• Latest
  • Trending
  • All

GMNI Tambrauw Tolak Proyek Strategis Nasional di Kabupaten Tambrauw: “Jangan Rusak Alam dan Hancurkan Kehidupan Masyarakat Adat”

Juli 29, 2025

Junk Fee: Ilusi Angka dan Remah Konsumsi Digital

Januari 18, 2026

Ibadah Syukur ke-89 Tahun Pekabaran Injil, Keluarga Besar A3 Mimika Teguhkan Iman dan Persaudaraan Lewat Ibadah Bersama

Januari 18, 2026

“YESUS – Sang Pencipta Impian” Karya Yulianus Mote Hadirkan Perspektif Rohani tentang Makna Impian

Januari 18, 2026

DPC GMNI Kabupaten Mimika dan Pemerintah Distrik Mimika Barat Jauh Perkuat Sinergi Pembangunan

Januari 18, 2026

MUSRENBANG KAMPUNG NAWARIPI TAHUN 2025 DESA MANDIRI NAWARIPI MENUJU DESA SWASEMBADA NAWARIPI

Januari 15, 2026
Tim Advokasi untuk Demokrasi Melawan Pembungkaman, Merawat Demokrasi: Aktivis dan Konten Kreator Laporkan Teror ke Polisi

Tim Advokasi untuk Demokrasi Melawan Pembungkaman, Merawat Demokrasi: Aktivis dan Konten Kreator Laporkan Teror ke Polisi

Januari 15, 2026

Ketua KNPI Jayawijaya Hengky Hilapok Temui Wapres Gibran, Dorong Pusat Konsolidasi Pemuda di Wamena

Januari 15, 2026

Dari Wamena, Pemuda Papua Pegunungan dan Wapres Gibran Satukan Harapan Pembangunan

Januari 14, 2026

Sinergi Pemerintah Pusat dan Desa, Bantuan Sembako Disalurkan ke Nawaripi Jaya

Januari 15, 2026

Gerbang Tertutup, Cita-Cita Tertahan: Aksi Pemalangan dan Darurat Pendidikan di Mimika

Januari 15, 2026

Musdus Nawaripi, Pemerintah Kampung Ingatkan Program Harus Berpihak ke Warga

Januari 15, 2026
Kedaulatan Rakyat Tak Bisa Diwakilkan: Menjaga Amanat Rakyat sebagai Fondasi Demokrasi yang Berdaulat

Kedaulatan Rakyat Tak Bisa Diwakilkan: Menjaga Amanat Rakyat sebagai Fondasi Demokrasi yang Berdaulat

Januari 11, 2026
  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan
Minggu, Januari 18, 2026
  • Login
Siasat
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya
No Result
View All Result
Siasat
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

GMNI Tambrauw Tolak Proyek Strategis Nasional di Kabupaten Tambrauw: “Jangan Rusak Alam dan Hancurkan Kehidupan Masyarakat Adat”

in Ekonomi Bisnis, Peristiwa
0
46
SHARES
508
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Tambrauw, Siasat ID – Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Tambrauw, Bung Agus Yekwam, secara tegas menolak masuknya Proyek Strategis Nasional (PSN) di wilayahnya. Penolakan ini didasarkan pada kekhawatiran bahwa PSN yang saat ini tengah digagas di Papua justru akan merusak alam dan mengancam keberlangsungan hidup masyarakat adat di Tambrauw.

Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan kepada awak media (30/7/2025), Bung Agus Yekwam mengungkapkan keprihatinannya terhadap dampak proyek-proyek besar tersebut yang dinilai hanya mementingkan kepentingan ekonomi tanpa memperhitungkan nasib masyarakat adat dan keberlanjutan ekosistem yang ada di sekitar mereka. Ia juga menegaskan bahwa analisis dampak lingkungan yang memadai kini sering kali diabaikan dalam pelaksanaan proyek-proyek strategis tersebut.

RelatedPosts

Junk Fee: Ilusi Angka dan Remah Konsumsi Digital

Tim Advokasi untuk Demokrasi Melawan Pembungkaman, Merawat Demokrasi: Aktivis dan Konten Kreator Laporkan Teror ke Polisi

BPP Guluk-Guluk Adakan Panen Padi IP 300 Varietas Padi Hibrida

“Kami melihat bahwa PSN yang terus digalakkan tidak lagi memperhatikan aspek sosial dan budaya kami sebagai masyarakat adat. Proyek-proyek tersebut hanya akan menguras sumber daya alam tanpa memberikan manfaat nyata bagi generasi kami di masa depan. Alih-alih memperbaiki taraf hidup, mereka datang dengan tujuan serakah merusak hutan-hutan kami yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan kami,” ujar Sekretaris Tambrauw.

Sebagai langkah konkret, Ketua GMNI Tambrauw meminta kepada Bupati Kabupaten Tamberaw, untuk segera mengambil sikap dan menolak kehadiran PSN di wilayah tersebut. Ia menegaskan bahwa suara penolakan ini bukan hanya suara dirinya pribadi, tetapi juga suara dari seluruh masyarakat adat yang tinggal di wilayah tersebut.

“Kami berbicara atas nama masyarakat adat, yang dalam kehidupan sehari-harinya memegang teguh nilai-nilai adat dan keberlanjutan alam. Kami membangun hidup kami berdasarkan adat dan kebiasaan yang telah diwariskan turun-temurun, bukan dengan cara mengeksploitasi alam untuk keuntungan jangka pendek. Kami ingin agar anak cucu kami tetap dapat mengelola alam dengan cara yang bijaksana, bukan dengan merusak dan menghabiskan sumber daya alam yang ada,” tambahnya.

Sekretaris Tambrauw juga menyoroti pentingnya untuk menjaga keberlanjutan budaya dan kearifan lokal masyarakat Papua. Ia mengingatkan bahwa Papua bukan hanya soal potensi sumber daya alam yang melimpah, tetapi juga tentang menjaga keberlanjutan ekosistem dan budaya yang telah ada sejak zaman nenek moyang.

“Ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga soal identitas budaya dan masa depan kami sebagai masyarakat adat. Kami ingin tetap hidup dengan cara kami sendiri, menjaga alam, dan menghargai nilai-nilai yang telah ada,” ungkapnya.

Penolakan terhadap proyek-proyek besar yang tidak mempertimbangkan dampak sosial dan budaya ini menjadi bagian dari gerakan yang semakin meluas di kalangan masyarakat adat Papua. Banyak pihak yang mulai meragukan apakah proyek-proyek strategis nasional benar-benar menguntungkan masyarakat lokal atau justru menambah beban bagi mereka.

Bupati Kabupaten Tambrauw hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan resmi terkait permintaan tersebut. Namun, perhatian publik terhadap isu ini semakin besar, dengan banyak pihak yang berharap agar kebijakan pembangunan di Papua dapat lebih memperhatikan aspek keberlanjutan budaya dan ekosistem lokal. (Kafiar)

Tags: Gerakan Mahasiswa Nasional IndonesiaTambrauw
Share18SendShare
Siasat ID

Siasat ID

surel: siasatindonesia [at] gmail.com

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Agustus 1, 2023
Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Agustus 26, 2022

PT. TAS. Gelar Pertemuan Lanjutan dengan Masyarakat Adat Mimika Barat Jauh, Bahas Operasional Perkebunan Kelapa Sawit

Desember 15, 2025
DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

1
Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

1
Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

1

Junk Fee: Ilusi Angka dan Remah Konsumsi Digital

Januari 18, 2026

Ibadah Syukur ke-89 Tahun Pekabaran Injil, Keluarga Besar A3 Mimika Teguhkan Iman dan Persaudaraan Lewat Ibadah Bersama

Januari 18, 2026

“YESUS – Sang Pencipta Impian” Karya Yulianus Mote Hadirkan Perspektif Rohani tentang Makna Impian

Januari 18, 2026
Siasat

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Navigate Site

  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In