• Latest
  • Trending
  • All

Papua Memanas, Rp992 Triliun Mengalir ke Luar Negeri: GMNI Mimika Pertanyakan Tanggung Jawab Negara

Februari 13, 2026

Aliansi Peduli Pegusaha OAP: Pangan Lokal (KELADI, SINGKONG, SAGU) Harus Jadi Menu MBG

Maret 16, 2026

Pengangkatan DPRK Jalur Otsus Jayawijaya Diminta Sesuai Hasil Pansel, Forum Pribumi KNPI Siap Turun Aksi

Maret 15, 2026

“Ketua PA Alumni GMNI Mimika Justin Homer: Jika Tak Lindungi Hak OAP, MRP Lebih Baik Dievaluasi!”

Maret 15, 2026

MEMBEDAH PARADOKS KWAMKI NARAMA Antara Inersia Birokrasi dan Mandat Konstitusional Otsus

Maret 14, 2026

KNPI dan IPKN Gelar Buka Puasa Bersama serta Dialog Interaktif di Kwamki Narama

Maret 14, 2026
Ketua Bidang Kemaritiman DPP GMNI Buka Konfercab GMNI Lombok Timur

Ketua Bidang Kemaritiman DPP GMNI Buka Konfercab GMNI Lombok Timur

Maret 13, 2026
GMNI Lombok Timur Gelar Konferensi Cabang, Hamran: Harap Lahir Pemimpin yang Naik Kelas

GMNI Lombok Timur Gelar Konferensi Cabang, Hamran: Harap Lahir Pemimpin yang Naik Kelas

Maret 13, 2026
Dukung Ketahanan Pangan, Bulog Serap Ribuan Kilogram Gabah Petani Pragaan

Dukung Ketahanan Pangan, Bulog Serap Ribuan Kilogram Gabah Petani Pragaan

Maret 13, 2026
Pimpinan DPR Sahkan RUU PPRT Menjadi RUU Inisiatif DPR

Pimpinan DPR Sahkan RUU PPRT Menjadi RUU Inisiatif DPR

Maret 12, 2026

Dominasi Non-OAP di Jabatan Strategis Picu Kritik: Otonomi Khusus Papua Dianggap Melenceng

Maret 12, 2026

Suara dari KNPI: Kembalikan Fungsi Keamanan Organik, Hentikan Mobilisasi non Organik.

Maret 12, 2026

Papua Tengah Bergejolak, Aktivis GMNI Desak Evaluasi MRP dan Audit Dana Negara

Maret 12, 2026
  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan
Senin, Maret 16, 2026
  • Login
Siasat
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya
No Result
View All Result
Siasat
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Papua Memanas, Rp992 Triliun Mengalir ke Luar Negeri: GMNI Mimika Pertanyakan Tanggung Jawab Negara

in Uncategorized
0
30
SHARES
334
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

TIMIKA, 13 Februari 2026 – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Mimika mengeluarkan pernyataan sikap keras terkait dua isu krusial yang sedang menghantam Papua Tengah: konflik berdarah tapal batas Mimika-Deiyai dan temuan perputaran uang haram tambang emas ilegal senilai Rp992 triliun yang di duga berasal dari Sumatra dan Papua.

Markus Maita Selaku Ketua Bidang Otonomi Khusus Papua GMNI Mimika menegaskan bahwa situasi hari ini adalah “alarm keras” bagi kedaulatan negara. Ia mempertanyakan tanggung jawab pemerintah pusat dan daerah atas hilangnya kekayaan alam secara sistemik serta pembiaran konflik horizontal di tingkat akar rumput.

RelatedPosts

Aliansi Peduli Pegusaha OAP: Pangan Lokal (KELADI, SINGKONG, SAGU) Harus Jadi Menu MBG

Pengangkatan DPRK Jalur Otsus Jayawijaya Diminta Sesuai Hasil Pansel, Forum Pribumi KNPI Siap Turun Aksi

“Ketua PA Alumni GMNI Mimika Justin Homer: Jika Tak Lindungi Hak OAP, MRP Lebih Baik Dievaluasi!”

GMNI menyoroti tajam ketegangan antara masyarakat Suku Mee di Kabupaten Deiyai dan Suku Kamoro di Kabupaten Mimika. Konflik perebutan batas wilayah administrasi ini telah meluas hingga menyebabkan jatuhnya korban luka dan pembakaran rumah warga.

“Negara dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) wajib hadir.

Jangan biarkan rakyat berbenturan sendiri di bawah. Kami menuntut musyawarah terbuka yang difasilitasi negara di Provinsi Papua Tengah, bukan di Jakarta,” tegas perwakilan GMNI di Timika, Jumat (13/2/26).

GMNI mendesak agar Forkopimda kedua kabupaten segera dipertemukan dalam dialog transparan guna mencegah pertumpahan darah yang lebih luas.

“Papua adalah bagian dari Ibu Pertiwi, jangan dianaktirikan dengan membiarkan konflik ini berlarut-larut,” tambahnya.

Di sisi lain, publik digemparkan oleh data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang mengungkap aliran uang ke luar negeri sebesar Rp992 triliun dari aktivitas tambang emas ilegal periode 2023-2025.

Angka ini mencengangkan karena:

•          Melebihi Defisit APBN: Nilai Rp992 triliun jauh melampaui defisit APBN 2025 yang “hanya” sebesar Rp695,1 triliun.

•          Porsi Global: Temuan ini setara dengan 11% dari total nilai transaksi emas global tahun 2025.

•          Distribusi Wilayah: Aliran dana haram ini terlacak berasal dari Sumatera hingga Papua.

Kristo menilai mustahil angka sebesar ini tidak melibatkan sistem pendukung yang rapi atau “bekingan” oknum aparat. Jaringan Tambang (JATAM) bahkan telah menyimpulkan bahwa ini bukan sekadar tambang rakyat biasa, melainkan kejahatan terorganisir dan sistemik.

Menanggapi tekanan publik, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Wakil Menterinya menyatakan tengah melakukan konfirmasi mendalam dengan PPATK. Pemerintah berjanji akan menelusuri aliran dana yang kompleks tersebut guna memastikan hak negara yang hilang dapat ditarik kembali.

Namun, bagi GMNI, respon tersebut belum cukup.

“Jika negara gagal melindungi sumber daya alam dari perampokan terorganisir ini, maka narasi ‘Negara Gagal’ yang beredar di masyarakat akan menjadi kenyataan yang pahit,” tutup pernyataan tersebut.

Share12SendShare
Redaksi Papua

Redaksi Papua

Siasat

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Navigate Site

  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In