• Latest
  • Trending
  • All

Krisis Energi dan Dampaknya pada Operasional Reefer Container

September 23, 2025

Junk Fee: Ilusi Angka dan Remah Konsumsi Digital

Januari 18, 2026

Ibadah Syukur ke-89 Tahun Pekabaran Injil, Keluarga Besar A3 Mimika Teguhkan Iman dan Persaudaraan Lewat Ibadah Bersama

Januari 18, 2026

“YESUS – Sang Pencipta Impian” Karya Yulianus Mote Hadirkan Perspektif Rohani tentang Makna Impian

Januari 18, 2026

DPC GMNI Kabupaten Mimika dan Pemerintah Distrik Mimika Barat Jauh Perkuat Sinergi Pembangunan

Januari 18, 2026

MUSRENBANG KAMPUNG NAWARIPI TAHUN 2025 DESA MANDIRI NAWARIPI MENUJU DESA SWASEMBADA NAWARIPI

Januari 15, 2026
Tim Advokasi untuk Demokrasi Melawan Pembungkaman, Merawat Demokrasi: Aktivis dan Konten Kreator Laporkan Teror ke Polisi

Tim Advokasi untuk Demokrasi Melawan Pembungkaman, Merawat Demokrasi: Aktivis dan Konten Kreator Laporkan Teror ke Polisi

Januari 15, 2026

Ketua KNPI Jayawijaya Hengky Hilapok Temui Wapres Gibran, Dorong Pusat Konsolidasi Pemuda di Wamena

Januari 15, 2026

Dari Wamena, Pemuda Papua Pegunungan dan Wapres Gibran Satukan Harapan Pembangunan

Januari 14, 2026

Sinergi Pemerintah Pusat dan Desa, Bantuan Sembako Disalurkan ke Nawaripi Jaya

Januari 15, 2026

Gerbang Tertutup, Cita-Cita Tertahan: Aksi Pemalangan dan Darurat Pendidikan di Mimika

Januari 15, 2026

Musdus Nawaripi, Pemerintah Kampung Ingatkan Program Harus Berpihak ke Warga

Januari 15, 2026
Kedaulatan Rakyat Tak Bisa Diwakilkan: Menjaga Amanat Rakyat sebagai Fondasi Demokrasi yang Berdaulat

Kedaulatan Rakyat Tak Bisa Diwakilkan: Menjaga Amanat Rakyat sebagai Fondasi Demokrasi yang Berdaulat

Januari 11, 2026
  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan
Minggu, Januari 18, 2026
  • Login
Siasat
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya
No Result
View All Result
Siasat
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Krisis Energi dan Dampaknya pada Operasional Reefer Container

in Ekonomi Bisnis, Pariwara
0

images.unsplash.com

25
SHARES
282
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Krisis energi bukan hanya isu global. Dampaknya juga nyata terasa di Indonesia, terutama bagi sektor logistik.

Salah satu yang paling rentan terkena imbas adalah penggunaan reefer container, yaitu kontainer berpendingin yang berfungsi menjaga kesegaran produk selama pengiriman.

RelatedPosts

Junk Fee: Ilusi Angka dan Remah Konsumsi Digital

BPP Guluk-Guluk Adakan Panen Padi IP 300 Varietas Padi Hibrida

Kenapa Telur Kecoa Sulit Dibasmi dan Cepat Menetas?

Bagi Anda yang bergerak di bidang ekspor-impor, pangan, farmasi, atau bisnis lain yang membutuhkan rantai dingin (cold chain), krisis energi bisa menjadi ancaman serius.

Sebab, tanpa pasokan energi yang stabil dan terjangkau, operasional reefer container bisa terganggu, dan pada akhirnya berimbas langsung pada kelancaran bisnis Anda.

Mengapa Reefer Container Begitu Bergantung pada Energi?

Berbeda dengan kontainer biasa, reefer container membutuhkan suplai listrik atau bahan bakar untuk menjaga suhu di dalamnya tetap stabil.

Misalnya, produk daging, buah, ikan, hingga vaksin, harus disimpan dalam suhu tertentu agar tidak rusak. Setiap jam terjadi pemadaman listrik atau keterlambatan pengisian bahan bakar, risiko kerugian meningkat.

Kondisi ini membuat reefer container lebih rentan terhadap gejolak harga energi, terutama ketika harga minyak dunia naik atau terjadi kelangkaan pasokan listrik di pelabuhan.

Apa Krisis Energi yang Terjadi di Indonesia?

Di Indonesia, lonjakan harga bahan bakar dan meningkatnya kebutuhan listrik menjadi tantangan tersendiri.

Sejumlah pelabuhan besar seperti Tanjung Priok atau Tanjung Perak memang sudah dilengkapi dengan fasilitas listrik untuk reefer container. Namun, ketersediaannya terbatas dan biayanya bisa melonjak drastis saat permintaan tinggi.

Sementara itu, jika reefer container harus menggunakan genset atau bahan bakar minyak, biaya operasional bisa naik berkali-kali lipat.

Hal ini tentu memberatkan para pemilik bisnis yang harus menjaga barang dalam jumlah besar tetap aman selama proses pengiriman.

Apa Dampak Langsung untuk Pelaku Bisnis?

Krisis energi membuat biaya operasional pelaku usaha melonjak tajam. Kenaikan tarif listrik dan bahan bakar mendorong biaya logistik semakin besar, sehingga margin keuntungan menjadi semakin tipis. Kondisi ini menekan kemampuan bisnis untuk menjaga efisiensi dan keberlanjutan.

Keterbatasan suplai listrik di pelabuhan berpotensi menyebabkan keterlambatan distribusi. Kontainer yang tertahan lebih lama akan mengacaukan jadwal pengiriman, sehingga arus barang menjadi tidak menentu. Bagi bisnis yang sangat bergantung pada ketepatan waktu, situasi ini bisa menimbulkan gangguan besar pada rantai pasok.

Risiko kerugian akibat barang rusak juga akan meningkat. Produk yang membutuhkan suhu dingin sangat sensitif terhadap keterlambatan, bahkan hanya dalam hitungan satu hari kualitasnya bisa menurun drastis dan tidak layak jual.

Akibatnya, daya saing produk di pasar pun ikut melemah karena biaya logistik yang tinggi membuat harga menjadi kurang kompetitif dibandingkan negara lain dengan infrastruktur energi yang lebih stabil.

Apa Sektor yang Paling Terdampak?

Tidak semua sektor terdampak sama besar. Namun, beberapa industri di Indonesia sangat rentan terhadap krisis energi dalam operasional reefer container, antara lain:

  • Industri perikanan: Indonesia dikenal sebagai salah satu eksportir tuna terbesar di dunia. Tanpa rantai dingin yang stabil, kualitas ikan bisa menurun dan merusak reputasi di pasar internasional.
  • Pertanian dan buah tropis: Produk ekspor seperti mangga, pisang, dan nanas sangat bergantung pada kontainer berpendingin agar tetap segar sampai ke tujuan.
  • Farmasi dan kesehatan: Distribusi obat dan vaksin tidak boleh terganggu karena suhu yang tidak terjaga bisa berbahaya bagi konsumen.

Apa yang Bisa Anda Lakukan?

Meskipun krisis energi sulit dikendalikan, pelaku bisnis tetap bisa mengambil langkah strategis untuk meminimalkan dampaknya.

Salah satunya adalah memanfaatkan teknologi pemantauan suhu. Dengan sensor digital, kondisi kontainer dapat dipantau secara real-time sehingga setiap perubahan yang berpotensi merusak barang bisa segera ditangani sebelum menimbulkan kerugian lebih besar.

Pemilihan rute dan jadwal pengiriman juga perlu diperhitungkan dengan cermat. Mengatur waktu keberangkatan yang tepat serta memilih pelabuhan dengan fasilitas energi yang lebih memadai dapat membantu mengurangi risiko keterlambatan maupun kerusakan produk.

Pendekatan ini memastikan rantai distribusi tetap berjalan lebih stabil meskipun pasokan energi tidak selalu terjamin.

Bekerja sama dengan partner logistik yang transparan seperti forwarder.ai memberi nilai tambah signifikan. Transparansi informasi mengenai biaya dan ketersediaan reefer container memudahkan perencanaan yang lebih akurat.

Ditambah lagi, negosiasi kontrak jangka panjang bisa menjadi langkah cerdas untuk mengunci tarif energi atau biaya logistik, sehingga fluktuasi harga yang tidak terduga tidak terlalu membebani operasional bisnis.

Krisis atau Momentum?

Meski terdengar menekan, krisis energi juga bisa menjadi momentum bagi bisnis di Indonesia untuk beradaptasi.

Perusahaan yang mampu mengelola rantai dingin dengan efisien akan lebih tangguh menghadapi guncangan global.

Selain itu, krisis ini bisa mendorong adopsi energi terbarukan di sektor logistik. Misalnya, penggunaan panel surya untuk mendukung kebutuhan listrik reefer container atau pemanfaatan teknologi pendingin yang lebih hemat energi.

Krisis energi memberikan dampak besar pada operasional reefer container di Indonesia. Kenaikan biaya, risiko keterlambatan, dan potensi kerusakan barang adalah tantangan nyata yang harus dihadapi pelaku bisnis. Namun, dengan strategi yang tepat dan dukungan teknologi, risiko ini bisa ditekan.

Sebagai pemilik bisnis, Anda tidak bisa hanya menunggu keadaan membaik. Mulailah mengelola rantai pasok dengan lebih efisien dan bekerja sama dengan partner logistik yang terpercaya.

Pakai platform digital seperti forwarder.ai untuk mendapatkan transparansi biaya, akses fasilitas yang lebih baik, dan perencanaan pengiriman yang lebih terukur. Dengan begitu, bisnis Anda bisa tetap berjalan stabil meski di tengah krisis energi.

Tags: forwarder.ai
Share10SendShare
Siasat ID

Siasat ID

surel: siasatindonesia [at] gmail.com

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Agustus 1, 2023
Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Agustus 26, 2022

PT. TAS. Gelar Pertemuan Lanjutan dengan Masyarakat Adat Mimika Barat Jauh, Bahas Operasional Perkebunan Kelapa Sawit

Desember 15, 2025
DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

1
Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

1
Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

1

Junk Fee: Ilusi Angka dan Remah Konsumsi Digital

Januari 18, 2026

Ibadah Syukur ke-89 Tahun Pekabaran Injil, Keluarga Besar A3 Mimika Teguhkan Iman dan Persaudaraan Lewat Ibadah Bersama

Januari 18, 2026

“YESUS – Sang Pencipta Impian” Karya Yulianus Mote Hadirkan Perspektif Rohani tentang Makna Impian

Januari 18, 2026
Siasat

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Navigate Site

  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In