• Latest
  • Trending
  • All
Dampak Positif Bioenergi terhadap Pengurangan Emisi Karbon

Dampak Positif Bioenergi terhadap Pengurangan Emisi Karbon

Januari 20, 2026

Junk Fee: Ilusi Angka dan Remah Konsumsi Digital

Januari 18, 2026
Ibadah Syukur ke-89 Tahun Pekabaran Injil, Keluarga Besar A3 Mimika Teguhkan Iman dan Persaudaraan Lewat Ibadah Bersama

Ibadah Syukur ke-89 Tahun Pekabaran Injil, Keluarga Besar A3 Mimika Teguhkan Iman dan Persaudaraan Lewat Ibadah Bersama

Januari 20, 2026

“YESUS – Sang Pencipta Impian” Karya Yulianus Mote Hadirkan Perspektif Rohani tentang Makna Impian

Januari 18, 2026

DPC GMNI Kabupaten Mimika dan Pemerintah Distrik Mimika Barat Jauh Perkuat Sinergi Pembangunan

Januari 18, 2026
MUSRENBANG KAMPUNG NAWARIPI TAHUN 2025 DESA MANDIRI NAWARIPI MENUJU DESA SWASEMBADA NAWARIPI

MUSRENBANG KAMPUNG NAWARIPI TAHUN 2025 DESA MANDIRI NAWARIPI MENUJU DESA SWASEMBADA NAWARIPI

Januari 20, 2026
Tim Advokasi untuk Demokrasi Melawan Pembungkaman, Merawat Demokrasi: Aktivis dan Konten Kreator Laporkan Teror ke Polisi

Tim Advokasi untuk Demokrasi Melawan Pembungkaman, Merawat Demokrasi: Aktivis dan Konten Kreator Laporkan Teror ke Polisi

Januari 15, 2026

Ketua KNPI Jayawijaya Hengky Hilapok Temui Wapres Gibran, Dorong Pusat Konsolidasi Pemuda di Wamena

Januari 15, 2026
Dari Wamena, Pemuda Papua Pegunungan dan Wapres Gibran Satukan Harapan Pembangunan

Dari Wamena, Pemuda Papua Pegunungan dan Wapres Gibran Satukan Harapan Pembangunan

Januari 20, 2026
Sinergi Pemerintah Pusat dan Desa, Bantuan Sembako Disalurkan ke Nawaripi Jaya

Sinergi Pemerintah Pusat dan Desa, Bantuan Sembako Disalurkan ke Nawaripi Jaya

Januari 20, 2026

Gerbang Tertutup, Cita-Cita Tertahan: Aksi Pemalangan dan Darurat Pendidikan di Mimika

Januari 15, 2026

Musdus Nawaripi, Pemerintah Kampung Ingatkan Program Harus Berpihak ke Warga

Januari 15, 2026
Kedaulatan Rakyat Tak Bisa Diwakilkan: Menjaga Amanat Rakyat sebagai Fondasi Demokrasi yang Berdaulat

Kedaulatan Rakyat Tak Bisa Diwakilkan: Menjaga Amanat Rakyat sebagai Fondasi Demokrasi yang Berdaulat

Januari 11, 2026
  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan
Selasa, Januari 20, 2026
  • Login
Siasat
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya
No Result
View All Result
Siasat
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup

Dampak Positif Bioenergi terhadap Pengurangan Emisi Karbon

in Gaya Hidup, Pariwara
0
Dampak Positif Bioenergi terhadap Pengurangan Emisi Karbon

https://unsplash.com/photos/hay-bale

24
SHARES
262
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Di tengah krisis iklim global, pencarian akan sumber energi terbarukan yang mampu menggantikan bahan bakar fosil menjadi prioritas utama. Bioenergi, materi organik yang berasal dari tumbuhan dan hewan, muncul sebagai solusi yang sangat menjanjikan.

Dengan proses yang tepat, bioenergi memiliki dampak positif signifikan terhadap pengurangan emisi karbon global dan menjadikannya pilar penting dalam strategi mitigasi perubahan iklim dan pencapaian target emisi netral (net-zero).

RelatedPosts

Kenapa Telur Kecoa Sulit Dibasmi dan Cepat Menetas?

Krisis Energi dan Dampaknya pada Operasional Reefer Container

Wisuda Perdana Stembi Al-Aziziyah Randudongkal Pemalang Cetak SDM Berdampak Global

Siklus Karbon Netral

Dampak positif bioenergi terhadap iklim didasarkan pada konsep netralitas karbon atau siklus karbon tertutup. Tanaman-tanaman yang digunakan sebagai biomassa, seperti tebu, jagung atau kayu energi menyerap CO2 dari atmosfer selama proses fotosintesis saat mereka tumbuh.

Kemudian, ketika biomassa diolah menjadi bioenergi dengan cara dibakar untuk listrik atau difermentasi menjadi biofuel seperti bioetanol/biodiesel dan digunakan, maka ia akan melepaskan CO2 kembali ke atmosfer.

Secara teori, CO2 yang dilepaskan saat pembakaran biomassa setara dengan CO2 yang diserap saat tanaman tersebut tumbuh. Berbeda dengan bahan bakar fosil yang melepaskan karbon yang telah terkunci di dalam bumi selama jutaan tahun, bioenergi hanya melepaskan karbon yang sudah berada dalam siklus alami atmosfer.

Selama biomassa baru ditanam secara berkelanjutan untuk menggantikan yang dipanen, siklus ini dianggap netral karbon.

Bentuk-Bentuk Bioenergi dan Reduksi Emisinya

Bioenergi hadir dalam berbagai bentuk yang memberikan kontribusi unik terhadap dekarbonisasi di berbagai sektor. Beberapa bentuk bioenergi, antara lain:

1. Biofuel untuk Transportasi

Biofuel seperti biodiesel yang berasal dari minyak kelapa sawit, jarak, atau kedelai dan bioetanol yang berasal dari tebu atau singkong adalah pengganti langsung untuk bensin dan diesel.

Dampak reduksi dari penggunaan biofuel terbarukan ini dapat mengurangi emisi GRK dari sektor transportasi hingga 50% hingga 90% dibandingkan dengan bahan bakar fosil konvensional. Program mandatori pencampuran biofuel, seperti B35 di Indonesia, telah secara efektif mengurangi ketergantungan pada minyak mentah sambil mengurangi emisi.

2. Biomassa Padat untuk Pembangkit Listrik

Biomassa padat, seperti pelet kayu, residu pertanian, atau limbah perkebunan dapat digunakan di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) melalui proses co-firing, yaitu pembakaran bersama dengan batu bara atau pembakaran murni.

Dampak reduksi yang bisa dilihat dari penggantian batu bara dengan biomassa melalui co-firing adalah cara cepat dan efektif untuk mengurangi emisi CO2 pembangkit listrik yang sudah ada tanpa perlu membangun infrastruktur baru yang mahal. Proses ini juga memanfaatkan limbah yang jika dibiarkan membusuk akan melepaskan metana (CH4), gas rumah kaca yang lebih kuat.

3. Biogas dan Biometana

Biogas dihasilkan dari proses pencernaan anaerobik limbah organik (limbah pertanian, kotoran ternak, TPA). Biogas dapat dimurnikan menjadi biometana, yang memiliki komposisi mirip dengan gas alam.

Dampak reduksi metana yang paling signifikan dari biogas adalah penangkapan emisi metana. Metana yang dilepaskan dari tempat pembuangan sampah atau peternakan adalah GRK yang sangat kuat puluhan kali lipat lebih kuat daripada CO2 dalam jangka pendek.

Dengan menangkap metana dan membakarnya untuk energi, perusahaan mengubah gas rumah kaca yang kuat menjadi gas rumah kaca yang relatif lemah (CO2), sambil menghasilkan listrik dan panas yang berguna.

Pentingnya Aspek Keberlanjutan

Perlu dipahami bahwa potensi positif bioenergi hanya tercapai jika dikelola secara berkelanjutan.

Hal ini penting mengingat jika ada isu perubahan lahan seperti hutan alami atau lahan gambut dikonversi menjadi lahan budidaya biomassa, CO2 yang dilepaskan dari perubahan lahan ini dapat membatalkan manfaat pengurangan emisi selama puluhan bahkan ratusan tahun.

Emisi dari perubahan penggunaan lahan adalah tantangan besar yang harus dihindari.

Dibutuhkan keseimbangan energi dalam proses penanaman, pemanenan, pemrosesan, dan transportasi biomassa (life cycle emissions) harus lebih kecil daripada energi yang dihasilkan.

Oleh karena itu, keberhasilan bioenergi terletak pada pemanfaatan lahan marjinal, tanaman non-pangan, dan limbah/residu (seperti tandan kosong sawit, ampas tebu, atau limbah kayu) sebagai bahan baku, bukan pada deforestasi.

Bioenergi menawarkan jalan yang valid dan terukur untuk mencapai dekarbonisasi di sektor-sektor yang sulit dijangkau oleh elektrifikasi langsung, seperti transportasi jarak jauh dan beberapa proses industri.

Dengan memanfaatkan prinsip siklus karbon netral dan berfokus pada sumber biomassa yang berkelanjutan terutama pada limbah, bioenergi dapat secara signifikan mengurangi emisi CO2 dan yang lebih penting emisi metana yang sangat kuat. 

Melalui dukungan kebijakan yang bijak dan praktik pengelolaan lahan yang bertanggung jawab, bioenergi akan memainkan peran kunci dalam membawa Indonesia dan dunia menuju ketahanan energi yang bersih dan masa depan nol emisi karbon.

Tags: bioenergibiofuelbiomassabiometanaemisi karbon
Share10SendShare
Siasat ID

Siasat ID

surel: siasatindonesia [at] gmail.com

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Agustus 1, 2023
Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Agustus 26, 2022

PT. TAS. Gelar Pertemuan Lanjutan dengan Masyarakat Adat Mimika Barat Jauh, Bahas Operasional Perkebunan Kelapa Sawit

Desember 15, 2025
DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

1
Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

1
Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

1
Dampak Positif Bioenergi terhadap Pengurangan Emisi Karbon

Dampak Positif Bioenergi terhadap Pengurangan Emisi Karbon

Januari 20, 2026

Junk Fee: Ilusi Angka dan Remah Konsumsi Digital

Januari 18, 2026
Ibadah Syukur ke-89 Tahun Pekabaran Injil, Keluarga Besar A3 Mimika Teguhkan Iman dan Persaudaraan Lewat Ibadah Bersama

Ibadah Syukur ke-89 Tahun Pekabaran Injil, Keluarga Besar A3 Mimika Teguhkan Iman dan Persaudaraan Lewat Ibadah Bersama

Januari 20, 2026
Siasat

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Navigate Site

  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In