Lombok Barat, Siasat ID – Desa Sesaot, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam unggulan di Nusa Tenggara Barat. Keindahan hutan wisata, mata air alami, serta kearifan lokal masyarakat menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Namun, potensi besar tersebut perlu diimbangi dengan tata kelola pariwisata yang baik agar pengembangannya tidak hanya berorientasi pada keuntungan jangka pendek, melainkan juga keberlanjutan lingkungan, sosial, dan ekonomi masyarakat desa.
Besarnya potensi wisata Desa Sesaot tersebut menuntut adanya tata kelola yang terarah dan berkelanjutan. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu lembaga yang berperan sebagai pemikir dan pemberi arah strategis pengelolaan pariwisata desa. Lembaga Pengelola Pariwisata Desa (LPP Desa) hadir sebagai think tank yang berfungsi merumuskan gagasan, konsep, dan rekomendasi kebijakan agar pengembangan pariwisata Desa Sesaot tetap berpijak pada prinsip keberlanjutan, kearifan lokal, serta kepentingan jangka panjang masyarakat.
Dalam rangka mendorong terwujudnya pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram periode 2025-2026 turut berpartisipasi aktif dalam penguatan kelembagaan pengelola pariwisata Desa Sesaot. Salah satu kontribusi nyata yang dilakukan adalah pendampingan dalam penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta Standar Operasional Prosedur (SOP) bagi lembaga pengelola pariwisata desa (30/1/2026).
Penyusunan AD/ART menjadi langkah strategis untuk memberikan dasar hukum dan arah kelembagaan yang jelas bagi lembaga pengelola pariwisata. AD/ART berfungsi sebagai pedoman utama yang mengatur visi, misi, tujuan, struktur organisasi, mekanisme pengambilan keputusan, serta hak dan kewajiban setiap unsur yang terlibat. Dengan adanya AD/ART, pengelolaan pariwisata desa diharapkan berjalan secara transparan, partisipatif, dan akuntabel.
Selain AD/ART, mahasiswa KKN Universitas Mataram juga terlibat dalam penyusunan SOP sebagai pedoman teknis operasional pengelolaan wisata. SOP ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pelayanan wisatawan, pengelolaan kebersihan dan lingkungan, pengelolaan fasilitas wisata, hingga mekanisme koordinasi antara lembaga pengelola, BUMDes, dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Kehadiran SOP diharapkan mampu menciptakan standar pelayanan yang konsisten serta meminimalkan potensi konflik dan ketidakteraturan dalam praktik pengelolaan wisata.

Partisipasi mahasiswa KKN tidak hanya sebatas penyusunan dokumen, tetapi juga dilakukan melalui diskusi dan musyawarah bersama perangkat desa, pengelola wisata, tokoh masyarakat, bahkan dinas pariwisata lombok barat. Pendekatan ini bertujuan agar AD/ART dan SOP yang disusun benar-benar sesuai dengan kebutuhan, kondisi sosial, serta nilai-nilai lokal masyarakat Desa Sesaot. Dengan demikian, dokumen tersebut tidak bersifat normatif semata, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Mataram berupaya menjembatani konsep sustainable tourism dengan praktik pengelolaan pariwisata di tingkat desa. Pariwisata berkelanjutan tidak hanya menekankan pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga pada pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat lokal, serta keberlangsungan ekonomi desa dalam jangka panjang.
Sekretaris Kelompok 2 KKN Universitas Mataram Desa Sesaot selaku penanggung jawab program, Ridho Adhimam Putra manyampaikan bahwa pendampingan ini dilaksanakan sebagai sarana pendukung untuk menciptakan pondasi yang kuat, agar lembaga pengelola ini dapat berjalan sebagaimana mestinya. “Program ini dilaksanakan dengan tujuan memperkuat fondasi kelembagaan melalui penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta Standar Operasional Prosedur (SOP), sehingga lembaga pengelola wisata diharapkan mampu menjalankan fungsinya sebagai lembaga pemikir (think tank) yang merumuskan arah kebijakan, strategi pengelolaan, dan pengembangan pariwisata desa secara terencana, sistematis, dan berkelanjutan,” ucapnya (30/1/2026).
Melalui program ini Mahasiswa KKN Kelompok 2 Unram Desa Sesaot berharap, dengan adanya AD/ART dan SOP yang jelas, lembaga pengelola pariwisata Desa Sesaot mampu menjalankan fungsinya secara profesional dan berorientasi pada keberlanjutan. Sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi bukti bahwa pengembangan pariwisata desa dapat dilakukan secara kolaboratif demi mewujudkan Desa Sesaot sebagai destinasi wisata yang lestari, berdaya saing, dan berkeadilan.













