• Latest
  • Trending
  • All

STOP! Bung Agustinus Yekwam Teriak ke Negara: Jangan Tukar Tanah Adat Tambrauw dengan Sawit dan Senjata

Januari 22, 2026

Kuasa Hukum Dr. Togar Situmorang Sebut Vonis Tendensius, Ungkap DM ‘Siap Dipenjara’ Sebelum Palu Diketuk

April 30, 2026

“Perpustakaan Merah Putih Nawaripi Dapat Perhatian, Dinas Perpustakaan Mimika Lakukan Peninjauan”

April 30, 2026

“Akar Kegagalan Jakarta di Papua: Mengapa Aktivis Cipayung, BEM, dan KNPI Mulai Suarakan Papua Merdeka?”

April 29, 2026

YLBH Papua Tengah Desak Presiden Prabowo Minta Maaf Kepada Pihak Keuskupan Timika

April 29, 2026

DAD dan Korem 173/PVB Perkuat Ketahanan Pangan di Papua Tengah, Dorong Pangan Lokal dalam Program MBG

April 29, 2026

Salah satu Bakal Calon Ketua KNPI MIMIKA buka suara terkait Aksi agresif yang menghantui pemuka agama di mimika

April 29, 2026

TK/PAUD Merah Putih Nawaripi Terima Bantuan Printer dan ATK dari Pemerintah Kampung

April 29, 2026

PERNYATAAN SIKAP ATAS TINDAKAN OKNUM APARAT YANG MEMASUKI PASTORAN KATEDRAL TIGA RAJA MIMIKA TANPA IZIN DAN ETIKA

April 28, 2026

DPP GMNI MENDESAK KEMENTERIAN KEHUTANAN MENINJAU KEMBALI STATUS TAMAN NASIONAL MUTIS TIMAU

April 28, 2026

Darurat Sampah Bali, Made Hiroki Luncurkan Mesin “Solusi Aksara”: Olah 100 Ton Sehari Tanpa Asap Jadi Paving Block

April 28, 2026

Respons Aliansi Peduli Pengusaha Orang Asli Papua terhadap Sosialisasi Penguatan Peran PA, KPA, dan PPK di Mimika

April 28, 2026

“Otsus Papua Dinilai Mati, Arah Kebijakan Kini Ditentukan Investasi”

April 28, 2026
  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan
Kamis, April 30, 2026
  • Login
Siasat
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya
No Result
View All Result
Siasat
No Result
View All Result
Home Uncategorized

STOP! Bung Agustinus Yekwam Teriak ke Negara: Jangan Tukar Tanah Adat Tambrauw dengan Sawit dan Senjata

in Uncategorized
0
37
SHARES
415
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Tambrauw, Papua Barat, 23 Januari 2026 – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kabupaten Tambrauw dengan ini menyatakan sikap politik organisasi secara tegas dan terbuka:

MENOLAK PEMBANGUNAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DAN MARKAS BATALION DI WILAYAH KABUPATEN TAMBRAUW.

RelatedPosts

Kuasa Hukum Dr. Togar Situmorang Sebut Vonis Tendensius, Ungkap DM ‘Siap Dipenjara’ Sebelum Palu Diketuk

“Perpustakaan Merah Putih Nawaripi Dapat Perhatian, Dinas Perpustakaan Mimika Lakukan Peninjauan”

“Akar Kegagalan Jakarta di Papua: Mengapa Aktivis Cipayung, BEM, dan KNPI Mulai Suarakan Papua Merdeka?”

Sikap ini disampaikan langsung oleh Ketua DPC GMNI Kabupaten Tambrauw, Bung Agustinus Yekwam, sebagai bentuk perlawanan intelektual terhadap model pembangunan yang eksploitatif, militeristik, dan anti-rakyat adat.

Bung Agustinus Yekwam menegaskan bahwa Kabupaten Tambrauw bukan kabupaten perkebunan, bukan pula lahan kosong yang dapat dibagi-bagi kepada korporasi dan kepentingan kekuasaan. Tambrauw adalah tanah adat, wilayah konservasi, dan ruang hidup masyarakat asli Papua yang diwariskan secara turun-temurun.

Rencana pembangunan perkebunan kelapa sawit dari Distrik Selemkai hingga Distrik Kasi merupakan bentuk penyangkalan terhadap eksistensi masyarakat adat, sekaligus ancaman serius terhadap kelestarian ekologis dan identitas sosial masyarakat Tambrauw.

Ketua DPC GMNI Tambrauw Bung Agustinus Yekwam menilai pembangunan sawit dan markas batalion tidak memiliki korelasi langsung dengan kesejahteraan rakyat. Sebaliknya, kebijakan tersebut justru berpotensi:

•           Merampas tanah ulayat masyarakat adat;

•           Menghancurkan hutan dan kawasan konservasi;

•           Memperlebar jurang ketimpangan sosial;

•           Memperkuat pendekatan keamanan di ruang sipil.

“Pembangunan yang menyingkirkan rakyat adat bukan pembangunan, itu kolonialisme gaya baru. Negara tidak boleh hadir sebagai perampas, tetapi sebagai pelindung rakyatnya,” tegas Bung Agustinus Yekwam.

Ketua GMNI Tambrauw Bung Agustinus Yekwam menilai rencana tersebut sebagai pengkhianatan terhadap semangat Otonomi Khusus (Otsus) Papua, yang secara tegas memprioritaskan pendidikan dan kesehatan sebagai pilar utama pembangunan.

Alih-alih memperluas perkebunan dan basis militer, GMNI menuntut pemerintah untuk fokus pada:

•           Pembangunan jalan penghubung antar distrik;

•           Pelayanan pendidikan dan kesehatan yang layak dan merata;

•           Penguatan ekonomi rakyat berbasis kearifan lokal;

•           Perlindungan hak-hak masyarakat adat dan wilayah konservasi.

DPC GMNI Kabupaten Tambrauw secara resmi menuntut:

1.         Penghentian total (STOP) seluruh rencana pembangunan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Tambrauw;

2.         Pembatalan pembangunan markas batalion yang tidak memiliki urgensi sosial bagi masyarakat adat;

3.         Pengakuan dan perlindungan penuh atas tanah adat dan wilayah konservasi Tambrauw;

4.         Evaluasi menyeluruh arah kebijakan pembangunan daerah agar benar-benar berpihak pada rakyat.

 “Kabupaten Tambrauw adalah kabupaten konservasi, bukan ladang investasi sawit. Jika negara terus memaksakan pembangunan yang merusak, maka GMNI akan berdiri di garis depan perlawanan intelektual bersama rakyat,” tutup Bung Agustinus Yekwam.

DPC GMNI Kabupaten Tambrauw menegaskan komitmennya untuk terus mengawal, mengkritik, dan melawan setiap kebijakan yang mencederai keadilan sosial, kemanusiaan, dan cita-cita kemerdekaan Indonesia sebagaimana diajarkan Bung Karno.

HIDUP MAHASISWA!

HIDUP RAKYAT INDONESIA!

MERDEKA!”

Share15SendShare
Redaksi Papua

Redaksi Papua

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Agustus 1, 2023
Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Agustus 26, 2022

PERNYATAAN SIKAP ATAS TINDAKAN OKNUM APARAT YANG MEMASUKI PASTORAN KATEDRAL TIGA RAJA MIMIKA TANPA IZIN DAN ETIKA

April 28, 2026
DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

1
Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

1
Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

1

Kuasa Hukum Dr. Togar Situmorang Sebut Vonis Tendensius, Ungkap DM ‘Siap Dipenjara’ Sebelum Palu Diketuk

April 30, 2026

“Perpustakaan Merah Putih Nawaripi Dapat Perhatian, Dinas Perpustakaan Mimika Lakukan Peninjauan”

April 30, 2026

“Akar Kegagalan Jakarta di Papua: Mengapa Aktivis Cipayung, BEM, dan KNPI Mulai Suarakan Papua Merdeka?”

April 29, 2026
Siasat

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Navigate Site

  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In