
Timika, 28 Desember 2025 – Sementara sebagian besar daerah menyambut Natal dengan gemerlap lampu dan suasana damai, Kabupaten Mimika justru dibayangi konflik dan kesuraman. Di Distrik Kwamki Narama, ketegangan horizontal yang berlarut-larut masih mengancam rasa aman warga, disertai keluhan atas minimnya intervensi nyata dari Pemerintah Daerah.
Ironisnya, di tengah situasi konflik yang mencemaskan ini, Kota Timika sendiri terlihat biasa-biasa saja, tanpa hiasan lampu Natal yang semestinya menjadi simbol sukacita dan harapan. Kesunyian dan kegelapan ini seakan menjadi metafora atas belum terselesaikannya persoalan di Kwamki Narama.
Menanggapi situasi ini, Bung Simon, salah satu kader GMNI Cabang Mimika, menyuarakan kritiknya. “Kami mendesak Pemerintah Daerah untuk serius menyelesaikan masalah di Distrik Kwamki Narama. Bagaimanapun, Kwamki tetaplah bagian tak terpisahkan dari Kabupaten Mimika,” tegasnya.
Ia menyayangkan respons pemerintah yang dinilai lamban dan kurang bergerak di tengah dinamika konflik sehari-hari. “Sangat miris. Bapa, mama, kakak, dan adik-adik kami di Kwamki Narama hidup dalam kecemasan dan kekhawatiran akibat perang suku yang tak kunjung diselesaikan. Saya yakin masalah ini bisa diatasi jika pemerintah turun tangan secara langsung dan serius,” tambah Bung Simon.
Sebagai representasi pemuda, Bung Simon berkomitmen untuk mengawal dinamika yang terjadi. “Saya secara pribadi, dan mewakili suara pemuda, dengan hormat meminta Pemerintah Daerah beserta jajarannya untuk terlibat aktif. Penyelesaian konflik ini adalah syarat mutlak agar Mimika bisa menjadi rumah yang nyaman dan aman bagi semua warganya di masa depan,” pungkasnya.









