dilanjutkan di masa mendatang,” ujarnya.
Apresiasi serupa juga disampaikan oleh ahli gizi puskesmas Desa Ubung menyebut program ini sangat membantu pihak puskesmas.
“Kami merasa sangat terbantu dengan adanya program sosialisasi dan demonstrasi pencegahan stunting yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Universitas Mataram. Kegiatan ini sejalan dengan upaya puskesmas dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi seimbang, sehingga pesan kesehatan dapat tersampaikan dengan lebih luas dan efektif,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNRAM berharap masyarakat Desa Ubung dapat menerapkan pola konsumsi makanan bergizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari guna menekan angka stunting di lingkungan sekitar. Kegiatan sosialisasi dan demonstrasi ini juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung program pemerintah desa dan puskesmas setempat dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting secara berkelanjutan.
Reportase : TIM KKN-PMD Universitas Mataram Desa Ubung Tahun 2025-2026.
Penulis : Ni Nyoman Yuliantari


















