• Latest
  • Trending
  • All

STOP! Bung Agustinus Yekwam Teriak ke Negara: Jangan Tukar Tanah Adat Tambrauw dengan Sawit dan Senjata

Januari 22, 2026

DEWAN ADAT DAERAH MIMIKA PAPUA TENGAH PERSIAPKAN KONFERENSI WILAYAH MEEPAGO TAHUN 2026

April 15, 2026

Menuju Lomba Dayung, Pembersihan Kolam Nawaripi Masuki Tahap Akhir

April 15, 2026

“Kami Bukan Objek!” Aliansi OAP Semprot Keras Sosialisasi Perda UMKM Mimika

April 15, 2026

Motor Listrik dan Kaus Kaki disorot GMNI, Belanja Negara Dipertanyakan

April 14, 2026

“Pemerintah Kampung Nawaripi Wujudkan Peningkatan Pendidikan Anak Usia Dini, TK/PAUD Resmi Gunakan Gedung Baru”

April 14, 2026

Berkunjung ke Kadis PU Kepala Kampung Nawaripi Sampaikan BUMDes Nawaripi Terdaftar Kemenkumham, Bisa Ikut Tender Proyek

April 13, 2026

Kreativitas Persit Mimika Jadikan Batu Pyrite Papua, Aksesori Bernilai Tinggi

April 13, 2026

“Antara Data dan Derita: Jutaan Anak Belajar di Sekolah Rusak, Negara Diminta Bertindak”

April 12, 2026
‎Dies Natalis ke-72 GMNI, Teguhkan Semangat Gotong Royong dan Perjuangan Ideologis Bangsa

‎Dies Natalis ke-72 GMNI, Teguhkan Semangat Gotong Royong dan Perjuangan Ideologis Bangsa

April 11, 2026
DPP GMNI Gelar Bakti Sosial Ekologis di Cilegon, Tegaskan Komitmen Lingkungan dan Ekonomi Kerakyatan

DPP GMNI Gelar Bakti Sosial Ekologis di Cilegon, Tegaskan Komitmen Lingkungan dan Ekonomi Kerakyatan

April 11, 2026

Menolak Tunduk pada Instruksi Sesat Gub, Menjaga Harga diri Pansel dari Nafsu Politik.

April 10, 2026
UMKABA Gelar Job Fair, Perkuat Skema Kuliah Sambil Kerja bagi Lulusan SMA/SMK

UMKABA Gelar Job Fair, Perkuat Skema Kuliah Sambil Kerja bagi Lulusan SMA/SMK

April 10, 2026
  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan
Rabu, April 15, 2026
  • Login
Siasat
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya
No Result
View All Result
Siasat
No Result
View All Result
Home Uncategorized

STOP! Bung Agustinus Yekwam Teriak ke Negara: Jangan Tukar Tanah Adat Tambrauw dengan Sawit dan Senjata

in Uncategorized
0
37
SHARES
413
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Tambrauw, Papua Barat, 23 Januari 2026 – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kabupaten Tambrauw dengan ini menyatakan sikap politik organisasi secara tegas dan terbuka:

MENOLAK PEMBANGUNAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DAN MARKAS BATALION DI WILAYAH KABUPATEN TAMBRAUW.

RelatedPosts

DEWAN ADAT DAERAH MIMIKA PAPUA TENGAH PERSIAPKAN KONFERENSI WILAYAH MEEPAGO TAHUN 2026

Menuju Lomba Dayung, Pembersihan Kolam Nawaripi Masuki Tahap Akhir

“Kami Bukan Objek!” Aliansi OAP Semprot Keras Sosialisasi Perda UMKM Mimika

Sikap ini disampaikan langsung oleh Ketua DPC GMNI Kabupaten Tambrauw, Bung Agustinus Yekwam, sebagai bentuk perlawanan intelektual terhadap model pembangunan yang eksploitatif, militeristik, dan anti-rakyat adat.

Bung Agustinus Yekwam menegaskan bahwa Kabupaten Tambrauw bukan kabupaten perkebunan, bukan pula lahan kosong yang dapat dibagi-bagi kepada korporasi dan kepentingan kekuasaan. Tambrauw adalah tanah adat, wilayah konservasi, dan ruang hidup masyarakat asli Papua yang diwariskan secara turun-temurun.

Rencana pembangunan perkebunan kelapa sawit dari Distrik Selemkai hingga Distrik Kasi merupakan bentuk penyangkalan terhadap eksistensi masyarakat adat, sekaligus ancaman serius terhadap kelestarian ekologis dan identitas sosial masyarakat Tambrauw.

Ketua DPC GMNI Tambrauw Bung Agustinus Yekwam menilai pembangunan sawit dan markas batalion tidak memiliki korelasi langsung dengan kesejahteraan rakyat. Sebaliknya, kebijakan tersebut justru berpotensi:

•           Merampas tanah ulayat masyarakat adat;

•           Menghancurkan hutan dan kawasan konservasi;

•           Memperlebar jurang ketimpangan sosial;

•           Memperkuat pendekatan keamanan di ruang sipil.

“Pembangunan yang menyingkirkan rakyat adat bukan pembangunan, itu kolonialisme gaya baru. Negara tidak boleh hadir sebagai perampas, tetapi sebagai pelindung rakyatnya,” tegas Bung Agustinus Yekwam.

Ketua GMNI Tambrauw Bung Agustinus Yekwam menilai rencana tersebut sebagai pengkhianatan terhadap semangat Otonomi Khusus (Otsus) Papua, yang secara tegas memprioritaskan pendidikan dan kesehatan sebagai pilar utama pembangunan.

Alih-alih memperluas perkebunan dan basis militer, GMNI menuntut pemerintah untuk fokus pada:

•           Pembangunan jalan penghubung antar distrik;

•           Pelayanan pendidikan dan kesehatan yang layak dan merata;

•           Penguatan ekonomi rakyat berbasis kearifan lokal;

•           Perlindungan hak-hak masyarakat adat dan wilayah konservasi.

DPC GMNI Kabupaten Tambrauw secara resmi menuntut:

1.         Penghentian total (STOP) seluruh rencana pembangunan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Tambrauw;

2.         Pembatalan pembangunan markas batalion yang tidak memiliki urgensi sosial bagi masyarakat adat;

3.         Pengakuan dan perlindungan penuh atas tanah adat dan wilayah konservasi Tambrauw;

4.         Evaluasi menyeluruh arah kebijakan pembangunan daerah agar benar-benar berpihak pada rakyat.

 “Kabupaten Tambrauw adalah kabupaten konservasi, bukan ladang investasi sawit. Jika negara terus memaksakan pembangunan yang merusak, maka GMNI akan berdiri di garis depan perlawanan intelektual bersama rakyat,” tutup Bung Agustinus Yekwam.

DPC GMNI Kabupaten Tambrauw menegaskan komitmennya untuk terus mengawal, mengkritik, dan melawan setiap kebijakan yang mencederai keadilan sosial, kemanusiaan, dan cita-cita kemerdekaan Indonesia sebagaimana diajarkan Bung Karno.

HIDUP MAHASISWA!

HIDUP RAKYAT INDONESIA!

MERDEKA!”

Share15SendShare
Redaksi Papua

Redaksi Papua

Siasat

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Navigate Site

  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In