• Latest
  • Trending
  • All

STOP! Bung Agustinus Yekwam Teriak ke Negara: Jangan Tukar Tanah Adat Tambrauw dengan Sawit dan Senjata

Januari 22, 2026
Disorot Dunia, Konflik Cek Bocek Kini Jadi Atensi Aliansi Tambang Global (MSAA)

Disorot Dunia, Konflik Cek Bocek Kini Jadi Atensi Aliansi Tambang Global (MSAA)

Januari 22, 2026

GMNI Gugat Tata Kelola SAMSAT Mimika, Kendaraan Plat Luar Dinilai Cederai Keadilan Fiskal

Januari 22, 2026

Pembangunan Infrastruktur di Mimika Sering Tidak Tepat Sasaran, Bupati Diminta Beri Teguran Keras kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang

Januari 22, 2026
Gerak Bersama, Sumbawa Unggul: Penguatan Infrastruktur sebagai Fondasi Pembangunan Daerah yang Merata

Gerak Bersama, Sumbawa Unggul: Penguatan Infrastruktur sebagai Fondasi Pembangunan Daerah yang Merata

Januari 22, 2026

Daftar Resmi Hari Penting Nasional Tahun 2026 sebagai Referensi Agenda Publik

Januari 20, 2026
Dampak Positif Bioenergi terhadap Pengurangan Emisi Karbon

Dampak Positif Bioenergi terhadap Pengurangan Emisi Karbon

Januari 20, 2026

Junk Fee: Ilusi Angka dan Remah Konsumsi Digital

Januari 18, 2026
Ibadah Syukur ke-89 Tahun Pekabaran Injil, Keluarga Besar A3 Mimika Teguhkan Iman dan Persaudaraan Lewat Ibadah Bersama

Ibadah Syukur ke-89 Tahun Pekabaran Injil, Keluarga Besar A3 Mimika Teguhkan Iman dan Persaudaraan Lewat Ibadah Bersama

Januari 20, 2026

“YESUS – Sang Pencipta Impian” Karya Yulianus Mote Hadirkan Perspektif Rohani tentang Makna Impian

Januari 18, 2026

DPC GMNI Kabupaten Mimika dan Pemerintah Distrik Mimika Barat Jauh Perkuat Sinergi Pembangunan

Januari 18, 2026
MUSRENBANG KAMPUNG NAWARIPI TAHUN 2025 DESA MANDIRI NAWARIPI MENUJU DESA SWASEMBADA NAWARIPI

MUSRENBANG KAMPUNG NAWARIPI TAHUN 2025 DESA MANDIRI NAWARIPI MENUJU DESA SWASEMBADA NAWARIPI

Januari 20, 2026
Tim Advokasi untuk Demokrasi Melawan Pembungkaman, Merawat Demokrasi: Aktivis dan Konten Kreator Laporkan Teror ke Polisi

Tim Advokasi untuk Demokrasi Melawan Pembungkaman, Merawat Demokrasi: Aktivis dan Konten Kreator Laporkan Teror ke Polisi

Januari 15, 2026
  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan
Kamis, Januari 22, 2026
  • Login
Siasat
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya
No Result
View All Result
Siasat
No Result
View All Result
Home Uncategorized

STOP! Bung Agustinus Yekwam Teriak ke Negara: Jangan Tukar Tanah Adat Tambrauw dengan Sawit dan Senjata

in Uncategorized
0
26
SHARES
290
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Tambrauw, Papua Barat, 23 Januari 2026 – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kabupaten Tambrauw dengan ini menyatakan sikap politik organisasi secara tegas dan terbuka:

MENOLAK PEMBANGUNAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DAN MARKAS BATALION DI WILAYAH KABUPATEN TAMBRAUW.

RelatedPosts

GMNI Gugat Tata Kelola SAMSAT Mimika, Kendaraan Plat Luar Dinilai Cederai Keadilan Fiskal

Pembangunan Infrastruktur di Mimika Sering Tidak Tepat Sasaran, Bupati Diminta Beri Teguran Keras kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang

Daftar Resmi Hari Penting Nasional Tahun 2026 sebagai Referensi Agenda Publik

Sikap ini disampaikan langsung oleh Ketua DPC GMNI Kabupaten Tambrauw, Bung Agustinus Yekwam, sebagai bentuk perlawanan intelektual terhadap model pembangunan yang eksploitatif, militeristik, dan anti-rakyat adat.

Bung Agustinus Yekwam menegaskan bahwa Kabupaten Tambrauw bukan kabupaten perkebunan, bukan pula lahan kosong yang dapat dibagi-bagi kepada korporasi dan kepentingan kekuasaan. Tambrauw adalah tanah adat, wilayah konservasi, dan ruang hidup masyarakat asli Papua yang diwariskan secara turun-temurun.

Rencana pembangunan perkebunan kelapa sawit dari Distrik Selemkai hingga Distrik Kasi merupakan bentuk penyangkalan terhadap eksistensi masyarakat adat, sekaligus ancaman serius terhadap kelestarian ekologis dan identitas sosial masyarakat Tambrauw.

Ketua DPC GMNI Tambrauw Bung Agustinus Yekwam menilai pembangunan sawit dan markas batalion tidak memiliki korelasi langsung dengan kesejahteraan rakyat. Sebaliknya, kebijakan tersebut justru berpotensi:

•           Merampas tanah ulayat masyarakat adat;

•           Menghancurkan hutan dan kawasan konservasi;

•           Memperlebar jurang ketimpangan sosial;

•           Memperkuat pendekatan keamanan di ruang sipil.

“Pembangunan yang menyingkirkan rakyat adat bukan pembangunan, itu kolonialisme gaya baru. Negara tidak boleh hadir sebagai perampas, tetapi sebagai pelindung rakyatnya,” tegas Bung Agustinus Yekwam.

Ketua GMNI Tambrauw Bung Agustinus Yekwam menilai rencana tersebut sebagai pengkhianatan terhadap semangat Otonomi Khusus (Otsus) Papua, yang secara tegas memprioritaskan pendidikan dan kesehatan sebagai pilar utama pembangunan.

Alih-alih memperluas perkebunan dan basis militer, GMNI menuntut pemerintah untuk fokus pada:

•           Pembangunan jalan penghubung antar distrik;

•           Pelayanan pendidikan dan kesehatan yang layak dan merata;

•           Penguatan ekonomi rakyat berbasis kearifan lokal;

•           Perlindungan hak-hak masyarakat adat dan wilayah konservasi.

DPC GMNI Kabupaten Tambrauw secara resmi menuntut:

1.         Penghentian total (STOP) seluruh rencana pembangunan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Tambrauw;

2.         Pembatalan pembangunan markas batalion yang tidak memiliki urgensi sosial bagi masyarakat adat;

3.         Pengakuan dan perlindungan penuh atas tanah adat dan wilayah konservasi Tambrauw;

4.         Evaluasi menyeluruh arah kebijakan pembangunan daerah agar benar-benar berpihak pada rakyat.

 “Kabupaten Tambrauw adalah kabupaten konservasi, bukan ladang investasi sawit. Jika negara terus memaksakan pembangunan yang merusak, maka GMNI akan berdiri di garis depan perlawanan intelektual bersama rakyat,” tutup Bung Agustinus Yekwam.

DPC GMNI Kabupaten Tambrauw menegaskan komitmennya untuk terus mengawal, mengkritik, dan melawan setiap kebijakan yang mencederai keadilan sosial, kemanusiaan, dan cita-cita kemerdekaan Indonesia sebagaimana diajarkan Bung Karno.

HIDUP MAHASISWA!

HIDUP RAKYAT INDONESIA!

MERDEKA!”

Share10SendShare
Redaksi Papua

Redaksi Papua

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Agustus 1, 2023
Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Agustus 26, 2022

PT. TAS. Gelar Pertemuan Lanjutan dengan Masyarakat Adat Mimika Barat Jauh, Bahas Operasional Perkebunan Kelapa Sawit

Desember 15, 2025
DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

1
Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

1
Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

1
Disorot Dunia, Konflik Cek Bocek Kini Jadi Atensi Aliansi Tambang Global (MSAA)

Disorot Dunia, Konflik Cek Bocek Kini Jadi Atensi Aliansi Tambang Global (MSAA)

Januari 22, 2026

STOP! Bung Agustinus Yekwam Teriak ke Negara: Jangan Tukar Tanah Adat Tambrauw dengan Sawit dan Senjata

Januari 22, 2026

GMNI Gugat Tata Kelola SAMSAT Mimika, Kendaraan Plat Luar Dinilai Cederai Keadilan Fiskal

Januari 22, 2026
Siasat

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Navigate Site

  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In