AYOEB TAUFANI ZAMAN
Kepala Madrasah Aliyah Khomsani Nur Klanting Lumajang.
Pernahkah kita berpikir, mengapa Allah menciptakan tubuh manusia dengan susunan seperti ini?
Mulut satu, telinga dua, mata dua, tangan dua, kaki dua.
Secara medis tentu ada penjelasannya. Namun secara hikmah, tubuh juga bisa menjadi guru kehidupan—asal kita mau merenung.
Tulisan ini bukan pelajaran biologi, melainkan edukasi akhlak dan refleksi diri.
Mulut Satu: Agar Ucapan Dijaga
Manusia hanya diberi satu mulut, tetapi kesalahan terbesar sering lahir dari lisan.
Mulut mengajarkan kita untuk:
Tidak asal bicara
Tidak mudah menyakiti
Menyelaraskan ucapan dengan perbuatan
Dalam Islam, menjaga lisan adalah tanda keimanan.
Dalil Al-Qur’an:
مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
“Tidak ada satu kata pun yang diucapkannya melainkan ada malaikat pengawas yang selalu siap mencatat.”
(QS. Qaf: 18)
Telinga Dua: Agar Tidak Sepihak
Kita diberi dua telinga, seakan diingatkan:
Jangan terburu-buru menyimpulkan sebelum mendengar dari berbagai sisi.
Sikap ini melatih:
Objektivitas
Keadilan
Tidak mudah menghakimi
Mendengar adalah bagian dari tanggung jawab moral.
Dalil Al-Qur’an:
إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا
“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawaban.”
(QS. Al-Isra’: 36).
Mata Dua: Agar Melihat Secara Utuh
Allah memberi kita dua mata, bukan hanya untuk melihat bentuk, tetapi juga makna.
Bukan hanya:
Melihat apa yang tampak
Tapi juga:
Memahami apa yang tersembunyi
Karena tidak semua kebenaran terlihat oleh mata kepala.
Dalil Al-Qur’an:
فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَٰكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ
“Maka sesungguhnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.”
(QS. Al-Hajj: 46).
Kaki Dua: Agar Hati-hati Melangkah
Kaki ada dua, seolah mengingatkan bahwa hidup selalu punya pilihan:
Jalan yang benar
Jalan yang salah
Setiap langkah bukan sekadar gerakan fisik, tapi keputusan moral.
Dalil Al-Qur’an:
وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا
“Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan sombong.”
(QS. Al-Isra’: 37).
Tangan Dua: Pilihan dalam Berbuat
Dua tangan mengajarkan bahwa manusia selalu punya pilihan dalam bertindak.
Islam mengajarkan adab:
Tangan kanan untuk kebaikan
Tangan kiri untuk hal yang kurang baik
Artinya, setiap perbuatan membawa nilai dan konsekuensi.
Dalil Al Qur’an:
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُۥ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُۥ
“Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasannya). Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasannya).”
(QS. Az-Zalzalah: 7–8).
Penegasan Penting
Makna-makna ini adalah:
Renungan akhlak
Pendidikan karakter
Tafsir hikmah atas ciptaan Allah
Bukan klaim medis atau ilmiah. Dalam Islam, ini dikenal sebagai tadabbur ayat kauniyah—merenungi ciptaan untuk memperbaiki diri.
Kesimpulan
Tubuh kita bukan hanya untuk hidup, tapi untuk belajar hidup:
Mulut jaga ucapan
Telinga adil mendengar
Mata bijak menilai
Kaki hati-hati melangkah
Tangan bertanggung jawab dalam berbuat
Jika anggota tubuh saja akan dimintai pertanggungjawaban, maka hidup bukan sekadar berjalan, tapi sadar arah. (Atz)















