
Kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Wamena pada tanggal 13–14 Januari 2026 memang mencatatkan sejarah baru bagi masyarakat di jantung Papua Pegunungan.
Kunjungan ini dianggap monumental karena untuk pertama kalinya dalam sejarah pemerintahan Indonesia, seorang Wakil Presiden tidak hanya datang untuk seremoni singkat, melainkan menginap satu malam di Wamena, sebuah kota di dataran tinggi yang memiliki tantangan logistik dan keamanan yang cukup kompleks.
Kunjungan ini bukan sekadar perjalanan dinas biasa, melainkan simbol kehadiran negara yang lebih dekat dengan masyarakat pegunungan.
Biasanya, pejabat setingkat Presiden atau Wapres memilih untuk menginap di Jayapura atau Merauke karena fasilitas dan keamanan yang lebih mapan. Keputusan Wapres Gibran untuk bermalam di Wamena (Ibu Kota Provinsi Papua Pegunungan) memberikan sinyal kepercayaan pada stabilitas keamanan daerah dan percepatan pembangunan.
Selama di Wamena, Wapres mengunjungi kafe-kafe lokal untuk berdiskusi dengan pegiat kopi, hingga bermain sepak bola bersama anak-anak Sekolah Sepak Bola (SSB).
Wapres juga meninjau langsung penyelenggaraan Sekolah SMA N 1 wamena untuk memastikan kualitas pendidikan di wilayah pedalaman (wamena).
Harapan Pemuda Jayawijaya,
Kehadiran Wapres di tengah-tengah pemuda dan Masyarakat di Wamena melahirkan optimisme sekaligus tuntutan nyata akan perubahan.
Beberapa harapan utama yang muncul oleh Pemuda Jayawijaya yaitu:
1.Pemuda Wamena berharap pemerintah memberikan dukungan nyata pada industri kopi lokal. Mereka ingin kopi Wamena tidak hanya menjadi komoditas mentah, tetapi memiliki ekosistem hilirisasi (pengolahan hingga pemasaran) yang dikelola oleh anak muda Papua agar bisa naik kelas ke pasar internasional.
- Peningkatan Literasi Digital & Koneksi
Harapan besar tertuju pada akses internet yang lebih stabil dan merata. Pemuda ingin terlibat dalam ekonomi digital, namun kendala infrastruktur telekomunikasi di wilayah pegunungan (wamena) masih menjadi hambatan utama. - Pemuda mengharapkan keamanan di Papua Pegunungan tidak lagi menggunakan pendekatan militeristik yang kaku, melainkan melalui dialog damai. Kami berharap kehadiran Wapres menjadi pintu pembuka bagi penyelesaian isu HAM dan konflik sosial secara tuntas.
- Selain program Makan Bergizi Gratis yang menjadi perhatian, pemuda berharap adanya beasiswa yang lebih tepat sasaran dan pembangunan pusat pelatihan kerja (BLK) yang relevan dengan potensi daerah, seperti pertanian modern dan pariwisata.
Kehadiran Wapres memberikan semangat bagi kami untuk bekerja lebih keras. Harapan kami, ini bukan sekadar kunjungan simbolis, tapi awal dari pembangunan yang benar-benar menyentuh akar rumput di pegunungan (wamena).
Kunjungan ini diharapkan menjadi titik balik bagi percepatan pembangunan di Provinsi Papua Pegunungan, memastikan bahwa kemajuan Indonesia benar-benar dirasakan hingga ke puncak gunung tertinggi di tanah Papua.








