Lombok Barat, Siasat ID – Permasalahan sampah plastik yang selama ini hanya dibakar atau dibuang sembarangan kini diperkenalkan sebagai peluang pemanfaatan energi alternatif oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Universitas Mataram. Melalui kegiatan sosialisasi, mahasiswa KKN mengenalkan teknologi pirolisis sederhana yang mampu mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar cair.
Kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan di Desa Gelangsar, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, pada Minggum (25/1/2026). Kegiatan ini diikuti oleh perangkat desa dan masyarakat setempat sebagai bagian dari upaya edukatif untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah plastic yang berkelanjutan di tingkat desa.
Dalam Kegiatan tersebut, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa sampah plastik, terutama gelas plastik sekali pakai berbahan PP (polypropylene), merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan dan sulit terurai secara alami. Pada praktiknya, mahasiswa KKN menggunakan gelas plastik bekas berbahan PP (polypropylene) yang terlebih dahulu dicacah atau dipotong kecil-kecil sebelum dimasukkan ke dalam alat pirolisis. Proses pencacahan ini bertujuan agar pemanasan berlangsung lebih merata dan mempercepat proses pirolisis. Selanjutnya, mahasiswa KKN mendemonstrasikan cara kerja alat pirolisis sederhana yang dibuat dari barang bekas. Sampah plastik yang telah dicacah dipanaskan pada suhu tinggi tanpa adanya oksigen hingga menghasilkan uap, yang kemudian mengalami kondensasi dan berubah menjadi bahan bakar cair.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat. Peserta terlihat antusias dan aktif bertanya mengenai jenis plastik yang dapat digunakan, keamanan proses, serta potensi pemanfaatan bahan bakar hasil pirolisis dalam kehidupan sehari-hari. Menanggapi kegiatan tersebut, Kepala Desa menyampaikan bahwa “Teknologi pirolisis ini sangat mudah dibuat dan bahannya juga sederhana serta mudah didapat. Selain itu, alatnya memanfaatkan barang bekas, sehingga bisa diterapkan dan dikembangkan langsung oleh masyarakat desa.” ujar Kepala Desa.
Melalui sosialisasi ini, mahasiswa KKN berharap masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga terdorong untuk berpartisipasi aktif dalam pengelolaan sampah secara mandiri. Kesadaran kolektif masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. Dengan terjalinnya kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat, pengelolaan sampah plastik di tingkat desa diharapkan dapat berkembang menuju solusi yang lebih inovatif dan ramah lingkungan, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari warga Desa Gelangsar


















